Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 109 - Kebenaran Masa Lalu Gio & Gabriel


__ADS_3

"Bukan..." jawab Gabriel "Itu adalah dendam pribadi, karena... Karena aku telah membunuh kedua orang tua Gio dan kakak lelaki nya"


Firda seperti di sambar petir mendengar pengakuan suami nya itu, bahkan detak jantung nya seperti berhenti berdetak dalam beberapa saat.


"Kenapa?" tanya Firda lirih, ia menatap Gabriel dengan begitu sendu. Kecewa, takut, cemas, semua nya Firda rasakan tapi Firda juga mengerti, hidup sebagai seorang Mafia memang selalu terlibat dalam pembunuhan seperti itu. Tapi walaupun demikian, Firda sangat berharap Gabriel punya alasan yg kuat kenapa xia harus sampai membunuh keluarga Gio.


"Aku terpaksa melakukan nya, Sayang. Ayah Gio adalah seorang pembunuh bayaran yg sangat kuat, dan tidak ada satu pun target nya yg bisa lolos dari nya" tukas Gabriel sembari mengingat kembali ayah Gio itu "Begitu pun dengan ku, kau pernah melihat bekas luka di dada ku, kan?" tanya Gabriel sembari membawa tangan Firda ke kanan kiri jua "Di sini lah dia menembak ku, detak jantung ku berhenti, aku juga tidak bisa bernafas. Aku fikir itu adalah akhir dari hidup ku, tapi ternyata tidak, aku masih membuka mata dua minggu kemudian, aku masih bernafas dan jantung ku kembali berdetak..."


Firda masih dengan setia mendengarkan cerita suami nya itu.


"Lalu setelah aku pulih, aku pergi ke rumah nya untuk menuntut balas. Aku sangat marah saat itu dan aku membunuh semua anak buah nya dengan di bantu John dan orang orang ku. Sehingga aku bisa menembus masuk dan membalaskan dendam ku pada nya, aku sungguh tidak berniat membunuh yg lain. Tapi... "


Gabriel kembali mengingat malam itu, dimana dia bertarung dengan begitu sengit dengan ayah Gio, Gabriel bahkan hampir terbunuh lagi saat itu karena ayah Gio memang lawan yg sangat tangguh. Namun pada pertemuran terkahir, Gabriel berhasil menyayat leher ayah Gio dengan sebuah pecahan kaca.


Sementara istri nya juga keluar dan juga terlibat perkelahian dengan Gabriel, namun wanita itu tentu bukan lawan yg sepadan dengan Gabriel sehingga Gabriel sangat mudah membunuh nya. Setelah kedua orang itu mati, muncul seorang anak lelaki yg menghampiri Gabriel.


Gabriel hanya menatap nya dan tak bermaksud membunuh nya, dia pun memerintahkan orang orang nya untuk meninggalkan anak itu dan semua mayat yg sudah tergeletak di sana.


Namun saat Gabriel berbalik, Gabriel bisa melihat dari pantulan kaca kalau anak lelaki itu menodongkan senjata pada Gabriel, sehingga dengan cepat Gabriel berbalik dan menembak anak itu tepat di jantung nya.

__ADS_1


"Aku hanya membela diri..." kata Gabriel dengan lirih, Firda yg mendengar cerita suami nya langsung merasa pusing dan mual, membayangkan Gabriel menyayat leher seseorang, membunuh seorang wanita dan bahkan menembak seorang anak lelaki.


Firda berlari ke kamar mandi dan ia memuntahkan isi perut nya di sana, Gabriel pun segera berlari mengejar nya.


"Sayang..." lirih Gabriel mengusap punggung Firda.


Firda menangis, tak bisa lagi menahan tangis nya mendengar apa yg telah di perbuat suami nya. Gabriel pun langsung memeluk Firda dan meminta maaf. Entah untuk apa, tapi Gabriel merasa begitu bersalah pada Firda.


"Maafkan aku, Sayang. Tolong jangan membenci ku..." lirih Gabriel semakin erat mendekap suami nya itu, ia sungguh takut jika sampai Firda meninggalkan nya lagi. Sementara Firda masih terisak di pelukan suami nya yg telah berlumuran dosa itu.


Kedua nya hanya terdiam, dengan Firda yg masih dalam pelukan Gabriel dan Gabriel yg masih setiap memeluk sang istri.


Gabriel terus menggumankan kata maaf lagi dan lagi, hingga tangis Firda berhenti.


Gabriel langsung meneteskan air mata nya saat merasakan lengan mungil istrinya yg memeluk nya, karena pelukan itu adalah jawaban kalau Firda tidak akan meninggalkan Gabriel.


"Lalu sekarang apa?" tanya Firda lirih "Serahkan saja diri mu pada polisi, Bang. Untuk menebus kesalahan mu" tukas Firda dengan suara tercekat, sungguh ia tak mau suami nya masuk penjara, tapi apa ada jalan lain?


"Aku tidak bisa, Sayang..." jawab Gabriel sembari menghapus air mata nya sendiri yg mengalir di pipi nya "Aku tidak mau meninggalkan mu, dan aku pasti akan mati di penjara karena kita juga tidak bisa mempercayai polisi. Pasti ada orang orang nya Eduardo di sana yg bisa melenyapkan ku dengan mudah" tutur Gabriel yg membuat Firda kembali terisak.

__ADS_1


"Sementara Gio juga tidak akan membiarkan ku hidup, yg dia inginkan bukan hukuman penjara untuk ku, tapi dia ingin membunuh ku dengan tangan nya sendiri" lirih Gabriel yg membuat Firda semakin menangis.


"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Firda setengah berbisik.


Gabriel melerai pelukan nya, ia menangkup pipi Firda dan menatap kedua mata istri nya itu dengan dalam "Aku akan menyelesaikan ini, Sayang. Dan aku tidak ingin kamu terlibat lagi, aku hanya mau menjaga bayi kita" ucap nya penuh harap.


"Jangan membunuh Gio..." pinta Firda "Kita... Kita hindari saja mereka" ucap nya sambil tertunduk sedih. Namun Gabriel menggeleng pelan.


"Aku tidak bisa bersembunyi, Sayang. Aku dan Gio akan menyelesaikan masalah ini. Dan apapun yg terjadi nanti, aku harap kamu memaafkan ku dan ku mohon mengerti lah, Firda. Terkadang kita harus membunuh agar tidak terbunuh"


"Tapi aku tidak mau kalian saling menyakiti" tegas Firda namun suara bergetar "Aku perduli pada kalian berdua, dan aku..." Firda menarik tangan Gabriel dan menggenggam nya dengan erat, membawa nya ke dada Firda dan memeluk nya "Aku tidak mau tangan suami ku membunuh, aku tidak mau tangan ayah dari anak ku berlumuran darah"


"Kalau begitu, haruskah aku membiarkan Gio membunuh ku?" tanya Gabriel lirih yg langsung membuat Firda terkesiap dan ia langsung mendongak, Firda menggeleng cepat dan air mata kembali membanjiri pipi nya.


"Tidak akan, aku tidak akan membiarkan Gio menyentuh mu" lirih Firda.


Kedua nya kembali berpelukan dan sama sama menangis, Gabriel tidak tahu apa yg harus ia lakukan sekarang.


Apa lagi John ternyata juga memiliki misteri yg belum bisa ia ungkapan. John bahkan mengawasi mereka dan tempat pribadi Gabriel dan istri nya, Gabriel menggeram marah mengingat hal itu.

__ADS_1


Gabriel mengecup kepala Firda dan dalam hati nya ia bersumpah akan menghabisi John yg telah sangat berani mengkhianati nya dan memata matai diri nya dan juga istri nya.


Sementara Gio, Gabriel juga tentu tidak akan membiarkan diri nya terbunuh oleh anak muda itu. Namun yg harus Gabriel lakukan sekarang adalah menjauhkan Firda dari semua hal yg berbahaya terutama dari John.


__ADS_2