
Angeline sedang membacakan dongeng untuk putra nya sebagai pengantar tidur nya, namun Micheal tampak nya masih belum mengantuk dan ia malah memandangi ibu nya yg terus membacakan dongeng untuk nya.
"Mommy..." panggil Mickey kemudian.
"Ada apa, Sayang? Kenapa tidak tutup mata? sudah jam 10 lho..." ujar Angeline lembut.
"Mommy, tadi Mickey bermain sama Keysha, terus kata nya Daddy Frank itu bukan daddy nya Mickey, karena Mommy sama Daddy Frank itu sauadara" tukas anak mungil itu yg berhasil membuat Angeline langsung terdiam dengan wajah muram setelah mendengar apa yg di ucapkan putra nya itu, sesuatu yg memang ia takut kan sejak dulu. Yaitu Micheal yg akan bertanya kebenaran akan identitas diri nya.
"Sayang, maksud nya Keysha itu Daddy Frank itu daddy Sekaligus uncle nya Mickey. Iya, begitu..." ujar Angeline kemudian sambil tersenyum lebar dan mengusap pipi Micheal.
"Memang nya bisa jadi Daddy dan jadi uncle juga?" tanya Micheal.
"Bisa dong, memang nya apa yg tidak bisa di lakukan sama Daddy uncle Frank..." kata Angeline masih dengan senyum lebar nya dan dengan polos nya Micheal percaya begitu saja dan kini ia terlihat senang.
"Sekarang Mickey sudah waktu nya tidur ya, kata nya besok pagi mau pergi ke taman bermain" bujuk Angeline dan Mickey tentu dengan senang hati akan menurut pada ibu nya itu.
Angeline pun kembali melanjutkan membaca dongeng dan Micheal pun mulai memejamkan mata.
Setelah memastikan Micheal tidur, Angeline mencium kening buah hati nya dan Gabriel itu. Ia menatap sendu putra nya yg sudah ia bohongi, Angeline tidak punya pilihan lain.
Ia benci kekerasan dan kriminal, dan Angeline tidak bisa membahayakan nyawa putra nya jika dia masih bertahan di sisi Gabriel.
Dan Angeline benar benar tidak menyangka sekarang Gabriel bisa bisa nya menikah lagi.
Hati Angeline sakit sebenar nya namun ia tak bisa apa apa, sejak awal ini sudah keputusan nya dan Angeline juga tidak ingin ikut campur urusan Gabriel lagi.
....... ...
Keeosan pagi nya, Angeline menepati janji nya untuk membawa Micheal ke taman bermain dan putra nya itu terlihat sangat senang.
__ADS_1
Saat berada di taman bermain, Micheal langsung meminta bermain berbagai macam hal dan suster nya pun tentu langsung menuruti nya, begitu juga dengan Angeline yg dengan setia menemani Micheal. Namun di tengah asyik nya menemani anak nya, Angeline malah mendapatkan telpon dari Frank yg meminta nya datang ke perusahaan karena ada hal yg sangat penting. Mau tak mau Angeline harus segera pergi kesana.
"Mickey sayang..." panggil Angeline lembut "Mommy ada urusan mendesak yg sangat penting, tidak apa apa kan kalau Mommy pergi? hanya sebentar" kata nya dan Micheal tampak nya sudah terbiasa dengan hal itu karena ia tidak terlihat sedih seperti anak pada umum nya jika di tinggal ibu nya.
"its okey, Mommy" jawab Micheal yg membuat Angeline merasa bersalah sebenar nya karena Angeline memang tidak selalu bisa menemani Micheal bermain.
"Hanya sebentar, Sayang" kata Angeline kemudian mencium pipi putra nya
"Sus, jaga Mickey baik baik ya, dan jangan berikan dia makan sncak. Jika aku tidak kembali dalam 30 menit, bawa dia pulang" perintah nya pada babysitter nya Micheal.
....... ...
Firda menjalani hari nya seperti biasa, berlatih dan terus berlatih. Kemampuan menembak nya sudah lumayan kata Gio, tapi pukulan Firda masih begitu ringan dan tak ada power. Gio bahkan mengejek Firda karena hal itu.
Saat ini, kedua nya sedang berada dalam ring yg di buat Gio. Firda sudah siap dengan kostum karate nya begitu juga dengan Gio.
"Mau membuat taruhan, Gio?" tanya Firda tiba tiba sambil bersiap melawan Gio.
"Jika aku berhasil memukul mu selama 3 kali berturut turut, maka kamu harus memasak makanan untuk ku selama seminggu" tukas Firda yg membuat Gio tertawa geli.
"Hanya itu?" tanya nya.
"Yupz" jawab Firda sambil memukul mukulkan kedua tangan nya.
"Dan jika aku yg berhasil memukul mu selama tiga kali berturut turut? Apa kau akan memasak untuk ku selama seminggu?" tanya Gio dan kini malah Firda yg tertawa.
"Aku sudah sering memasak, kamu dan suami tinggal makan" ujar Firda masih tertawa dan seketika raut wajah Gio sedikit berubah walaupun perubahan itu tidak begitu kentara.
"Baiklah, jika aku yg menang maka kau harus membawa ku jalan jalan di desa mu. Ke seluruh tempat di desa mu, aku tidak pernah pergi ke sebuah desa" tukas Gio.
__ADS_1
"Deal?"
"Deal!"
Dan meraka berdua pun bersiap siap untuk memulai pertarungan, Firda berusaha memukul Gio tapi Gio sangat gesit dalam menghindari serangan lawan nya, namun Gio juga tidak sedikitpun mencoba menyerang balik Firda dan itu membuat Firda berdecak kesal.
"Kenapa kamu tidak mau memukul ku, Gio?" tanya Firda akhir nya dengan kesal.
"Aku hanya tidak ingin melukai mu, Nyonya. Pukulan ku sangat keras" jawab Gio.
"Itu kan hanya pukulan, Kamu bahkan pernah menodongkan pistol tepat di kepala ku dan hampir membunuh ku" tukas Firda yg membuat Gio langsung terperangah dan menatap Firda dengan tatapan lurus dan dalam. Bahkan ia menurunkan tangan nya dengan lesu, seketika dada nya juga kembali berdebar.
"Maksud ku, saat pertama kali kita ketemu. Bukankan kamu melakukan itu?" tanya Firda kemudian dengan suara yang datar dan tersenyum tipis. Kini ia menatap Gio juga dengan tatapan lurus dan senyum samar
"Kamu tidak benar benar berniat membunuh ku saat itu, kan?" tanya Firda lagi dan seketika Gio langsung terkekeh renyah, berusaha mengendalikan debaran di dada nya.
"Saat itu aku tidak mengenal mu, Nyonya Firda..." jawab Gio kemudian "Aku tidak tahu Don Gabriel punya seorang istri, anda juga memanggil nya Om jadi tentu saja itu membuat ku langsung waspada dan sebagai bodyguard aku harus memastikan keamanan Don Gabriel, saat itu aku hanya berfikir kau penyusup"
Firda hanya menanggapi nya dengan senyum dan kemudian ia pun kembali bersiap menyerang. Kali ini Gio tak hanya bertahan dan menghindar, tapi ia juga menyerang namun Firda selalu berhasil menghindar tentu saja dengan teknik yg Gio sendiri ajarkan.
Hingga Firda memiliki kesempatan untuk memukul rahang Gio dari bawah, ia pun tak menyiakan nyiakan kesempatan itu dan langsung memukul nya, pukulan itu tidak terlalu keras bagi Gio dan baru saja ia hendak membalas, Firda malah langsung memberikan tendangan di perut Gio menggunakan lutut nya dan di tutup dengan pukulan di pipi kiri Gio dengan siku nya.
Kemenangan itu tentu membuat Firda memekik girang sementara Gio malah tercengang.
Ini hari ke 12 Firda belajar bela diri dan gadis itu rupanya menunjukkan kemajuan yg menakjubkan, cepat belajar dan langsung menerapkan apa yg ia pelajari. Yg kurang hanya satu, tenaga nya yg masih kurang kuat.
"Wow, Nyonya Firda. Kau menerapkan semua yg aku ajarkan untuk mengalahkan ku?" tanya Gio sambil terkekeh, pukulan Firda memang terasa sakit namun tidak terlalu sakit sebagai seorang pertarung.
"Mungkin itu yg nama nya senjata makan tuan, Gio" jawab Firda kemudian ia melenggang pergi dari sana.
__ADS_1
"Mandi lah, bodyguard. Tugas memasak mu di mulai dari hari ini...!!"