
Firda memakan makanan itu dengan lahap, meskipun ia masih was was terhadap Eduardo dan tak sepenuh nya percaya pada cerita nya, namun Firda merasakan perasaan lega setelah mendengar cerita itu. Sementara itu, Eduardo tetap berada di kamar Firda dan menceritakan kehidupan yg orang orang seperti Eduardo dan Gabriel jalani.
"Orang lain mungkin akan segan dan takut pada kami, karena kami sudah bisa membunuh dan belajar bisnis sejak kecil. Padahal tanpa mereka tahu, kami justru ingin kehidupan seperti yg mereka jalani..." tukas Eduardo yg membuat Firda merasa bersimpati, Firda tahu apa yg di katakan oleh Eduardo itu benar dan Eduardo berkata jujur, Firda seperti melihat Gabriel dalam diri paman Gio ini.
"Kami ingin bermain bebas, kami ingin hidup normal seperti orang lain. Tapi kehidupan kami terlalu keras dan terlalu gelap, kami lahir di dalam nya dan di takdirkan menjalani nya" tukas nya lagi.
"Hidup itu pilihan..." ucap Firda kemudian menanggapi "Mungkin tidak ada yg bisa memilih akan lahir dari siapa, dimana, seperti apa. Tapi semua orang bisa memilih akan menjalani kehidupan seperti apa. Takdir kehidupan itu bisa di rubah dengan usaha dan doa..."
"Aku rasa itu tidak berlaku pada kami..." ujar Eduardo "Bukti nya suami mu, dia tetap akan kembali lagi dan lagi pada tempat dimana dia berasal"
Firda terdiam sejenak mencerna apa yg di katakan Eduardo, itu memang benar. Gabriel sudah berubah, menjalani hidup yg baik, meninggalkan apa yg di larang oleh agama nya. Tapi nyata nya? Gabriel masih berada dalam masalah yg sama seperti masa lalu nya.
"Tidak ada yg instan dalam dunia ini..." ucap Firda kemudian dengan lirih "Semua butuh proses, apapun yg menjadi pilihan, akan butuh jalan untuk menggapai nya. Dan yg nama nya perjalanan, pasti ada rintangan..."
"Apa yg kau fikirkan tentang diri mu sekarang, Firda? Apa kau tidak menyesali pernikahan mu dengan Gabriel?" tanya Eduardo dan Firda menggeleng.
"Aku tahu, Tuhan sudah mengatur jalan hidup ku. Dan kehidupan yg aku jalani ini memang pilihan ku, aku bertahan bukan karena aku kuat, tapi karena aku ingin berusaha kuat bersama suami ku..."
Eduardo kembali tersenyum mendengar jawaban Firda yg begitu lugas dan percaya diri. Ia hampir tak percaya jika gadis ini masih belasan tahun.
"Jika boleh, aku ingin berbicara dengan Gio dan dengan mu" kata Firda kemudian.
"Tentu boleh" jawab Eduardo.
"Terima kasih" ucap Firda dengan senyum yg tulus. Eduardo pun keluar dari kamar Firda, dan saat Eduardo keluar, Firda mengambil ponsel Dokter yg ia sembunyikan.
Firda mengirimkan pesan pada suami nya.
__ADS_1
.... ......
Gabriel saat ini berada di jet pribadi nya yg sedang dalam perjalanan menuju ke pulau tempat Gio menahan istri nya.
Gabriel membaca pesan yg ia dapatkan dari nomor asing, dan ia tahu itu Firda.
"Jangan melukai siapapun, mereka memperlakukan ku dengan baik di sini. Jika aku meminta mu menyerah pada Gio, apakah kau mau? Jika Gio ingin membunuh mu, maka biarkan saja. Namun dengan syarat Gio juga harus membunuh ku terlebih dulu. Apa kau mau melakukan nya? Demi masa depan Micheal, agar ia tak terjerat juga dalam lingkaran balas dendam yg tak berkesudahan ini"
" Tapi, aku akan berusaha mencari solusi yg lain. Aku tidak ingin mati muda, aku juga belum membahagiakan Ummi sama Abi"
Gabriel tersenyum membaca pesan istri nya itu, ada emoji mengedipkan mata yg membuat Gabriel membayangkan istri nya saat ini sedang menggoda nya. Walaupun di balik senyum itu, ada kecemasan dan ketakutan. Gabriel tahu Firda hanya bercanda, namun candaan itu menyiratkan sesuatu yg serius.
Gabriel meletakkan ponsel nya di dada nya, ia memejamkan mata dan membayangkan wajah cantik sang istri yg sedang tersenyum pada nya.
"Ya Tuhan, untuk yg kesekian kali nya aku berdoa pada mu, selamatkan Firda ku, jika pun aku harus menukar keselamatan nya dengan nyawa ku, aku rela"
.........
"Ya" jawab Eduardo singkat.
"Dia pasti takut pada mu, Paman" ujar Gio lagi. Saat ini seperti biasa, ia sibuk dengan senjata nya.
"Aku tahu dia takut, tapi dia berusaha keras tidak terlihat takut. Selain itu, dia gadis yg cerdas ternyata"
"Sangat" sela Gio sambil terkekeh.
"Dia bilang, dia ingin berbicara dengan mu dan dengan ku" ujar Eduardo lagi yg membuat Gio langsung menghentikan aktivitas nya.
__ADS_1
"Tentang apa?" tanya nya.
"Entahlah" Eduardo mengedikan bahu.
Gio meletakkan senjata nya dan bergegas ke kamar Firda bersama Eduardo. Ada berbagai macam pertanyaan yg berkecamuk dalam benar Gio, apakah Firda akan meminta nya di pulangkan lagi? Apakah Firda akan mengajak Gio berperang demi membela Gabriel, dan sebagainya.
Sesampainya di depan kamar Firda, Gio mengetuk pintu nya dan terdengar suara Firda yg mempersilahkan nya masuk.
Firda masih setengah berbaring di ranjang, ia menutupi sebagian tubuh nya dengan selimut dan kedua tangan nya ada di bawah selimut.
"Kau ingin bicara apa, Nyonya Firda?" tanya Gio.
"Aku..." Firda kini duduk tegak, dan mengeluarkan tangan nya dari bawah selimut.
"Aku ingin meminta maaf pada mu, Gio. Atas apa yg di lakukan suami ku pada mu" lirih Firda namun Gio tampak langsung mengeras kan rahang nya mendengar apa yg di katakan Firda. Firda menyadari hal itu, kemudian ia menyingkap selimut nya dan beranjak turun dari ranjang.
"Kalau begitu, selesaikan misi mu. Bunuh lah aku, karena yg paling Gabriel cintai, yg sangat berarti bagi Gabriel adalah aku dan calon anak kami"
Gio langsung terkesiap mendengar apa yg di katakan Firda, ia tak menyangka justru ini lah yg akan di bicarakan oleh Firda.
"Nyonya Firda..." lirih Gio, ia menatap Firda dengan begitu sendu.
"Aku menempatkan mu di sini, karena aku tahu di luar sana kau dalam bahaya. Aku tidak ingin ada yg menyakiti mu, lalu bagaimana kau bisa meminta ku membunuh mu?"
"Gio, lingkaran balas dendam ini takkan ada habis nya. Jika kau berhasil membunuh Gabriel, mungkin suatu hari nanti Micheal akan menuntut balas pada mu. Dan jika Gabriel berhasil membunuh mu, maka Paman mu dan orang orang mu pasti akan menuntut balas pada Gabriel, dan seperti itulah seterusnya. Lingkaran balas dendam itu, tidak akan bisa di putuskan jika kamu tidak memutus nya, Gio"
"Nyonya Firda, ini masalah pribadi ku dan Gabriel" ucap Gio dingin.
__ADS_1
"Tapi itu akan berdampak pada ku dan anak anak ku kelak" bantah Firda.
"Jika kau ingin balas dendam pada Gabriel, jangan incar Gabriel dan Micheal. Orang orang mereka juga akan mengincar balik diri mu dan orang orang mu. Sedangkan jika kau membunuh ku, tidak akan ada yg menyentuh mu. Karena keluarga ku akan ikhlas, dan mereka akan membuat Gabriel mengerti, mereka akan membuat Gabriel tidak melakukan balas dendam lagi. Aku hanya ingin lingkaran balas dendam Ini putus, ku mohon... "