Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 147 - Mencari Desa Firda


__ADS_3

Gio sudah mendapatkan nomor telfon Firda dan ia pun langsung menghubungi wanita yang sangat berarti untuk nya itu, namun setelah beberapa saat menunggu, Gio tak mendapatkan jawaban nya membuat Gio kesal sendiri sekaligus cemas.


Sementara itu, Firda yang saat ini sedang mengajar di sekolah nya harus terganggu karena dering ponsel nya. Firda mengabaikan telfon itu dan mengubah nya ke mood silent, kemudian ia kembali fokus mengajar anak anak dalam pelajaran tajwid.


"Jadi, semua nya sudah faham ya?" tanya Firda "Tajwid itu sangat penting, karena membaca Al Qur'an itu sangat penting. Kita harus membaca Al Qur'an dengan hukum tajiwd untuk membuat nya indah, seperti sabda Nabi dalam hadist yang berbunyi 'Siapa yang tidak memperindah suara nya dalam membaca Al Qur'an maka ia bukan dari golongan kami"


"Ustadzah akan contohkan, dan setelah itu kalian ikuti..." seru Firda kemudian "Kita ambil surah yang pendek saja, surah Al Insyirah, kalian hafal kan?" tanya nya lembut.


"Hafal, Ustadzah Firda..." jawab anak anak serempak.


..........


"Mungkin dia sedang bersama suami nya, Tuan muda" ujar Gerry yang melihat Gio uring uringan karena telfon nya tak juga di jawab oleh Firda.


"Aku rasa tidak mungkin, aku hanya khawatir terjadi sesuatu pada nya. Dia adalah istri Don Gabriel Emerson dan juga ahli waris nya. Siapa saja bisa menyakiti nya dengan berbagai alasan" tukas Gio "Bahkan ayah mertua nya sendiri ingin melenyapkan nya demi sebuah harta dan tahta"


"Apa kita susul saja ke desa nya? Aku dengar mereka pulang ke desa Nona muda itu setelah mereka dari sini" tukas gerry.


"Kalau begitu lacak dimana desa nya berada, dan siapkan perjalanan kita ke sana" titah Gio.


"Baik, Tuan muda" jawab Gerry.


..........


Setelah mengajar, Firda kembali ke rumah nya dan ia mendapati tiga panggilan tak terjawab dari nomor yang tak di kenal. Seketika jiwa nya yang sebagai istri seorang Don Mafia kembali terusik, ia was was dan mencurigai berbagai hal. Firda pun mengirimkan nomor telfon itu pada Mini, agar Mini melacak siapa pemilik nomor telfon itu dan dari mana dia menghubungi Firda.


Sementara itu, Mini yang saat ini berada di perpustakaan umum mulai melacak pemilik nomor telepon yang di kirimkan Firda. Namun Mini sangat sulit melakukan nya seolah nomor telfon itu juga di lindungi.


Mini pun menghubungi Firda dan Firda langsung menjawabnya.


"Siapa pemilik nya, Min?" tanya Firda dari seberang telfon.

__ADS_1


"Belum aku temukan, Fir. Nomor telfon itu justru tidak terdaftar, ini artinya nomor telfon ini milik seseorang yang juga tak ingin di lacak oleh siapa pun..." ujar Mini


"Aku jadi khawatir, Min. Sampai sekarang Bang Gabriel belum menemukan jejak Ayah nya, aku takut dia sampai tiba tiba datang mencelakai kami. Aku takut dia meneror kami dan memata mata kami seperti dulu" tutur Firda yang memang selalu mencemaskan orang orang terdekat nya.


"Jangan berfikir yang negatif, Firda. Orang baik seperti kamu akan selalu di lindungi oleh Allah..."


"Aamiin, semoga saja Allah melindungi kita semua, Min. Dari segala hal buruk bahkan jika itu diri kita sendiri, semoga Allah menjaga kita"


"Fir, tunggu tunggu..." tukas Mini dengan begitu panik.


"Ada apa, Min?" tanya Firda dengan suara yang terdengar sangat cemas.


Mini mendapatkan sebuah peringatan yang menampilkan bahwa seseorang tengah melacak nomor ponsel Firda. Dan tentu Mini akan tahu hal itu karena dia lah yang memasang firewall agar tidak ada yang bisa melacak ponsel Firda, dan jika ada yang mencoba melakukan nya maka Mini akan langsung mendapatkan peringatan. Mini melakukan hal itu atas kemauan nya sendiri, karena semenjak ayah nya meninggal, Mini tidak punya siapa pun sementara Firda memperlakukan nya layak nya saudara. Sehingga Mini pun akan memperlakukan Firda dengan demikian juga.


"Fir, matikan ponsel mu, Firda. Seseorang melacak keberadaan mu" tukas Mini panik.


"Iya iya..." jawab Firda yang juga terdengar panik.


Setelah Firda memutuskan sambungan telfon nya, Mini segera melakukan sesuatu di laptop nya itu untuk memanpulasi lokasi Firda. Mini bekerja dengan cepat dan tepat, karena ia sendiri mengkhawatirkan keberadaan Firda.


.........


Di sisi lain, Gerry yang juga merupakan seorang Hacker berusaha melacak desa Firda dari nomor telepon Firda. Namun sayang nya ada sesuatu yang menghalangi pekerjaan nya itu, membuat dia mengerutkan kening nya dan ia kini lebih memfokuskan diri pada pekerjaan nya itu.


Lokasi Firda menjadi tidak jelas dan berubah setiap 10 detik.


"Gerry, bagaimana?" terdengar suara teriakan Gio yang mendekat ke arah nya.


"Sedang saya usahakan, Tuan muda..." ujar Gerry yang membuat Gio langsung mengerutkan kening nya.


"Apa maksud mu sedang di usahakan? Memang nya sejak tadi apa yang kamu lakukan?" tanya Gio dingin.

__ADS_1


"Seperti nya ada yang melindungi keberadaan Nona muda, Tuan muda. Dia tidak bisa di lacak dan itu hanya ada satu kemungkinan, yaitu dia juga di lindungi oleh hacker"


"Hacker?" tanya Gio dan Gerry menganggukan kepala nya.


"Benar, Tuan Muda..." jawab nya.


"Mungkin ini perintah Gabriel..." Gumam Gio "Sebenarnya itu bagus jadi tidak ada musuh yang bisa mengetahui keberadaan nya..." tukas Gio kemudian "Tapi aku dengar, Edward sudah tahu desa itu..." ia berkata dengan cemas.


"Dengar, Gerry. Kita harus tahu dimana desa Firda dan kita harus kesana hari ini juga" titah nya.


"Em, Tuan muda..."


"Apa lagi?" ketus Gio kesal.


"Aku dengar, Don Gabriel ada di kota. Kenapa tidak tanyakan saja pada nya..." tukas Gerry.


"Dia di kota dan meninggalkan Firda di desa sendirian?" gumam Gio yang justru semakin cemas.


"Bagaiamana bisa dia melakukan hal itu?" geram nya kemudian "Dia memang suami yang tidak becus..."


.........


Mini dan Gerry masih bertarung di dunia per hacker an itu, Gerry terus berusaha melacak keberadaan Firda sedangkan Mini terus menutupi keberadaan Firda dan menghapus jejak jejak keberadaan Firda. Bahkan Mini mengirimkan virus pada lawan nya itu dan itu membuat sistem lawan nya menjadi eror, Mini tersenyum puas ketika ia berhasil melakukan hal itu.


Tak lama kemudian, ada sebuah notif masuk dan Mini tentu tak langsung meng klik nya karena itu bisa saja sebuah pancingan untuk mengetahui lokasi nya dan membuka identitas diri nya. Mini sudah hafal dengan hal seperti ini.


..........


Gabriel kembali ke kantor nya setelah melakukan meeting dengan para anggota Black Swan, Gabriel harus melakukan semua pekerjaan nya secepat mungkin agar ia cepat kembali pulang.


Sementara Adrian, yang tak lain adalah Edward saat ini sedang mengawasi Gabriel diam diam karena ia sudah tidak punya mata mata lagi dalam geng Black Swan. Gabriel sudah memenjarakan semua orang yang di curigai nya dan hal itu membuat Edward semakin kehilangan akal dan koneksi.

__ADS_1


Pergi ke desa Firda?


Tentu saja ia bisa melakukan hal itu dengan mudah karena ia tahu dimana desa itu, hanya saja Edward juga sangat mengenal putra nya. Gabriel berani meninggalkan Firda itu pasti dengan perencanaan yang matang dan mengandalkan orang orang terbaik nya. Sementara Edward saat ini tidak mempunyai cukup kekuatan untuk menyerang Gabriel secara terang terangan.


__ADS_2