Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 107 - Mengungkap 2


__ADS_3

Setelah memastikan Firda beristirahat di kamar nya, Gabriel bergegas pergi kerumah pribadi John, rumah yg tak jauh dari markas Black Swan berada. Gabriel pergi sendirian karena saat ini ia sungguh tidak bisa percaya siapapun selain diri nya dan Firda.


Sesampai nya di rumah yg di juga di jaga oleh beberapa orang itu, Gabriel langsung turun dari mobil nya dan di sambut oleh penjaga rumah.


"Aku hanya ingin mengambil barang ku yg ada di kamar John" tukas Gabriel berbohong.


"Silahkan Don Gabriel" jawab pria itu mempersilahkan Gabriel, Gabriel pun langsung bergegas ke kamar John dan ia mencari sesuatu di sana. Suatu hal yg mungkin bisa ia jadikan petunjuk, karena Firda nya tidak mungkin berbohong.


Namun sayang nya Gabriel tidak menemukan apapun di sana, Gabriel hendak pergi namun kemudian perhatian nya teralihkan pada sebuah benda yg ada di balik meja kecil yg ada di dekat pintu. Gabriel menggeser meja itu dan ia menemukan sebuah lukisan kecil di sana, yg bergambar sebuah dadu bermata tiga. Gabriel mengernyit bingung, ia mencoba menarik lukisan itu namun tidak bisa. Kemudian Gabriel mencoba meraba raba lukisan itu dan ternyata mata dadu itu timbul.


"Dadu?" gumam Gabriel. Kemudian ia mencoba menekan setiap mata dadu itu dan tiba tiba dinding di belakang nya terbuka. Gabriel sedikit terkejut karena ia tidak pernah tahu hal ini sebelum nya. Gabriel fikir, John tidak pernah memiliki rahasia yg di sembunyikan dari Gabriel, karena Gabriel pun tak memiliki rahasia yg di sembunyikan dari John.


Gabriel masuk ke pintu itu dan ada sebuah tangga di sana. Gabriel pun menuruni tangga kecil itu dan seketika ia menganga lebar saat mendapati sebuah ruangan yg di penuhi dengan monitor monitor yg menampilkan rumah Gabriel dari segala sisi, bahkan juga kamar nya. Kamar nya...


Gabriel bisa melihat dengan jelas Firda yg sedang berbaring di kamar nya saat ini. Bahkan bukan hanya rumah nya, tapi juga rumah Angeline dan sebuah kamar yg tampak seperti kamar anak anak. Gabriel memperhatikan semua nya baik baik dan ia tahu itu adalah kamar Micheal, putra nya.


Darah Gabriel seperti mendidih saat ini, amarah nya membuncah hingga ke ubun ubun nya, tangan nya mengepal kuat dan gemelatuk gigi nya terdengar jelas. Sorot mata nya bahkan seolah berapi.


"Siapa kau..." desis Gabriel penuh amarah. Gabriel mengeluarkan pistol nya dan menghancurkan ruangan itu dengan membabi buta.


"Sialan... Aku akan membunuh mu, John" desis Gabriel penuh amarah dan ia masih menembaki ruangan itu dan menghancurkan semua monitor nya di sana.


Dada Gabriel bergemuruh hebat, nafas nya terengah dan rahang nya mengeras.

__ADS_1


"Aku bersumpah kamu akan mati di tangan ku"


...


Sementara itu, Firda yg baru terbangun dari tidur nya merasa sedikit pusing. Namun Firda memaksakan diri bangun karena ia belum sholat dzuhur. Firda mengambil wudhu, sholat, berdizkir dan berdoa. Setelah selesai, Firda mengambil Flashdisk yg di berikan Mini pada nya dan ia mencolokan nya ke laptop milik nya.


Saat Firda menyalakan laptop nya dan melihat isi file yg tersimpan di Flashdisk itu, Firda tercengang.


Di sana terdapat biography Gio, kedua orang tua nya dan juga satu kakak nya. Yg membuat Firda tercengang, karena ternyata ayah Gio adalah seorang pembunuh bayaran, sementara ibu nya adalah penyelundup senjata dan terlibat dalam penjualan narkoba dengan nama samaran King.


"Bagaiamana bisa Mini mendapatkan informasi sedetail ini?" Firda menggumam heran, ia kembali membuka file yg lain dan terdapat beberapa foto wanita cantik yg mungkin seumuran dengan Gio, dan di sana juga terdapat beberapa foto Gio yg seperti nya di ambil secara diam diam. Dan kebanyakan foto itu seperti ada di sebuah markas dengan beberapa orang di sana. Mereka semua berpakaian setelan jas hitam, seperti para penjaga.


"Apa Gio juga benar benar juga berasal dari keluarga Mafia?" Firda kembali menggumam sendiri.


"Bang Gabriel..." seru Firda, ia langsung menghampiri suami nya yg terlihat sangat marah itu, namun ia juga melihat Sorot kecemasan di mata nya "Ada apa?" tanya Firda heran.


"Sayang, kita harus pergi dari sini" kata Gabriel.


"Kemana? Kenapa?" tanya Firda bingung, Firda bahkan sampai lupa kalau laptop nya masih terbuka dan layar nya menampilkan foto Gio dan gadis itu.


"Aku akan menjelaskan nya nanti, hm. Tapi kamu jangan takut, jangan panik, jangan cemas, semua nya baik baik saja" kata Gabriel karena ia mengingat Dokter yg mengatakan kandungan firda masih lemah dan tidak boleh stres.


"Seperti nya kamu yg takut, panik, dan cemas, Bang Gabriel" kata Firda lagi.

__ADS_1


"Aku...." pandangan Gabriel tertuju pada laptop Firda yg masih menyala, ia pun berjalan mendekati nya dan terlambat bagi Firda untuk mencegah nya.


"Wanita ini...." gumam Gabriel heran.


"Bang Gabriel kenal dengan wanita itu?" tanya Firda kemudian. Gabriel menoleh dan menatap Firda dengan bingung, apa yg harus ia katakan sekarang? haruskah ia jujur tentang semua nya?


Sementara Firda, ia juga menatap Gabriel dan ia merasa sudah saat nya ia berkata jujur pada suami nya itu.


"Bang Gabriel, sebenar nya ada yg ingin aku katakan, aku ingin jujur sesuatu..."


...


"Paman Ed, apa kau tidak ingin membalas kematian Kiroz sebelum kau pergi?" tanya Gio sembari membidik ke salah satu anak buah nya, dimana di atas kepala anak buah nya terdapat sebuah apel.


"Aku serahkan itu pada mu, Son" kata Eduardo.


Duarrrr.....


Gio berhasil menembak tepat di tengah apel itu dan itu membuat anak buah nya bernafas lega.


"Maafkan aku, Paman Ed. Aku sungguh tidak menyangka John akan melakukan hal serendah itu untuk membunuh Kiroz, dia tahu tidak ada yg bisa membunuh Kiroz dan orang orang nya selain Gabriel. Dan dia membodohi Gabriel demi hal itu padahal Gabriel sudah menyatakan berhenti dari Black Swan, itu pertanyaan yg besar sebenarnya bagi ku. Kenapa John harus membohongi Gabriel?" kata Gio dan terdapat penyesalan dalam nada bicara nya.


Saat itu Gio sibuk menjaga Firda, sehingga Kiroz, tangan kanan paman nya sekaligus teman Gio harus merenggang nyawa. Padahal selama ini, Gio selalu menjadi mata mata setia yg menyusup di Black Swan, menjadi musuh dalam selimut yg bisa menikam kapan saja dan dari mana saja. Tapi hidup Gio seperti berubah 180 derajat karena ada nya wanita yg bernama Firda.

__ADS_1


"Mungkin dia sama seperti mu, Gio. Musuh dalam selimut Gabriel Emerson. Malang sekali putra Edward Emerson itu"


__ADS_2