Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 203 - Yang Lagi Kasmaran


__ADS_3

Malam ini, Gabriel melewati seperti malam sebelum nya. Di mana ia harus tidur di tepi ranjang, di sisi sang putra sulung yang masih enggan berpisah ranjang dengan sang adik meskipun ada Mommy Firda sebagai penghalang nya.


Dan seperti biasa, Firda akan sering terbangun di tengah malam demi sang buah hati. Saat Firda terbangun, Gabriel yang juga tak bisa tidur nyenyak pun akan terbangun pula.


Sementara Micheal, bocah itu akan tetap bergelut dengan mimpi indah nya bahkan ketika sang adik menangis nyaring. Itu tak sedikit pun mengganggu tidur sang kakak yang sudah seperti orang pingsan saja.


Dan pagi ini, Firda memandikan Jibril dan setelah nya Gabriel memandikan Micheal.


"Daddy..." kata Micheal saat Gabriel sedang mengeringkan tubuh putra nya itu dengan handuk.


"Hmmm" jawab Gabriel.


"Daddy sayang Mickey dan adik Lora tidak?"


"Tentu saja Daddy sangat sayang, kalian kan anak anak Daddy"


"Hem kalau begitu, bikinin adik perempuan ya buat Mickey dan Adik Lora" kata Micheal dengan enteng nya yang membuat Gabriel melongo.


"Kamu fikir bikin bayi itu gampang?" tanya Gabriel kemudian.


"Ya tidak tahu, Daddy. Kan Mickey belum pernah bikin adik bayi, Mickey tidak tahu cara nya. Kalau Mickey tahu, Mickey sudah bikin sendiri adik bayi yang banyak" sekali lagi Gabriel tercengang mendengar ucapan panjang lebar Micheal yang begitu lancar itu. Bahkan ucapan anak nya itu berhasil membuat otak Gabriel blank, entah apa lagi yang harus ia katakan pada Micheal.


"Daddy kenapa diam saja? Daddy tidak suka ya Mickey punya adik banyak?" tanya Micheal lagi.

__ADS_1


"Ya bukan nya tidak suka, Micheal. Cuma kan ini saja adik Lora masih kecil, masak sudah bikin adik lagi" kata Gabriel sembari menarik kaos pendek dan celana pendek milik Micheal dari lemari Gabriel yang ada di kamar Firda.


"Kalian bahas apa?" tanya Firda sembari menidurkan putra nya di ranjang setelah sang putra kenyang dan kemudian tertidur.


"Ini, masak Micheal minta bikinin adik lagi" kata Gabriel yang sudah berjongkok di depan Micheal dan memasangkan celana nya.


"Nanti ya, Mickey. Kalau adik Lora nya sudah besar" kata Firda.


"Kalau sekarang tidak bisa ya, Mommy?" tanya Micheal yang kini di pakaikan baju oleh Gabriel.


"Tidak bisa, Nak. Nanti ya, Mickey sabar dulu, berdoa" kata Firda.


"Daddy lupa tidak pakaikan Mickey bedak dan minyak bayi" protes Micheal setelah ia menyadari ada yang kurang pada diri nya.


"Astagfirullah..." gumam Gabriel yang hanya bisa mengelus dada nya, dan mau tak mau ia harus memakaikan Micheal bedak lengkap dengan minyak bayi nya atau anak nya itu akan kembali berulah.


Mini kembali menyibukkan diri dengan kuliah nya, dan karena kemarin ia tiba tiba menghilang, tersebar gosip bahwa Mini berkencan dengan Gio. Ada yang merasa iri, ada juga yang mencibir nya.


"Para wanita, selalu memimpikan yang tampak sempurna. Tanpa mereka tahu, yang terlihat sempurna dari luar memiliki banyak kekurangan di dalam" gumam Mini sembari menyalakan laptop nya.


Di kampus, Mini berpenampilan tomboy seperti biasa, ia memiliki banyak teman, baik dari golongan adam maupun dari golongan hawa. Namun akhir akhir ini ia jarang berkumpul dengan teman teman nya karena Mini lebih suka menyendiri dan tentu nya sambil chatting an dengan Gio. Bahkan saat ini Mini sedang duduk di pojok kelas nya sambil senyum senyum dengan ponsel di tangan nya.


Sementara Gio, ia kembali menjalankan bisnis nya, sibuk dengan dunia nya sendiri. Namun di tengah kesibukan nya itu, ia mulai memikirkan Mini dengan segala sikap nya yang terkadang membuat Gio kesal namun entah kenapa itu membuat Gio merindukan nya.

__ADS_1


"Tuan Muda..." Gerry memanggil Gio yang saat ini senyum senyum sendiri dengan ponsel nya.


"Tuan muda..." Gerry menaikkan volume suara nya karena Gio seperti tak mendengar nya.


"Tuan muda..." Gerry menyentuh pundak Gio karena seperti nya Tuan muda nya ini memang tidak mendengar nya.


"Apa, Gerry?" bentak Gio yang merasa di ganggu.


"Maaf, Tuan muda. Don Ed tadi telfon, kata nya Tuan Muda di telfon tapi tidak bisa" kata Gerry.


"Tidak bisa bagaimana? Sejak tadi aku memegang pon..." ucapan Gio terhenti saat keluar dari aplikasi chat nya dengan Mini dan benar saja ada beberapa panggilan tak terjawab dari sang Paman.


"Kenapa aku bisa tidak tahu?" gumam Gio dan tanpa membuang waktu Gio menghubungi sang paman.


"Terus kenapa malah dia yang tidak menjawab telfon ku?" gumam Gio kemudian.


"Karena sekarang Don Ed sedang sibuk kata nya, Tuan muda" kata Gerry.


"Terus kenapa kamu tidak memberi tahu ku?" seru Gio kesal.


"Dari tadi aku ingin memberi tahu mu, tapi sepertinya nya kau sedang sangat sibuk sampai senyum senyum sendiri" kata Gerry sambil menahan senyum.


Sementara Gio melirik sinis Gerry sebelum akhir nya ia beranjak dari tempat duduk nya.

__ADS_1


"Tidak ada yang becus dalam bekerja" gerutu Gio asal yang tentu saja membuat Gerry mengernyit tak mengerti, sementara Gio menggerutu hanya untuk menutupi kekonyolan nya yang chatting an dengan Mini sampai lupa waktu.


"Yang lagi kasmaran..." gerutu Gerry "Sudah seperti orang gila saja"


__ADS_2