Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Episode 161 - Mini & Gio


__ADS_3

"Frank, dimana kamu?" tanya Angeline yang saat ini sedang berbicara dengan Frank di telfon.


"Aku di kantor, Angel. Ada apa?"


"Dimana Daddy? Kata pelayan, Daddy di bawa teman nya dua hari yang lalu"


Tak terdengar jawaban dari seberang telfon, dan itu membuat Angeline cemas sekaligus kesal dengan adik nya itu.


"Jawab aku, Frank. Kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan?" tanya Angel lagi.


"Tunggu sebentar, aku akan pulang. Kita bicara di rumah"


Angeline menghela nafas kasar setelah mendengar jawaban adik nya itu, dan kemudian segera memutuskan sambungan telfon nya.


.........


Sementara itu, Frank saat ini berada di kantor nya bersama Edward dan tiga anak buah nya yang akan Edward bawa ke desa.


"Orang orang ku akan selalu mengawasi mu 24 jam, jangan pernah berfikir untuk mengkhianati ku karena jika sekali saja kau mengkhianati ku, maka bukan hanya nyawa mu yang akan aku ambil, tapi juga nyawa Kakak perempuan mu dan Ayah mu" ancam nya yang membuat Frank sungguh tak berkutik.


"Aku tidak akan mengkhianati mu, aku bersumpah atas nama mendiang Ibu ku" tegas Frank memohon "Tapi aku mohon, kembalikan Ayah ku. Angeline pasty sangat khawatir pada nya, sekarang saja dia begitu panik karena tidak menemukan Ayah kami di rumah" tukas Frank berharap Edward mengerti dan mengasihani diri nya, Ayah nya dan juga Angeline. Namun ternyata Edward sungguh tak memakai hati nya sama sekali karena ia mengabaikan permohonan Frank.


"Aku mohon..." Frank memelas pada nya namun hati Edward sungguh tak tersentuh.


Setelah ituu, Edward bergegas pergi dari kantor Frank untuk menyiapkan keberangkatan nya, sementara rencana apa yang harus Edward lakukan di sana masih belum Edward putuskan dari Edward masih harus melihat situasi dan kondisi nya di sana.

__ADS_1


Edward harus merencanakan semua nya dengan matang karena ia sangat mengenal putra nya yang juga pasti sudah mempersiapkan semua nya dengan sangat baik untuk melindungi keluarga nya.


..........


Firda, Gabriel, Gerry, Gio dan Mini dan Micheal kini jalan jalan bersama di desa Firda. Mini selalu merekam kegiatan nya itu dan ia tampak senang, begitu juga dengan Micheal.


"Udara nya benar benar sejuk" komentar Gio saat mereka melewati pepohonan yang begitu rimbun, angin berhembus pelan dan matahari kebetulan tidak terlalu terik. Sehingga mereka benar benar bisa menikmati pemandangan dan cuaca desa dengan begitu sempurna.


"Daddy, kalau saja Mommy ikut. Pasti Mommy juga suka liburan di sini..." ujar Micheal kemudian pada Gabriel. Ia berjalan di antara Gabriel dan Firda, Daddy dan Mommy tiri nya itu menggandeng tangan Micheal dan melangkah pelan pelan menyesuaikan dengan langkah Micheal yang kecil kecil.


"Inysa Allah, Sayang..." ujar Firda kemudian karena seperti nya Gabriel enggan menjawab pertanyaan putra nya itu.


"Mommy Cantik, kalau Mickey di sini terus, boleh tidak? Tapi ajak Mommy juga..." ujar Micheal kemudian yang tentu saja membuat Firda tak bisa langsung menjawab nya, Firda melirik Gabriel dengan tatapan sendu nya.


"Sayang, Mommy kan tinggal nya di kota. Mommy punya pekerjaan di sana dan tidak bisa di tinggal" Gabriel berusaha menjelaskan dan ia sangat berharap putra nya itu tidak lagi membahas hal seperti ini.


"Tinggal di sini" jawab Gabriel dengan lembut.


"Jadi itu arti nya, Mickey tidak akan bertemu Daddy lagi nanti?" Micheal bertanya dengan hidung yang sudah kembang kempis, mata nya yang sudah memerah itu mengerjap berkali kali agar ia tak mengeluarkan air mata. Hal itu membuat hati Gabriel dan Firda terenyuh, kedua nya pun berlutut di depan putra sulung Gabriel itu.


"Mickey jangan menangis ya..." kata Firda lembut "Nanti Mickey masih bisa bersama Daddy kok, yang nama nya Daddy dan Anak tidak akan pernah berpisah" tukas nya.


"Tapi kata Mommy, Mommy Cantik tidak akan bolehin Daddy pulang dan tinggal bersama Micheal, hiks..." Micheal sudah tak bisa menahan tangis nya jika memikirkan ia akan berpisah dari Ayah yang padahal selama ini sangat di rindukan nya itu.


Sementara Firda tercengang, ia menatap Gabriel dengan begitu sayu. Firda tidak menyangka Angeline akan berkata seperti itu pada Micheal, padahal Firda tak pernah sedikitpun ingin menjauhkan Micheal dari Gabriel. Firda justru menginginkan sebaliknya, yaitu kebersamaan mereka. Sementara Gabriel membalas tatapan Firda sama sayu nya, ia tahu istri nya mungkin saja tersinggung atas apa yang di ucapkan Micheal itu

__ADS_1


"Mickey, sebaik nya...."


"Sayang..." Firda segera memotong pembicaraan Micheal, Firda merasa dia harus menjelaskan siapa diri nya dan seperti apa diri nya supaya Micheal tidak berfikiran buruk tentang nya. Meskipun sebenarnya Firda bukan tipe orang yang perduli dengan penilaian orang akan diri nya, tapi Firda tak ingin memiliki kesan yang buruk bagi anak nya sendiri.


"Mommy Cantik tidak akan seperti itu..." ucap Firda sembari tersenyum manis, dan dengan sangat lembut, Firda menghapus air mata yang mengalir di pipi tembem nya


"Mommy Cantik justru sangat senang sekali kalau Mickey tinggal sama Daddy, Mommy tidak mungkin melarang seorang Ayah yang ingin bertemu dengan putra nya"


"Terus..." kata Micheal dengan mata yang sudah sedikit berbinar "Kenapa kita tidak tinggal bersama saja? Ada Daddy, ada dua Mommy, dan ada Kakek, Nenek, Opa, Oma. Kan pasti seru" kata Micheal lagi.


Lagi lagi Firda dan Gabriel saling melempar tatapan, dan Gabriel sungguh tidak tega sebenarnya karena tidak bisa menjadi orang tua yang sempurna untuk Micheal.


"Nanti akan kami jelaskan saat Mickey dewasa ya" ujar Firda kemudian "Sekarang kita semua nya memang tidak bisa tinggal bersama, tapi kan yang paling penting kita saling sayang, saling mendoakan" lanjut nya yang membuat Micheal tersenyum dan mengangguk anggukan kepala nya mengerti.


"Sebaiknya kita lanjutkan jalan jalan nya, yuk..." ajak Gabriel kemudian "Aunty Mini sudah jauh tuh"


Sementara di depan, Mini berjalan mundur di depan Gio dan Gerry. Mini sudah seperti kameraman saja saat ini yang sedang membuat Vlog bersama Mafia muda seperti Gio.


"Jadi, Tuan muda Glatzel. Ceritakan pada ku bagaimana rasa nya liburan di desa?" tanya Mini yang sekaligus bertindak sebagai jurnalis sementara Gio hanya mendelik.


"Menurut mu, Tuan Muda Glatzel, apakah tempat ini cocok untuk di jadikan markas persembunyian mu?" tanya Mini lagi yang tak menyerah dengan sikap dingin nya Gio.


"Menyingkir lah, gadis metal..." seru Gio kesal "Kau merusak pemandangan di depan ku" desis nya.


"Memang nya, mana yang lebih indah? Aku atau pemandangan desa ini?" goda Mini yang lagi lagi membuat Gio mendelik.

__ADS_1


"Jawab aku Tuan muda Glatzel" desak Mini mengerjai Gio.


"Bukan urusan mu, menyingkir sebelum aku yang bergerak dan sudah di pastikan ituu akan sangat sakit"


__ADS_2