Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 222 - Apakah Selanjutnya?


__ADS_3

"Daddy, mau lihat adik Lora" teriak Micheal pada Daddy nya yang terlihat di layar ponsel nya.


"Tidak usah teriak juga, Mickey" kata sang ayah yang kemudian memperlihatkan putra kedua nya itu.


"Apa Adik Lora tidak bisa tumbuh besar dengan cepat? Perasaan dari kemarin kemarin masih sama saja, kapan besar nya? Terus kapan bisa jalan nya? Kapan bicara nya? Kenapa cuma tidur terus" celoteh Micheal yang membuat Suster nya tertawa, beda hal nya dengan Gabriel yang justru memutar bola mata jengah dengan pertanyaan putra nya itu.


"Ya nanti, Mickey. Dulu kamu juga tidur terus sampai kamu bisa balik badan, terus merangkak, terus jalan. Semua ada proses nya" tukas Gabriel.


"Terus sampai kapan proses nya, Daddy? Mickey kan tidak sabar mau ajak Adik Lora main" kata Micheal lagi.


"Iya, nanti. Insya Allah, asal kan kalian berdua sama sama sehat" jawab Gabriel.


"Mommy nya dimana?" tanya Micheal lagi karena ia tidak melihat wajah Ibu tiri nya.


"Ini, Mommy lagi sakit..." Gabriel memperlihatkan Firda yang terbaring di ranjang dan mendengar Mommy nya sedang sakit seketika Micheal tampak sedih.


"Mommy sakit apa?" tanya Micheal lembut.


"Cuma demam, Sayang" jawab Firda.


"Oh, apa Mommy sudah di periksa Dokter?"


"Sudah, doain saja Mommy cepat sembuh ya saat Mickey sholat. Mickey masih sholat kan?"

__ADS_1


"Sholat sama Cus, ya kan, Cus?" tanya Micheal sambil menatap pengasuh nya itu.


"Iya sholat, tapi kadang di cicil" jawab pengasuh nya itu sambil tertawa.


"Di cicil bagaimana?" tanya Firda yang terlihat heran.


"Masak sholat maghrib dua rakaat, Nyonya. Pas saya ingatkan masih kurang satu, kata nya satu nya lagi nyusul nanti" Firda yang mendengar penuturan pengasuh Micheal itu langsung tertawa begitu juga dengan Gabriel.


"Micheal, sholat itu tidak bisa di susul susul begitu, Nak. Harus di selesaikan, kalau tiga rakaat ya harus di lakukan tiga rakaat nya. Ya?"


"Tapi kan Mickey sudah malas yang mau berdiri lagi, Mommy" rengek Micheal.


"Micheal anak kuat apa lemah?"


"Anak pintar atau tidak?"


"Anak pintar..."


"Nah, kalau anak kuat dan pintar itu tidak malas. Cuma nambah satu rakaat lagi kan tidak capek"


Sementara itu, Angeline yang baru saja pulang dari kantor nya langsung mendatangi Micheal dan di kamar nya dan ia mendapati putra nya itu yang sedang video call dengan Ibu tiri nya.


"Apa kabar Firda?" tanya Angeline dan ia mengintip layar ponsel yang di pegang Suster Micheal.

__ADS_1


"Baik, Kak. Cuma sedikit demam..." jawab Firda.


"Semoga cepat sembuh ya, Fir" ucap Angeline dengan tulus.


"Aamiin, terima kasih doa nya. Kabar Angeline dan keluarga gimana?"


"Kami baik juga..."


"Kok tanya lagi, Mommy? Kan tadi sudah tanya begitu sama Mickey" ujar Micheal yang membuat Firda dan Angeline tertawa.


"Kan belum tanya sama Mommy" jawab Angeline dan Micheal hanya mengangguk anggukan kepala nya.


Mereka pun terus berbicara dan Firda memberikan saran supaya Angeline sholat bersama sama dengan Micheal, dengan begitu Micheal tahu aturan sholat dan akan terbiasa. Angeline tidak tersinggung sama sekali dengan Firda dan ia justru berterima kasih karena sudah di ingatkan.


.........


Sementara di penjara...


Seorang tahanan dengan tingkat kejahatan yang tinggi dan berbahaya akan di tempatkan di sel yang mereka sebut lubang tikus. Sebuah sel sempit, gelap, tidak ada cahaya matahari yang masuk dan yang pasti sendirian. Begitu juga yang menjadi tempat tinggal Edward selama beberapa bulan ini.


Ia di letakkan dimana seharus nya ia bisa merenungkan hidup nya dan kesalahan kesalahan nya, merubah diri menjadi lebih baik agar setidak nya ia bisa di tempatkan di sel yang umum. Edward seperti akan gila di tempatkan di sel ini, ia tidak tahu kapan malam dan kapan siang. Ia juga hanya di beri makan dua kali dengan porsi yang sangat tidak cukup. Dulu dia gagah dan kuat, namun sekarang ia begitu kurus, rambut nya panjang begitu juga dengan bulu buku yang tumbuh di ruhang dan dagu nya.


"Apakah selanjutnya yang akan terjadi?

__ADS_1


__ADS_2