
Firda kembali ke kamar nya dan ia melihat kamar nya yg masih kosong, Firda hanya bisa menghela nafas panjang kemudian menjatuhkan diri nya di ranjang.
"Siapa dia? Aku yakin ada seseorang di kamar itu, bahkan pakaian nya persis seperti pakaian Om Gabriel. Tapi bukan, dan...." Firda mencoba mengingat aroma parfum orang itu, Firda sempat menghirup nya saat menabrak orang itu "Itu memang bukan Om Gabriel, aroma parfum nya berbeda. Tapi siapa? Apa hantu?"
Berbagai pertanyaan dan kemungkinan muncul dalam benak Firda, namun Firda tetap tak bisa menyimpulkan siapa dia dan kenapa seolah memancing Firda kesana.
Firda yg merasa lelah membuat ia mulai mengantuk, bahkan tatapan nya sudah semakin sayu. Baru saja Firda akan memejamkan mata, terdengar suara pintu yg terbuka dan Firda langsung kembali membuka mata lebar lebar. Firda melihat Gabriel yg berjalan masuk dan hal itu langsung membuat Firda melompat dari ranjang.
"Om, aku minta maaf..." ujar Firda bergegas menghampiri Gabriel. Gabriel pura pura tak mendengar nya, ia melepaskan pakaian nya dan hendak pergi ke kamar mandi namun Firda terus mengikuti nya bahkan sampai kedua nya masuk ke kamar mandi.
"Om, aku benar benar minta maaf. Aku bukan nya bermaksud ikut campur bisnis mu, aku tahu aku salah" Gabriel tak menghiraukan Firda.
Gabriel melepaskan celana nya dengan santai dan seketika Firda langsung berbalik badan, tak ingin melihat sang suami yg saat ini sedang tak menutupi pakaian nya dengan sehelai benang pun.
"Om, maafin aku ya..." rengek Firda lagi namun masih memumggungi Gabriel.
Gabriel sendiri merasa heran dengan kelakuan Firda, apa lagi Firda tampak sangat tulus meminta maaf nya.
"Kamu mau aku maafin?" tanya Gabriel dan ia mulai menyalakan shower, terdengar suara gemercik air dari belakang Firda.
"Iya, nanti aku dosa kalau Om Gabriel tidak mau memaafkan ku. Jadi, aku benar benar minta maaf" ujar Firda lagi.
"Balik badan, menghadap sini..." titah Gabriel dan mau tak mau Firda pun berbalik badan, menghadap Gabriel namun ia menunduk dalam. Tentu Firda tak ingin melihat sang suami yg saat ini dalam keadaan naked.
"Ck, mendongak. Lihat aku..." pinta Gabriel lagi namun Firda menggeleng, ia merasa malu.
"Baiklah, aku tidak akan memaafkan mu" ucap Gabriel lagi dan Firda langsung mendongak, seketika tatapan nya langsung bertemu dengan tatapan Gabriel. Saat Gabriel sedang berdiri di bawah shower yg sudah di matikan nya.
__ADS_1
"Dengarkan aku, Firda..." tegas Gabriel kemudian "Aku sangat menghargai mu sebagai istri ku, dan aku harap kamu juga menghargai ku sebagai suami mu. Dan satu hal yg sangat aku tidak suka dalam hidup ku, yaitu ada yg mencampuri urusan bisnis ku..." tukas nya. Seketika Firda langsung terlihat sedih setelah mendengar apa yg di katakan suami nya itu, namun saat ini Firda tak bisa apa apa dan hanya bisa bisa memaksakan bibirnya tersenyum dan mengangguk.
"Aku mengerti, Om..." ujar Firda kemudian ia pun keluar dari kamar mandi dengan perasaan yg kecewa kepada Gabriel.
Tadi Firda dalam bahaya, tapi Gabriel tidak tahu dan tidak ada saat Firda membutuhkan nya. Firda juga hanya perduli pada suami nya, tapi ternyata ini balasan Gabriel pada nya.
Firda memang tidak mengenal Gabriel, tidak mengenal karakter nya, watak nya dan kebiasaan nya. Hal itu membuat Firda sedih, apa lagi setelah ia mengetahui karakter Gabriel yg seperti ini sekarang. Seolah tak ingin di kritik dan di beri tahu.
Di kamar nya, Firda hanya duduk di tepi ranjang dengan pandangan lurus ke depan. Terbersit dalam benak Firda sebuah penyesalan karena sudah menikahi Gabriel.
"Firda Firda, jangan seperti itu..." seru Firda pada diri nya sendiri "Tidak ada manusia yg sempurna, kamu juga tidak sempurna" lanjut nya.
Tak lama kemudian Gabriel keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe.
"Mandi lah, pakaian mu akan segera di antar kan..." ujar Gabriel dan tanpa menjawab apa pun, Firda langsung bergegas ke kamar mandi.
Dan saat terdengar suara ketukan pintu, Gabriel langsung bergegas membuka pintu dan yg datang ternyata Gio.
"Ada apa, Gio?" tanya Gabriel.
"Don, ada seseorang yang berusaha meneror Nyonya Firda" ujar Gio yg membuat Gabriel terkejut
"Dimana? Kapan?" tanya Gabriel panik dan ia menoleh, pandangan nya mencari sosok Firda yg saat ini tentu sedang mandi di kamar mandi.
"Tadi, kata Nyonya Firda dia berusaha mencari mu dan mengikuti mu. Aku sudah mendapatkan rekaman cctv nya" Gio memberikan ponsel nya pada Gabriel. Sebuah rekaman menunujukan Firda yg sedang mengikuti seseorang hingga masuk ke sebuah kamar, kemudian Gio datang dan membuka pintu kamar itu. Di video itu, Firda terlihat panik dan ketakutan.
"Bagaiamana bisa? Siapa pria ini? Dia berpenampilan ku, Firda pasti mengira dia itu aku" ujar Gabriel.
__ADS_1
"Aku sudah berusaha mencari nya, Tuan. Tapi kami tidak menemukan nya, selain itu aku juga sudah bertanya pada resepsionis, tapi ternyata tidak ada tamu yg menginap di sana"
Gabriel tampak cemas dan juga marah karena seperti nya orang itu memang menargetkan Firda, Gabriel merutuki kebodohan nya yg meninggalkan Firda sendirian. Tapi ia juga bingung, kenapa Firda tidak memberi tau hal itu? Kenapa Firda malah sibuk meminta maaf dan bukan nya memberi tahu Gabriel bahwa ia dalam bahaya?
"Perketat penjagaan, Gio. Dan mulai sekarang, Firda barus di jaga 24 jam" titah Gabriel dan Gio langsung mengangguk patuh.
"Baik, Don Gabriel..."
Bersamaan dengan itu, seorang wanita datang dengan membawa pakaian Gabriel dan Firda. Namun sebelum memasuki kamar mereka, Gio terlebih dahulu memeriksa wanita itu dan barang barang yg di bawa oleh nya. Setelah selesai, wanita itu di persilahkan masuk hanya untuk meletakkan pakaian Gabriel dan Firda di ranjang dan setelah nya ia langsung di perintahkan pergi. Gio pun di persilahkan pergi oleh Gabriel karena sebentar lagi Firda pasti keluar dari kamar mandi.
Dan benar saja, kini Firda keluar dari kamar mandi dengan wajah yg terlihat jauh lebih segar.
"Firda, kamu tidak apa apa?" tanya Gabriel cemas yg membuat Firda mengerutkan dahi nya.
"Kenapa memang nya?" Gumam Firda.
"Ada seseorang yg meneror mu? Apa dia menyakiti mu?" tanya Gabriel lagi bahkan kini ia memegang kedua pundak Firda dengan tangan nya, menatap Firda dengan khawatir. Membuat Firda bingung dengan sikap Gabriel yg sebenarnya.
"Aku baik baik saja, mungkin hanya orang iseng" jawab Firda santai kemudian ia mengambil pakaian nya dan memakai nya di hadapan Gabriel.
"Lain kali, kamu tidak boleh pergi tanpa Gio, ya?" bujuk Gabriel lagi dan Firda hanya mengangguk. Ia terlalu lelah untuk menjawab Gabriel. Karena apa yg di katakan Gabriel di kamar mandi tadi, membuat Firda merasa tak nyaman dan juga canggung.
Firda seolah bingung, yg mana watak Gabriel yg sebenarnya?
Yg selalu manis dan baik pada Firda atau kah yg dominan dan keras kepala seperti yg Gabriel tunjukan di dunia bisnis nya?
Firda tidak tahu dan tidak mengerti, yg saat ini Firda ingin ketahui bukanlah kehidupan bisnis Gabriel, tapi kehidupan pribadi nya dan watak yg sebenarnya. Sementara seharian ini Firda di perkenalkan pada kehidupan bisnis Gabriel dan watak nya sebagai seorang boss.
__ADS_1