
"Kenapa, Mas?" tanya Ummi Aisyah yang segera keluar dari kamarrr setelah mendengar suami nya berteriak memanggil Firda.
"Firda keluar, kata nya mau nyusul Gabriel. Uang belanjaan nya kurang" kata Abi Farhan dan terdengar suara Lora Jibril yang menangis dari kamar nya, Ummi Aisyah tampak terkejut mendengar Firda keluar rumah sendirian namun sebelum bertanya, ia segera menghampiri Lora Jibril ke kamar Firda. Cucu nya itu menangis di box nya dan Ummi Aisyah segera mengambil nya.
"Cup cup, Sayang..." ia menimang cucu nya itu sembari berjalan keluar.
"Mas, cepat susul Firda" pinta Ummi Aisyah dengan tegas.
"Paling sebentar lagi juga pulang, Gabriel belanja di toko nya Pak Alung itu" kata Abi Farhan.
"Aku engga mau tahu, Mas. Pokok nya kita harus susul Firda sekarang" tegas Ummi Aisyah dengan nada tinggi, membuat Abi Farhan terkesiap karena istri nya itu tak pernah berbicara dengan nada tinggi pada nya.
"Iya, Aisyah. Aku kesana sekarang..." kata Abi Farhan "Kamu di rumah saja, jaga Jibril" kata Abi Farhan. Ia pun segera menyambar kunci motor nya supaya cepat sampai ke toko Pak Alung itu.
Abi Farhan melajukan motor nya dengan cepat dan itu menarik perhatian beberapa orang di sana.
Sesampai nya di toko Pak Alung, Gabriel tak melihat Firda mau pun Gabriel dan itu membuat nya mulai merasa cemas. Ia pun turun segera bertanya tentang Gabriel dan betapa terkejut nya ia setelah mengetahui Gabriel sudah pulang sejak tadi.
"Apa tidak ada Firda yang menyusul ke sini?" tanya Abi Farhan dengan suara yang bergetar.
"Tidak ada, Ustadz Farhan. Cuma suami nya Ning Firda yang datang, belanja nya juga sebentar dan setelah itu pulang. Tadi saya lihat beliau berbicara dengan seseorang yang berada dalam mobil"
"Mobil nya warna apa? Ingat plat nya?"
"Saya tidak melihat plat nya tapi warna nya hitam"
"Astagfirullah, ya Allah" gumam Abi Farhan dan kemudian ia segera kembali ke rumah dengan tergesa gesa.
Sesampainya di rumah, ia melihat istri nya yang sudah sangat cemas.
"Dimana mereka?" tanya nya dan Abi Farhan menggeleng lemah "Dimana, Mas?" tanya Ummi Aisyah dengan nada yang lebih tinggi.
"Ada apa, Aisyah?" tanya Kakek yang keluar dari kamar setelah mendengar suara Ummi Aisyah.
"Firda sama Gabriel hilang, Bi" ujar Ummi Aisyah dan ia tidak bisa lagi membendung air mata nya apalagi menyembunyikan ketakutan nya.
"Hilang Bagaiamana? bukan nya tadi Firda di sini?" tanya sang Kakek yang tentu sangat terkejut.
__ADS_1
Abi Farhan pun kembali menceritakan kronologi Firda yang keluar dari rumah dan tak mau di temani. Abi Farhan pun menghubungi nomor Firda tapi sudah tak aktif dan itu membuat semua nya semakin panik.
"Seharus nya kamu tuh ikutin dia, Mas..." lirih Ummi Aisyah yang membuat Abi Farhan merasa bersalah, ia merasa tak bisa menjadi Abi yang baik untuk Firda.
"Aisyah, tenang lah" sang Kakek mengusap pundak putri nya meskipun ia sendiri sungguh tak merasa tenang.
"Apa lagi yang Firda katakan sebelum pergi, Farhan?" tanya sang Kakek, ia sangat yakin Firda meninggalkan jejak.
"Dia bilang..." Abi Farhan mencoba mengingat sesuatu yang tak lumrah "Dia... Dia bilang bawa permen cokelat"
"Permen cokelat yang mana?" tanya Ummi Aisyah.
"Yang di bagi bagi waktu 7 bulanan Jibril" jawab Abi Farhan.
"Apa hubungan nya dengan permen cokelat?" tanya Ummi Aisyah.
"Apapun itu, itu pasti kode atau petunjuk. Sebaik nya kita mencari Firda sekarang..."
Tak lama kemudian terdengar suara mobil dari luar, dan mereka pun langsung keluar.
"Adil, untung saja kamu sudah pulang" ujar sang kakek saat melihat putra pertama nya itu turun dari mobil bersama istri nya, Fatimah.
"Firda, Kak Adil. Firda dan Gabriel hilang" ujar Ummi Aisyah yang tentu saja membuat kakak nya beserta kakka ipar nya itu terkejut. Kembali Abi Farhan menceritakan bagaimana Gabriel dan Firda hilang.
"Fatimah, Aisyah, kalian semua harus tetap di rumah. Abi juga, biar aku sama Farhan yang mencari Firda" ujar Abi Adil kemudian.
Dan saat mereka hendak pergi, ponsel Abi Farhan berdering dan mereka sangat berharap itu Firda, namun tertera nama Mini di sana. Abi Farhan pun mengangkat panggilan Mini.
"Om, ponsel Firda di matikan, aku khawatir terjadi sesuatu pada nya. Apa semua nya baik baik saja?" tanya Mini yang juga terdengar cemas.
"Firda dan Gabriel hilang, Min. Kami sedang mencari nya"
"Apa? Bagaimana bisa? Tunggu, aku akan melacak ponsel mereka berdua..."
...
Mendengar sahabat dan suami nya menghilang, Mini langsung membuka laptop nya guna melacak ponsel mereka berdua. Mini juga langsung memberi tahu Gio kabar buruk itu, Gio pun cemas namun ia tetap berusaha tenang, ia juga yakin Firda pasti meninggalkan petunjuk.
__ADS_1
Gio kembali bertanya pada Abi Farhan bagaimana Firda meninggalkan rumah. Sementara Mini sibuk melacak ponsel Firda dan ponsel Gabriel. Ia pun menemukan terkahir kali ponsel Firda aktif itu ada di sekitar rumah sakit dan Mini langsung memberi tahu hal itu pada Abi Farhan. Sementara ponsel Gabriel terakhir kali aktif sekitar 50 meter dari jarak ponsel Firda.
...
Di desa, Abi Farhan meminta bantuan beberapa orang lelaki tetangga mereka untuk mencari Firda dan Gabriel, para guru pun juga mencari nya. Sekarang mereka mencari Firda di sekitar di rumah sakit, di luar mau pun di dalam.
Hingga mereka menemukan ponsel Firda di belakang rumah sakit dan ada jejak ban mobil di sana. Abi Farhan segera di beri tahu, Abi Farhan melihat cokelat Firda di sana dan seketika jantung nya berdetak lebih cepat lagi. Ia takut, cemas, panik.
"Hanya ada ponsel dan permen cokelat yang dia bawa..." Abi Farhan memberi tahu Gio yang masih tersambung telfon dengan nya.
"Apakah ponsel nya rusak?"
"Tidak sama sekali" jawab Abi Farhan sembari menyalakan ponsel Firda "Seperti sengaja di letakkan, bahkan setengah di senderkan ke dinding"
"Dinding? Coba cari di sekitar dinding itu, mungkin ada petunjuk..."
"Tidak ada, Gio. Tidak ada apa apa..."
"Perhatikan baik baik, Om. Firda sengaja meninggalkan ponsel nya di sana dan permen nya, pasti ada petunjuk. Perhatikan dengan jeli dan berfikirlah dengan tenang"
"Putri dan menantu ku hilang, kamu menyuruh ku tenang?" Abi Farhan setengah berteriak pada Gio karena ia sudah sangat panik.
"Kalau panik, kita tidak akan bisa menemukan petunjuk apapun, Om" Gio justru balik berteriak dari seberang telfon.
"Farhan, ikuti saja petunjuk Gio. Dia lebih berpengalaman dalam hal seperti ini..." kata Abi Adil dan Abi Farhan pun berjongkok sembari memperhatikan di sekitar nya, hingga ia menemukan jarum pentol di sana. Abi Farhan mengambil nya dan di ujung jarum itu seperti ada cat tembok, dengan cepat ia meraba dan memperhatikan tembok di dekat ponsel Firda di temukan dan benar saja, ia menemukan sesuatu di sana.
"Firda menulis kata 'sungai' di sini..." lirih nya.
"Berarti dia pergi ke sungai, tapi sungai yang mana?" ujar Abi Adil.
"Yang sepi, yang jauh dari pemukiman warga" sambung Gio
"Berarti di sungai yang ada di ujung desa, itu sangat sepi dan sangat jauh dari pemukiman warga"
...💞💞...
Ada yang sudah baca karya Sky yang terbaru yang berjudul A DREAMER?
__ADS_1
Tentang Zendaya, gadis yang punya sejuta mimpi. Dari pembantu hingga menjadi model. Kisah asmara nya juga seru, dimana Zendaya berusaha menaklukkan sang pujaan yang bernama Kenzo Alvian. Yang punya wajah bak malaikat namun selalu bersikap dingin dan arogan yang tak lain adalah bos nya.
Tolong tinggalkan jejak nya juga ya, like, comment, hadiah, vote. Thank you 😘