
"Dan sekarang aku juga ingin kamu pergi dari hidup Gabriel, jangan menjadi kelemahan nya!" tegas nya yg membuat Firda tercengang, ia terlalu bingung dengan apa yg di katakan pria paruh baya ini.
Firda takut dan bingung sekarang, namun ia juga masih menolak percaya pada apapun yg di katakan pria tak jelas ini.
"Kamu salah, tidak ada keluarga yg menjadi kelemahan seseorang" tegas Firda yg membuat John malah tertawa sinis.
"Kalau begitu, tinggalkan Gabriel atau aku akan menghabisi keluarga mu!" ancam John lagi yg membuat Firda langsung menelan ludah nya dengan susah payah.
"Kenapa? Takut kan?" tanya John mengejek Firda.
"Aku akan memberi tahu Gabriel nanti" kata Firda lagi balik mengancam.
"Jika kamu melakukan itu, aku akan pastikan keluarga mu habis di tangan ku" ancam John mendesis tajam, bahkan kini ia kembali mendekati Firda membuat Firda semakin was was, tangan nya berusaha menggapai apa saja di belakang nya untuk melindungi diri, namun John yg menyadari hal itu dengan cepat langsung menarik tangan Firda membuat Firda berteriak histeris.
"Jangan macam macam, Gadis kecil..." tukas John marah "Berani kamu memberi tahu Gabriel, akan aku habisi keluarga mu" tegas nya dan ia mendorong Firda membuat Firda hampir saja terjatuh.
"Aku sedang hamil..." teriak Firda marah karena John mendorong nya dan itu bisa berbahaya bagi janin nya.
"Jika kamu memang ayah Gabriel, maka kamu adalah kakek bayi ku. Bagaimana mungkin kamu sejahat itu pada cucu mu sendiri?" tanya Firda lantang dengan berani, hal itu membuat John menggeram kesal dan ia langsung pergi dari kamar Firda, membuat Firda langsung menarik nafas cepat.
.....
Firda tak bisa tenang setelah mendapatkan ancaman dari John yg mengaku sebagai Edward, tentu Firda tak bisa percaya begitu saja.
Firda juga merasa takut akan ancaman itu, apa lagi entah John atau Edward itu memberi Firda waktu cuma satu minggu untuk meninggalkan Gabriel.
"Jika dia ayah nya Gabriel, bagaimana Gabriel tidak tahu?" gumam Firda sambil mondar mandir di kamar nya.
"Dan ayah mana yg mau membunuh istri putra nya sendiri?"
Firda juga teringat apa yg di katakan John tentang Gio yg menyelamatkan Firda, dari sana setidak nya Firda tahu bahwa John dan Gio bukan dalam satu kubu.
"Aku harus mencari tahu kemana tentang nya? Jika dia Ayahnya Gabriel, aku tidak mungkin bisa melawan nya atau pun mencari tahu tentang nya. Kekuatan dia pasti di atas Gabriel"
__ADS_1
Firda menyugar rambut nya dengan kesal, hidung nya menjadi begitu sulit dan ia di kelilingi berbagai misteri setelah menikah Gabriel.
"Dia bilang penyamaran nya untuk menjaga Gabriel, benarkah?"
"Tapi kalau nanti dia beneran membunuh ku Bagaiamana?"
"Tapi kenapa dia jahat sampai mau membunuh orang yg tidak bersalah?"
"Apa lagi dia tahu saat itu Angeline sedang hamil, apa dia benar benar seorang ayah?"
Berbagai pertanyaan terus berkeliaran dalam benak Firda, namun ia menguatkan tekad nya untuk tidak percaya begitu saja dan sangat tidak mungkin dia meninggalkan Gabriel sekarang, karena Firda sedang mangandung anak Gabriel.
"Kamu bicara sama siapa, Fir?"
"Aah..." Firda terlonjak kaget saat tiba tiba Gabriel sudah berada di kamar nya, Firda bahkan tidak mendengar suara pintu yg terbuka atau pun yg tertutup.
"Kenapa teriak, Fir?" tanya Gabriel cemas apa lagi saat ia melihat Firda yg mengelus dada nya.
"Ada apa, Sayang? Dada mu sakit, hm? Sesak nafas?" tanya Gabriel semakin.
"Oh maaf, Sayang. Memang nya kamu sedang memikirkan apa? Kamu juga berbicara sendirian tadi" kata Gabriel.
Firda terdiam beberapa saat, ingin rasa nya Firda memberi tahu Gabriel apa yg sudah terjadi tari, bahwa John mengancam nya, mengaku sebagai Edward dan sebagainya. Namun Firda masih takut, karena John atau Edward itu juga mengancam Firda jika ia memberi tahu Gabriel.
"Gabriel, kita ziarah ke makam Papa mu yuk" ajak Firda yg membuat Gabriel langsung memicingkan mata nya saat menatap Firda.
"Kenapa tiba tiba?" tanya Gabriel.
" Hanya ingin mengunjungi ayah mertua" jawab Firda "Oh ya, kamu belum cerita banyak soal ayah mu, Gab. Aku ingin tahu cerita tentang nya" kata Firda.
Gabriel tersenyum kemudian merangkul istri nya itu dan membawa nya ke sofa, ia mendudukan Firda di pangkuan nya dan membelai pipi Firda dengan lembut.
"Ayah ku itu pria yg baik dan bertanggung jawab, tapi dia meninggal beberapa tahun yg lalu. Kecelakaan, ya berita nya begitu. Meskipun sebenarnya dia meninggal karena serangan musuh kami" tutur Gabriel dan Firda mengangguk anggukan kepala nya mengerti.
__ADS_1
"Lalu, dimana John saat itu? Aku dengar dia sudah bekerja dengan kalian sangat lama" kata Firda lagi.
"Tentu saja John sedang bersama ayah ku, tapi John selamat saat itu dan ayah ku meninggal. Karena itu lah John selalu bersama ku, selain itu, ibu ku juga menitipkan ku pada John" papar Gabriel lagi.
"Apa penyerangan nya sama seperti penyerangan malam itu? Kita semua hampir mati kan?"
"Kata John ya, saat itu aku sedang menyelesaikan sekolah ku di Amerika. Saat aku kembali, ayah ku sudah di makamkan"
"Lalu apa yg terjadi dengan John saat itu?"
"Dia mengalami luka yg sangat parah dan di rawat di rumah sakit hampir dua bulan"
Firda kembali memikirkan hal itu, ia mencoba mencari petunjuk dari cerita Gabriel.
"Sayang, bagaimana kabar bayi kita hari ini?" tanya Gabriel kemudian yg membuat Firda langsung terkekeh.
"Ini masih janin, belum jadi bayi" kata Firda.
"Sama saja, apa kamu makan banyak hari ini? Ingat ya, sekarang anak kita juga butuh jatah makan" kata Gabriel lagi.
"Iya, aku sudah makan kok. Tapi sedikit, soalnya perut ku masih mual" jawab Firda.
"Sekarang sudah mau makan lagi belum?" tanya Gabriel dan Firda langsung mengangguk, meskipun sebenarnya ia sangat tidak berselera makan.
Firda pun beranjak dari pangkuan Gabriel, kemudian Gabriel mengganti pakaian kerja nya dengan pakaian rumahan. Sementara Firda langsung mengambil ponsel nya dan mengirim pesan pada seseorang yang kontak nya di beri nama Apotek.
"Apa bisa kamu mencari tahu tentang John?
Dan juga kecelakaan yg terjadi pada Edward Emerson?"
Tak butuh waktu lama bagi Firda untuk mendapatkan balasan dari pesan nya itu.
^^^Apotek^^^
__ADS_1
^^^"Aku akan mencoba nya"^^^
Firda langsung menghapus riwayat pesan itu setelah nya.