
Setelah kejadian hampir mati karena keracunan, dan juga setelah mempertimbangkan bagaimana sikap Edwards selama berada dalam penjara. Akhir nya kini ia di tempatkan di sel yang lebih baik. Ia di tempat bersama para tahanan dengan tingkat kejahatan tertinggi, sel nya juga kecil namun setidak nya ada cahaya yang masuk ke dalam nya. Selama di tempatkan di sel baru, Edward juga berkelakuan sangat baik. Bahkan, beberapa kali ia di bully oleh kepala preman dan anak buah nya namun Edwards tak meladeni nya sedikitpun.
"Hey, lihatlah raja Mafia yang kata nya mau membunuh pangeran Mafia, putra mahkota nya, demi sebuah tahta" salah seolah tahanan mengejek Edward yang saat ini hanya duduk diam dengan pandangan lurus ke depan tanpa berdedip sedikit
"Dia sedang melamun, seperti seorang gadis yang di tinggal kekasih nya. Haha..." ejek yang lain nya dan Edward masih tak menanggapi.
Hingga seorang sipir datang dan memberi tahu mereka bahwa sudah waktunya makan siang. Mereka pun keluar dari sel dengan kaki yang di rantai satu sama lain, jadi mereka harus berjalan beriringan. Begitu juga Edward
"Hey, jangan makan makanan basi lagi ya. Nanti kamu mati lagi, kan tidak lucu kalau raja Mafia mati karena keracunan makanan" ejek teman nya lagi dan kemudian semua kembali tertawa, tanpa mereka sadari Edward justru berseringai licik.
Semua ini memang rencana nya sejak awal, ia hanya minum sedikit untuk memastikan ia tak mati kehausan. Ia juga menyembunyikan makanan yang di berikan nya dan terpaksa membuat nya basi kemudian memakan nya, untuk menarik perhatian semua orang pada nya. Tentu Edward juga menahan diri agar tak berulah, karena ia tahu untuk mendapatkan kepercayaan itu sulit dan Edward sudah bekerja keras sejak beberapa bulan lalu.
Mereka sudah sampai di tempat untuk mengambil makanan, para tahanan pun di berikan jatah mereka dan penjagaan di sini sangat ketat. Meskipun begitu, terkadang ada beberapa napi nakal yang tetap berulah.
Sementara itu, Edwards memiliki duduk di pojok setelah ia mendapatkan bagian nya. Dan saat hendak makan, tatapan Edward tertuju pada seorang polisi yang berjaga di belakang, polisi itu sedang membaca koran dan yang menarik perhatian Edward adalah ada nya foto Firda di koran itu.
Seketika amarah Edward naik ke ubun ubun nya, darah nya seperti mendidih dan ia mengepalkan tangan nya kuat kuat. Rahang nya mengeras dan menggertakkan gigi nya. Ingatan nya kembali berputar pada masa masa dimana Gabriel mengetahui identitas sebenarnya, menyiksa nya bahkan memburu nya hanya karena seorang gadis desa yang sejak awal sudah coba di jauhkan oleh Edward.
Edward menarik nafas dan menghembuskan nya dengan perlahan, ia melepaskan kepalan tangan nya dan mencoba mengatur emosi nya kemudian ia makan dengan tenang. Namun diam diam ia terus memperhatikan koran itu dan Edward sangat penasaran dengan berita yang di muat di koran itu.
Sementara itu, para tahanan yang lain juga makan dengan tenang hingga salah seorang tahanan yang yang terkenal nakal dan juga kepala dari salah satu geng malah dengan sengaja kentut membuat tahanan yang lain kesal, namun rupa nya ada tahanan lain yang juga merupakan kepala geng di sana yang sangat benci jika ada yang kentut saat makan dan karena itulah, ia langsung mengambil piring nya dan melempar nya ke wajah orang yang kentut tadi. Hal itu rupa nya memicu bentrokan antara dua kubu geng, mereka saling melempar piring dan perkelahian pun tak terelakan lagi sampai ada beberapa polisi yang harus turun tangan dan melerai dua kelompok yang bertika termasuk seorang polisi yang memegang koran sejak tadi, kesempatan itu tidak di sia siakan oleh Edward dan ia langsung mengambil koran itu dengan cepat dan menyembunyikan di dalam baju nya
__ADS_1
..........
Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang namun Gio dan Mini tak ada tanda tanda akan bangun dari tidur nya. Mereka masih di kamar hotel dengan seprei yang sudah sangat berantakan dan juga bantal yang sudah ada dimana mana, Mini terlelap nyaman di pelukan sang suami setelah semalaman memberikan hak suami nya bahkan membuat Mini hampir pingsan.
Begitu juga dengan Gio, kini ia tidur dengan begitu nyenyak nya sambil mendekap sang istri setelah semalaman ia memanjakan istri nya dengan sentuhan tangan nya, bibir nya bahkan dengan pusaka nya yang entah mengapa tak mau tidur dan masih berdiri gagah, sehingga ia melanjutkan ke ronde selanjutnya dan ronde selanjutnya.
Sementara di lobi hotel, Gerry menemani Eduardo yang saat ini sedang bercengkrama dengan relasi bisnis nya yang datang dari luar kota.
"Aku rasa aku akan pergi setelah berpamitan pada Gio, tapi sepertinya tenaga nya belum pulih sampai belum bangun di jam segini" ucap pria itu sembari melirik arloji mahal yang melingkar di tangan nya.
"Haha, kau benar. Aku justru takut menantu ku tidak bangun bukan karena tidur, tapi karena pingsan" kata Eduardo dan mereka pun kembali tertawa.
Setelah relasi bisnis nya itu pergi, Gerry segera mengutarakan kecemasan nya terhadap Mini dan itu membuat Eduardo langsung tertawa.
"Saya serius, Don Ed. Mini itu gadis kecil, apa dia sanggup meladeni Tuan muda? Meskipun usia mereka hampir sama, tapi kekuatan kedua nya sangat jauh berbeda" ujar Gerry.
"Hem, benar juga. Jadi sekarang kita harus bagaimana? Memeriksa ke kamar meraka?" tanya Eduardo.
"Tapi..." Gerry menundukkan kepala nya "Tapi saya takut Tuan Muda marah kalau di ganggu" cicit nya.
"Jadi harus bagaimana? Jadi serba salah kita ini..."
__ADS_1
...
Mini kini mulai menggeliat dalam tidur nya, apa lagi setelah perut nya terus saja keroncongan. Perlahan Mini membuka mata nya dan hal pertama yang ia lihat adalah dada bidang sang suami, yang penuh bercak merah ulah nya semalam.
Ah, mengingat kejadian semalam membuat pipi Mini memerah dan terasa panas. Darah nya pun berdesir hangat, Mini terus dan mendekatkan bibir nya ke dada sang suami kemudian memberikan kecupan ringan di sana. Setelah itu Mini mendongak dan memperhatikan wajah suami nya yang hampir terpahat sempurna.
"Kamu terlalu tampan, Tuan muda. Pasti ada yang banyak menginginkan mu, tapi awas saja kalau kamu berpaling. Akan aku potong pusaka mu itu" ucap nya dan tiba-tiba Gio terkekeh, membuat Mini sadar bahwa suami nya itu sudah terbangun. Gio membuka mata nya dan langsung menyerang bibir Mini yang masih bengkak karena ulah Gio. Mini memberontak namun Gio segera berguling dan menindih Mini.
"Gio..." erang Mini protes setelah Gio melepaskan bibir nya.
"Apa? Mau lanjut ke ronde selanjutnya?"
"Engga, tenaga ku habis. Gila saja kau!!!"
...💞💞...
Selamat pagi pembaca SkySal. Ada yang sudah baca karya Sky yang terbaru yang berjudul A DREAMER?
...Tentang Zendaya, gadis yang punya sejuta mimpi. Dari pembantu hingga menjadi model. Kisah asmara nya juga seru, dimana Zendaya berusaha menaklukkan sang pujaan yang bernama Kenzo Alvian. Yang punya wajah bak malaikat namun selalu bersikap dingin dan arogan yang tak lain adalah bos nya....
...Tolong tinggalkan jejak nya juga ya, like, comment, hadiah, vote. Thank you 😘...
__ADS_1