
"TIDAK" satu kata itu di ucapkan dengan begitu tegas oleh Firda dan Gabriel secara bersamaan kepada putra sulung mereka, Micheal. Atas apa yang putra nya itu minta, yaitu membawa Aira ke Jakarta.
Sang putra pun langsung memasang wajah memelas nya begitu juga dengan putri bungsu mereka yang saat ini duduk di depan mereka.
"Boleh ya, Mom. Mumpung libur panjang..." rengek Micheal, sementara Aira hanya bisa menundukkan kepala nya.
"Bagaiamana kalau minggu depan saja?" tawar Firda karena minggu ini Firda dan Gabriel memiliki kesibukan yang berurusan dengan rumah sakit mereka sehingga itu tidak bisa di tinggal.
Aira langsung menatap Micheal dengan sangat memelas, lomba nya beberapa hari lagi dan Aira tidak mau ketinggalan. Aira benar benar sangat ingin berpartisipasi dalam lomba itu, bukan karena ingin menang atau apa. Ia hanya ingin melakukan sesuatu yang sangat ia sukai itu, menantang.
"Yah, Mom. Kelamaan kalau minggu depan" ujar Micheal lagi "Aku cuma ingin mengajak Aira jalan jalan dan melakukan beberapa hal di sana" ujar Micheal yang masih tak berani berbohong namun juga takut untuk berbicara jujur tentang lomba Aira. Sehingga ia pun mengambil jalan tengah ini.
"Beberapa hal?" tanya Firda dan ia memicingkan mata nya pada Micheal, menatap putra sulung nya itu penuh curiga begitu juga dengan Gabriel.
"I_iya. Seperti berbelanja, pergi ke tempat wisata dan sebagainya" jawab Micheal lagi.
Sementara Gabriel, pria itu kini menatap Tuan putri nya lekat lekat dan ia mencium aroma aroma yang mencurigakan dari gelagat kedua anak beda aliran ini.
"Sebenarnya kalian punya rencana apa?" tanya Gabriel dengan suara berat nya.
"Banyak, Dad" seru Micheal dengan cepat dan kini kedua orang tua mereka terlihat semakin curiga "Rencana belanja, pergi ke tempat hiburan, nonton di bioskop, dan lain lain" Micheal kembali mengulang kata kata itu lagi, yang bukan nya membuat orang tua meraka percaya, justru membuat mereka semakin curiga.
"Abi tanya sama Aira..." tegas Gabriel yang membuat Aira terkesiap dan langsung mendongak, sejak tadi ia mengunci mulut nya rapat rapat karena ia selalu kesulitan dalam berbohong. Aira kemudian menoleh pada Micheal, menatap Micheal dengan panik Micheal pun tak kalah panik nya hingga tiba tiba putra remaja Gabriel dan Firda datang.
__ADS_1
"Ada apa, Dad? Mom?" tanya nya dengan tenang, padahal ia sudah tahu apa yang di bicarakan oleh keluarga nya itu.
"Kakak mu mau membawa adik mu ke Jakarta" tukas Gabriel "Daddy jadi curiga" lanjut nya yang membuat Michael langsung mendengus.
"Oh, padahal aku juga mau ke Jakarta, Dad. Ada lomba pacuan kuda, aku ingin nonton secara langsung" jawab Jibril masih memasang wajah tenang nya, Micheal dan Aira sama sama terperangah mendengar jawaban Jibril.
"Nonton lomba pacuan kuda?" tanya Firda kembali memicingkan mata nya pada ketiga anak nya secara bergantian.
"Iya, Mom. Aira sangat suka olah raga berkuda, jadi tidak ada salah nya jika kami pergi dan nonton bersama" setengah kejujuran yang di ucapkan memang terkadang membuat seseorang tertipu, begitu juga yang di lakukan oleh Jibril dan kedua orang tua nya pun kini mulai menangkap apa yang di inginkan putri mereka.
"Jadi karena itu Aira mau ikut Kak Micheal ke Jakarta?" tanya Gabriel lagi.
"Iya, Bi" cicit Aira takut.
"Kami hanya beberapa hari di sana, Dad. Setelah lomba selesai, kami akan pulang" ujar Jibril kemudian yang masih ingin mendapatkan jawaban sekarang juga.
"Kami tahu, Jibril. Tapi Aira itu anak gadis, masih remaja. Tidak mungkin Mommy biarkan dia pergi jauh tanpa di dampingi Mommy dan Daddy" tukas Firda.
"Ada Kak Micheal dan aku, Mom. Kami mahram nya dan akan menjaga nya" tukas Jibril lagi.
Firda dan Gabriel pun saling pandang, tidak mudah bagi mereka untuk melepaskan Aira pergi jauh begitu saja.
"Jika Aira tidak di izinkan, atau jika kepergian Aira membuat Abi dan Ummi tidak tenang. Aira tidak akan pergi, Aira tidak mau membuat Abi dan Ummi cemas" tutur Aira kemudian yang dengan begitu lembut nya. Melihat kedua orang tua nya tampak sangat berat untuk melepas Aira, membuat Aira takut jika nanti ia akan menjadi beban fikiran kedua orang tua nya.
__ADS_1
Sementara Firda dan Gabriel merasa kasihan pada Aira, selama ini Aira memang sangat di jaga dalam segala hal, dari pergaulan dan pergi kemana. Tidak pernah sekalipun Aira meninggalkan desa tanpa Ummi dan Abi nya. Dan tidak pernah sekalipun Aira melangkah keluar dari rumah nya tanpa di dampingi mahram nya, entah itu kedua Kakak nya maupun anggota keluarga laki laki lain nya.
"Kami akan memikirkan jawaban nya malam ini" tegas Firda kemudian yang membuat Micheal menghela nafas berat, sementara Aira hanya tersenyum dan Jibril masih dengan wajah kaku nya
....
Sebelum tidur, Firda dan Gabriel kembali membicarakan anak anak meraka. Pertumbuhan meraka, karakter mereka yang sangat berbeda dan sebagainya.
Saat ini, Gabriel sedang mendekap Firda yang tidur di sisi nya dengan berbantalkan lengan Gabriel.
"Aku rasa kita biarkan saja Aira pergi, Sayang. Lagi pula ada Micheal dan Jibril yang menjaga nya" ucap Gabriel lembut.
"Tapi Aira itu masih kecil, Bang. Aku khawatir dengan nya"
"Usia nya memang masih sangat muda, tapi dia punya pemikiran yang dewasa. Kamu lihat saja bagaimana pertumbuhan nya selama ini, dia seperti mengalahkan Jibril dan Micheal" tukas Gabriel bangga namun rupa nya tidak demikian yang di rasakan Firda.
"Karena itu lah aku khawatir, Bang. Dia seperti orang dewasa saja, aku teringat dengan masa muda ku dulu. Padahal Ummi dan Abi sudah sangat menjaga ku, mengawasi ku. Tapi tetap saja aku akan di hadapkan pada masalah besar yang hampir tak mampu aku atasi. Aku sangat mengkhawatirkan Aira dan takut ia mengalami hal yang sama dengan ku" lirih Firda.
"Aku mengerti perasaan mu, Sayang. Aku pun juga mengkhawatirkan Aira karena Aira adalah anak gadis kita, lambang kehormatan kita. Tapi aku rasa tidak ada salahnya hanya membiarkan dia pergi ke kota. Aira sudah tahu yang mana yang baik dan yang mana yang buruk, Inysa Allah, Aira tidak akan mengecewakan kita "
"Jadi kita izinkan mereka pergi?"
"Iya, dan supaya aman dan kita tenang. Kita suruh meraka tinggal di rumah Angeline, biar Angeline dan Aryan bisa mengawasi meraka. Bagaimana?"
__ADS_1
"Ide bagus"