
Gabriel membawa pulang Firda setelah selesai melakukan pemeriksaan dengan Dokter, Gabriel bahkan menggendong Firda hingga ke mobil tak perduli Firda yg terus memberontak dan meminta turun.
"Jangan bergerak, Nyonya Emerson... Aku melakukan ini agar aku tidak berpuasa lama" ujar Gabriel yg membuat Firda mendelik, sementara Gio dan beberapa bodyguard lainnya masih dengan setia mengikuti tuan dan Nyonya muda mereka dari belakang, depan dan dari samping. Seolah membuat formasi dan benar benar membentengi Tuan dan Nyonya Emerson itu.
"Kenapa kamu selalu memanggil ku Nyonya Emerson?" tanya Firda dan ia berhenti memberontak.
"Karena kamu memang Nyonya Emerson, istriku..." jawab Gabriel kemudian. Dimana Gio yg mendengar itu hanya bisa tersenyum simpul, karena bersama Firda ia melihat sang Don yg benar benar berbeda.
"Tapi rasanya aneh di panggil Nyonya Emerson, terus kenapa orang orang ini mengelilingi kita? Sudah seperti presiden saja..." gerutu Firda.
"Kata nya kamu takut ada kecelakaan lagi..." jawab Gabriel dan bersamaan dengan itu, seorang wanita yg tampak sedang buru buru tidak sengaja menabrak salah satu bodyguard Gabriel membuat wanita itu terjatuh terjerembab
"Hey..." seru Gio pada wanita itu yg malah diam dan terus memandangi Gabriel yg kini berjalan menjauh bersama Gabriel.
"Gabriel..." seru wanita itu kemudian ia segera berdiri dan hendak mengejar Gabriel namun Gio dan dua orang bodyguard lain nya langsung menghalangi wanita itu.
"Siapa kau, Nyonya?" tanya Gio tajam sembari menatap wanita itu penuh selidik.
"Aku..." wanita itu hanya bisa menatap kepergian Gabriel yg di kelilingi beberapa bodyguard dan menggendong seorang wanita.
"Bukan siapa siapa..." jawab nya kemudian dan ia segera bergegas pergi dari sana sembari memegang dada nya yg terasa sesak.
Wanita itu memasuki ruang rawat dimana ada seorang pria paruh baya yg sedang di tangani oleh Dokter.
"Angeline, sedang apa kamu di sini?" tanya pria paruh baya itu.
"Menjenguk Ayah, memang nya apa lagi?" seru Angeline dan ia terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan Ayah nya itu.
"Ini cuma kecelakaan kecil, seharusnya kamu tidak perlu ke sini. Dimana Mickey?"
"Di rumah bersama Frank" jawab Angeline "Bagaiamana keadaan Ayah ku, Dok?" tanya Angeline kemudian.
"Tidak ada luka serius, Nyonya. Bahkan Tuan Mario sudah boleh langsung pulang" ujar Dokter itu yg membuat Angeline bernafas lega.
Namun mengingat pria tadi yg sedang menggendong wanita, membuat hati Angeline kembali terasa sesak.
"Apa dia benar benar Gabriel?" batin nya bertanya tanya penasaran, semenjak meninggalkan Gabriel, Angeline memang selalu menolak menemui Gabriel meskipun Gabriel selalu berusaha menemui nya dengan segala cara. Angeline sungguh tidak bisa menerima sisi gelap Gabriel yg seorang kriminal.
__ADS_1
Namun hati nya tak bisa di bohongi, ia masih sangat mencintai mantan suaminya itu, ayah dari putra semata wayang nya.
.........
Sesampainya di rumah, Gabriel kembali menggendong Firda hingga ke kamarnya. Firda tak lagi memberontak dan ia malah mengalungkan lengan nya di leher Gabriel, menikmati perlakuan mesra Gabriel.
Gabriel menidurkan Firda di ranjang nya dengan sangat perlahan, seolah ia takut menyakiti Firda jika bergerak kasar sedikit saja.
"Om, kenapa di rumah ini banyak cctv?" tanya Firda sembari menarik selimut dan ia merebahkan diri nya, entah mengapa tiba-tiba ia merasa mengantuk.
"Hanya untuk jaga jaga" jawab Gabriel "Kamu mau tidur?"
"Iya, tiba tiba saja mata Firda mau tidur, Om" jawab Firda yg membuat Gabriel terkekeh.
"Hm, tidur lah..." Gabriel membantu Firda untuk menyelimuti tubuhnya "Em, apa kamu tidak mau melepas jilbab mu itu?" tanya Gabriel kemudian, mengingat ia sudah melihat semua tubuh Firda jadi rasanya sudah tidak perlu lagi Firda merasa malu dan harus tidur dengan mengenakan jilbab.
Tanpa menjawab Gabriel, Firda langsung melepaskan jilbab nya dan ia langsung memejamkan mata, ia terlihat memang sangat mengantuk.
Gabriel membiarkan nya saja, ia hanya terkekeh melihat tingkah Firda yg seperti anak anak.
.........
Jadi pagi pagi sekali Firda sudah keluar dan jalan jalan di sana.
Tiba tiba Firda menganga dengan mata yg juga terbuka lebar saat ia melihat Gio yg sedang lari tanpa mengenakan baju dan hanya mengenakan celana training.
"Seksi nya..." gumam Firda namun kemudian ia langsung menutup mata dengan kedua tangan nya "Ya Allah, bukan mahram, maaf ya Allah, Firda khilaf..." ia kembali menggumam.
Kemudian Firda berbalik karena hendak kembali ke rumah namun tiba tiba ia malah menabrkan Gabriel yg entah sejak kapan berdiri di belakang nya.
Gabriel terlihat seram saat ini, pandangan nya tajam seolah ingin menyantap Firda. Bibir nya tertutup rapat dan rahang nya terlihat mengeras. Firda merasa ter intimidasi dengan tatapan Gabriel saat ini.
"Masuk!!!" Gabriel mendesis tajam dan entah mengapa Firda merasa takut, ia pun langsung berlari kecil kembali ke dalam rumah.
Sekarang Gabriel mendatangi Gio yg masih berlari, kedatangan Gabriel membuat Gio langsung menghentikan aktivitas rutin di pagi hari nya itu.
"Selamat pagi, Don Gabriel..." seru Gio.
__ADS_1
"Pakai baju mu, sialan..." desis Gabriel tiba tiba yg membuat Gio langsung mengerutkan kening nya dalam.
"M.. Maksud nya?" tanya Gio heran.
"Kamu tuli? Aku bilang pakai baju mu, mau pamer badan mungil mu itu, hm?" ujar Gabriel tajam yg membuat Gio semakin bingung. Karena sudah hal biasa ia berolah raga tanpa baju.
"B...baik, Don Gabriel..." mau tidak mau Gio harus mengikuti perintah abstrak dari sang Don.
.........
Gabriel sedang bersiap siap untuk pergi ke kantor nya, ia mengenakan setelan jas hitam yg membuat nya terlihat tampak sangat tampan dan gagah.
Setelah itu, Gabriel keluar dari kamar nya dan saat menuruni tangga, Gabriel melihat Firda dan Gio yg saat ini sedang memberi makan kucing kucing nya tepat di tengah ruangan.
"Gio..." seru Gabriel nyaring yg membuat Gio dan Firda tersentak kaget.
"Ya, Don Gabriel?" Gio langsung merespon dan langsung berdiri tegak.
"Apa yg kau lakukan? Kenapa dekat dekat dengan istri ku?" tanya nya yg entah mengapa malah membuat Gio ingin tersenyum geli namun ia menahan nya.
"Maaf, Don Gabriel. Aku hanya membantu Nyonya Firda memberi makan kucing nya" jawab Gio.
"Itu bukan tugas mu tapi tugas pelayan..." tukas Gabriel yg membuat Gio langsung menundukan kepalanya, sementara Firda hanya menatap Gabriel heran kemudian berkata
"Galak amat, Om. Sudah seperti orang cemburu saja..." celetuk nya dengan enteng dan kemudian ia kembali melihat kucing nya yg saat ini sedang makan.
Gabriel yg mendengar ucapan Firda hanya bisa gelagapan namun ia tetap berusaha memasang wajah dingin nya karena saat ini Gio sedang memperhatikan nya dengan senyum yg Gio tahan.
"Aku akan ke kantor..." seru Gabriel.
"Hm.." jawab Firda tanpa menoleh.
Gabriel pun bergegas keluar dan Gio mengekori nya dari belakang.
Gio langsung membukakan pintu mobil untuk Gabriel dengan sigap, kemudian ia pun segera menyusul dan duduk di kemudi.
Gio melirik Gabriel dari spion dan bertanya.
__ADS_1
"Don Gabriel cemburu ya?"
"Fokus mata mu ke jalan atau aku akan mencokel nya, Gio..." tukas Gabriel yg tentu membuat Gio langsung benar benar fokus ke jalan.