
Edward sudah mempersiapkan semua nya selama beberapa bulan ini. Dan benar, dia tak lagi menginginkan apapun dalam hidup nya kecuali balas dendam. Setelah itu, Edward bahkan rela jika harus kembali di hukum mati. Rasa sakit hati yang Edward rasakan terhadap Firda dan Gabriel sangat besar, membuat ia tak bisa tidur dengan tenang. Setiap detik darah nya seperti mendidih, dada nya bergemuruh.
"Setelah ini semua nya akan selesai..."
...
Sementara di keluarga Firda, mereka sedang mempersiapkan acara 7 bulanan untuk putra pertama Firda. Dan sejak pagi Micheal sudah video call serta merengek ingin pulang ke desa, semua orang bahkan seolah kehabisan cara untuk membujuk Micheal. Sementara Firda bersikeras bahwa Micheal tak boleh ada di dekat nya, karena firasat nya pun mengatakan bahwa Edward memang mengincar nya dan Gabriel.
Dan saat ini, mereka sedang membuat makanan khas daerah mereka untuk acara Lora Jibril nanti sembari membicarakan masalah yang sedang mereka hadapi.
"Di dunia ini ada dua jenis manusia, yang seperti api atau yang seperti batu. Api tidak bisa di lawan dengan api, butuh air untuk memadamkan nya. Contoh nya seperti Gio, dia seperti api yang membutuhkan air. Sementara Edward, dia seperti batu. Dan di butuhkan batu menghancurkan batu" kata sang Kakek yang saat ini sedang memerhatikan keluarga nya memasak, ia duduk di atas kursi sembari memangku cicit nya itu.
"Maksud Kakek?" tanya Firda.
"Maksud Kakek, Nak. Mungkin kelembutan tidak bisa menyadarkan Edward sementara kelembutan Mu yang menyadarkan Gio, jika Edward mengangkat tangan pada mu, maka kamu juga harus mengangkat tangan pada nya"
"Entah lah, Kek. Padahal aku selalu mendoakan nya, Bagaiamana pun juga dia ayah mertua ku" kata Firda lirih, Gabriel yang mendengar ucapan istri nya terharu sekaligus merasa kasihan. Ketika Firda mampu Gabriel keluarga yang harmonis, Gabriel juga memberikan Firda seorang mertua yang seperti monster.
"Semoga Allah masih memberi nya hidayah, Nak" kata sang Kakek, kemudian ia turun ke lantai dan mendudukan Lora Jibril di sana. Tangan Lora Jibril menyentuh lantai kemudian ia sedikit menurunkan tubuh nya.
"Dia tidak menyerah juga rupa nya untuk belajar merangkak" kata Firda sambil terkekeh. Apa lagi ketika Lora Jibril berusaha menopang tubuh nya dengan lutut nya, ia tampak gemetaran.
__ADS_1
"Ayo, Nak. Kamu bisa, pasti bisa..." Gabriel menyemangati putra nya itu namun kemudian Lora Jibril menjatuhkan tubuh nya ke lantai, alhasil sekarang ia tengkurap di lantai dan kemudian berguling.
"Uff, jangan main guling guling di lantai dapur ya, Jay. Berminyak lho, itu pakai baju putih lagi" gerutu Firda yang membuat Gabriel langsung mengangkat putra nya itu.
"Di marahi Mommy ya..." ucap Gabriel kemudian mengangkat putra nya itu ke udara, membuat dia cekikikan namun kemudian tubuh nya menggeliat lagi seolah ia memang ingin turun. Gabriel pun kembali mengembalikan putra nya itu ke lantai.
"Ya Allah, Bang. Dia malah di kembalikan, kotor, Bang. Kotor..." tegur nya.
"Jibril nya yang mau, Sayang" kata Gabriel.
"Kata siapa yang mau? Memang nya Jibril sudah bisa berbicara?" tanya Firda kesal.
"Ya tadi itu, dia menggeliat" jawab Gabriel yang tak mau salah.
"Kalau di cegah nanti dia sedih, Sayang. Aku tidak mau membuat putra ku sedih" rengek Gabriel kemudian memasang wajah memelas, membuat Firda meringis.
"Sudah sudah, bawa anak itu ke depan, Gab" kata sang Kakek kemudian dan Gabriel pun langsung mematuhi nya.
...
Pernikahan Gio dan Mini berjalan baik baik saja selama beberapa bulan ini. Bahkan semakin lama kedua nya semakin mesra walaupun perdebatan sering tak bisa mereka elakkan, namun justru jika tanpa perdebatan lah yang membuat mereka merasa tak baik baik saja.
__ADS_1
"Kita tidak bisa hadir ke acara 7 bulanan nya Gabriel ya, Gio" ucap Mini kemudian sembari sibuk dengan tugas kuliah nya di laptop nya.
"Seandai nya semua nya baik baik saja, kita bisa datang. Tapi masalah nya, sekarang kita tidak bisa mempercayai siapapun. Kalau kita datang, aku takut justru nanti ada yang berkhianat di antara orang orang kita" tukas Gio.
"Kenapa sih pria tua itu tidak mau taubat, salah Firda apa coba" kata Mini lagi.
"Seorang penjahat itu punya ego yang sangat tinggi apa lagi kalau dia sudah merasa hebat, dan Firda melukai ego nya dan meruntuhkan kehebatan nya itu. Firda membuat nya menjadi buruan Gabriel dan kemudian buronon polisi, apa lagi demi harta dan tahta itu ia sampai membunuh istri yang mencintai nya. Dan sejak ada Firda, semua kulit asli nya terungkap satu persatu"
"Tapi kan dia memang salah, bukan nya taubat malah dendam lagi"
"Masalah nya dia tidak mau merasa bersalah. Sebaik nya kita doakan Firda saja dan keluarga nya"
...
"Kapan bisa ketemu adik Lora, Mommy?" rengek Micheal pada Mommy nya itu.
"Nanti, Sayang"
"Kenapa nanti terus? Nanti lagi? Nanti lagi dan lagi? Nanti nya itu sebenar nya kapan? Nanti besok? Nanti kapan? Nanti lagi?" Angeline terkekeh mendengar pertanyaan Micheal yang tampak nya sangat kesal itu karena memang sudah sangat lama Micheal tidak bertemu dengan adik nya.
"Sekarang adik Lora sudah bisa duduk, sudah bisa berguling, sebentar lagi bisa merangkak dan jalan. Mickey masih belum ketemu..." gerutu nya.
__ADS_1
"Iya, Sabar ya. Nanti Mommy bawa deh ke sana, sekarang sabar dulu. Ingat kata Pak Ustadz apa? Orang sabar di sayang...."
"Allah"