
Setelah sholat Isya berjemaah, mereka berkumpul untuk makan malam. Dan sebelum makan malam, ada gorengan di meja makan yang langsung di comot begitu saja oleh Gerry dan Gio
"Hem, enak..." seru Gio sambil menikmati setiap gigitan gorengan itu.
"Iya, wangi. Gurih, lembut..." sambung Gerry.
"Kalian belum di persilahkan makan sudah makan saja" ujar Mini yang melihat kedua manusia itu sibuk makan. Sementara tuan rumah nya sibuk menyajikan makanan untuk mereka, seperti biasa mereka makan di lantai. Namun Gabriel belum datang.
"Gabriel kemana, Fir?" tanya Ummi Aisyah, padahal sebelumnya jika Firda datang maka itu pasti bersama Gabriel.
"Lagi terima telfon, Ummi" jawan Firda kemudian duduk di atas tikar yang sudah di hamparkan di lantai.
Gio membawa piring berisi gorengan itu dan duduk di samping Firda, mumpung tidak ada Gabriel.
"Firda, gorengan ini enak sekali..." kata Gio.
"Kamu tahu engga ini gorengan apa?" tanya Firda kemudian ia juga mengambil satu gorengan nya.
"Em..." Gio tampak berfikir sambil mengunyah, ia juga mencium aroma gorengan itu "Tidak tahu" jawab Gio kemudian yang membuat Firda terkekeh.
"Ini gorengan tape..." kata Firda.
"Tape ya..." Gio tampak berfikir bingung membuat Firda mengernyitkan kening nya.
"Jangan bilang kamu tidak tahu tape" kata Firda.
"Aku tidak tahu" kata Gio jujur yang membuat Firda langsung tertawa geli.
"Oh Tuhan, Gio..." seru nya "Sepertinya kamu harus lebih lama tinggal di sini, kamu bahkan tidak tahu apa tape" kata Firda. Gio terpana melihat wajah cantik Firda saat tertawa, ia menatap Firda begitu intens.
"Kenapa melihat ku begitu?" tanya Firda langsung menghentikan tawa nya saat menyadari tatapan Gio.
"Emm bukan apa apa" kata Gio "Itu, emm gigi mu putih" kata Gio kemudian yang kembali membuat Firda tertawa.
"Jadi terpana sama gigi nya Firda nih?" sambung Mini mengejek.
__ADS_1
"Dari pada terpana pada gigi ku, lebih baik terpana sama Mini, iya kan Min?" goda Firda yang langsung membuat wajah Gio berubah masam.
"Mana ada orang yang akan terpana pada gadis rock seperti dia" kata Gio yang langsung membuat Mini mendengus kesal, ia mengambil sendok nasi dan langsung memukul Gio, memmbuat Gio langsung mengaduh.
"Aduh..." pekik Gio, ia memegang kepala nya dan menatap kesal Mini yang sekarang justru menampilkan wajah tak berdosa nya "Jadi cewek kenapa kasar sekali, tidak akan ada pria yang mau sama cewek kasar seperti mu" tukas Gio kesal.
"Hallah, paling nanti kamu terpana sama cewek kasar ini" ujar Mini dengan santai nya. Gio sudah membuka mulut nya untuk berbicara namun tiba tiba terdengar teriakan Gabriel yang mengagetkan semua orang.
"GIO....!!!!"
"MENYINGKIR DARI SAMPING ISTRI KU!"
Gio langsung menutup telinga nya dan yang lain nya meringis mendengar teriakan Gabriel. Begitu juga dengan Micheal yang saat ini duduk di antara Opa Oma nya.
"Gio, cepat pindah..." seru Kakek panik karena melihat kekesalan Gabriel.
"Maka nya, Gio. Jangan duduk di samping istri orang" seru Abi Farhan yang semakin memojokan Gio.
"Mereka kan cuma duduk berdampingan, masih ada jarak juga tuh, tidak bersentuhan" sambung Ummi Aisyah.
"Ada banyak orang juga di sini, masak masih cemburu" Nenek nya menimpali.
"Bang, kenapa mendorong Gio" kata Firda.
"Kan sudah bilang, tidak boleh dekat dekat" tegas Gabriel.
"Ya maaf, Bang. Lupa" jawab Firda.
"Pindah sana..." ketus Gabriel pada Gio tanpa memperdulikan tatapan aneh keluarga Firda yang sampai membuat mereka geleng geleng kepala.
"Dasar..." gerutu Gio namun ia pun pindah ke dekat kakek.
"Sabar ya, Nak" bisik Kakek Firda pada Gio "Orang gila itu karena dua hal, yang pertama karena jatuh cinta yang kedua karena putus cinta" bisik nya lagi yang membuat Gio terkekeh.
"Daddy kenapa marah?" tanya Micheal.
__ADS_1
"Daddy tidak marah, Mickey" ujar Gabriel "Sudah, sekarang lebih Mickey makan ya, belajar makan sendiri. Jangan minta di suapi" kata Gabriel dan Micheal pun menganggukan kepala nya.
Mereka semua pun makan malam, dan seperti biasa nya, ada obrolan obrolan ringan yang terselip di sana. Gio juga memberi tahu bahwa rencana nya dia akan pulang besok siang.
"Yah, kok sudah pulang..." rengek Firda.
"Ya bagus dong, kenapa tidak besok pagi saja?" ujar Gabriel yang membuat Gio mendelik.
"Tapi lain kali bisa kesini lagi kan, Gio?" tanya Nenek.
"Jika ada waktu aku akan menyempatkan diri ke sini, Nek" jawab Gio.
"Mini juga akan pulang?" tanya Ummi Aisyah.
"Iya, Tante. Soalnya senin aku ada kelas" jawab Mini.
"Yah, pada pulang semua" rengek Firda.
"Kan masih ada aku sama Mickey, Sayang" sambung Gabriel.
..........
Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, Gabriel masih terjaga begitu juga dengan Firda. Entah kenapa kedua nya merasa cemas dan was was setelah mendapatkan kabar dari Billy kalau Frank bertingkah sangat mencurigakan. Angeline pulang ke rumah nya dan Ayah nya tidak ada di rumah.
Gabriel dan Firda takut ini ulah Edward, seperti sebelumnya, Edward menggunakan Frank sebagai jembatan mendekati Micheal dan Edward pasti akan menggunakan Micheal untuk menyeret Gabriel.
"Aku takut, Bang" kata Firda lirih. Malam ini, mereka sangat bersyukur karena pada akhir nya Micheal mau tidur bersama Opa Oma nya. Jadi, jika terjadi sesuatu pada mereka berdua, Micheal tetap aman.
"Jangan takut, aku yakin Allah akan melindungi kita" kata Gabriel meyakinkan.
.........
Sementara itu, Edward dan anak buah nya memantau rumah Firda namun sayang nya tak ada tanda tanda Gabriel dan Firda keluar rumah.
Mereka sudah siap untuk menerobos masuk, namun Edward baru menyadari di samping rumah Firda itu ada sekolah, ada kediaman para guru yang lampu nya masih menyala terang. Edward bahkan bisa mendengar suara mereka yang masih terjaga, padahal jam sudah menunjukkan pukul 12.
__ADS_1
"Jadi kita harus bagaimana, Don? Tetap menerobos atau menunda rencana?" tanya anak buah nya. Edward berfikir sejenak, ia hanya memiliki 3 anak buah. Dan jika mereka tertangkap ingin menculik Gabriel dan Firda. Mereka sudah pasti akan habis di panggang warga.
"Kita tunda dulu"