Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 137 - Don Gabriel Rewel Di Kondangan


__ADS_3

Gabriel melirik orang orang di sekitar nya yg saat ini sedang menikmati hidangan dari kondangan itu, ada sepiring nasi penuh, ada ayam goreng, ada sate, ada kerupuk, ada sambal. Gabriel meringis melihat hal itu.


"Kenapa diam? Mau makan tidak?" tanya Firda sembari menyodorkan piring kosong untuk Gabriel.


Gabriel menggeleng tapi terdengar perut nya yg keroncongan, membuat Firda terkekeh.


"Sudah, tidak usah malu malu kalau memang lapar. Makan saja yg banyak" kata Firda kemudian ia mengambilkan nasi sedikit untuk Gabriel, menambahkan sayuran dan ayam goreng.


"Mau lagi?" tanya nya dan Gabriel menggeleng. Firda juga mengambil makanan dengan porsi yg lebih banyak dari Gabriel. Karena makan nya memang nya banyak apa lagi sekarang dia sedang hamil.


Setelah itu, Firda membawa Gabriel duduk di kursi.


"Kakek sama Abi tidak makan?" tanya Gabriel sembari ia melihat orang orang yg makan menggunakan tangan nya, kembali membuat Gabriel meringis meskipun ada sebagian yg memakai sendok tapi tak ada garpu nya


"Mereka makan di dalam..." jawab Firda, tentu karena Kiai selalu mendapatkan pelayanan yg berbeda dan menu yg pasti juga berbeda. Sebenarnya setelah Kakek nya ceramah tadi dengan tema kehidupan setelah pernikahan, Firda dan Gabriel di panggil untuk bergabung namun Firda menolak. Dia ingin Gabriel beradaptasi dengan lingkungan di desa nya sebagai orang biasa, ingin membuat Gabriel terbiasa dengan adat dan kebiasaan orang orang desa nya. Apa lagi mereka berniat akan tinggal di desa Firda nanti.


"Sayang, tidak ada sendok dan garpu?" tanya Gabriel.


"Pakai tangan ya, Bang" jawab Firda yg membuat Gabriel langsung memasang wajah masam nya.


"Kenapa? Tidak mau?" tanya Firda menatap suami nya itu.


"Suapi ya..." pinta nya yg membuat pupil mata Firda langsung melebar.


"Bang, malu sama orang..." bisik Firda pada suami nya yg membuat nya tak habis fikir itu. Gabriel menghela nafas panjang saat Firda menarik tangan nya untuk mencuci tangan.

__ADS_1


Gabriel langsung mengambil sepotong ayam goreng nya namun ia meringis saat menggigit ayam nya itu.


"Kenapa?" tanya Firda heran.


"Ayam nya keras..." rengek Gabriel yg membuat Firda terkekeh


"Sedikit pedas juga" ia kembali merengek yg membuat Firda berdecak.


"Engga bisa di bawa kondangan lagi nih suami..." batin nya berseru lesu.


"Makan sayur nya saja kalau begitu, Bang..." pinta Firda kemudian.


Dia kan membawa suami nya, kenapa malah seperti membawa anak laki laki nya yg rewel?


"Sayur nya asin..." Gabriel kembali merengek, dan rasa nya kesabaran Firda sudah habis.


"Ya sudah, tidak usah makan" ketus Firda


"Ada apa, Ning Firda?" tanya seorang wanita paruh baya yg merupakan tuan rumah dari acara tersebut.


"Tidak apa apa, Bi" jawab Firda dengan senyum lebar nya.


"Kenapa suami mu tidak makan?" tanya wanita itu.


"Kenyang kata nya, Bi. Tadi sebelum kesini sudah makan" jawab nya terpaksa berbohong, tidak mungkin Firda jujur kalau Gabriel mengeluh ayam goreng nya keras dan sayur nya asin. Sementara Gabriel meringis karena istri nya itu berbohong.

__ADS_1


"Setidak nya makan meskipun sedikit, sate nya enak lho" ujar wanita itu.


"Oh ya, Bang Gabriel makan sate saja" seru Firda dan ia yakin Gabriel tak punya alasan untuk mengeluh tentang sate nya. Sementara Gabriel hanya mengangguk. Wanita itu pun mengambilkan sate untuk Gabriel tak lupa dengan tiga centong nasi yg membuat Gabriel melotot terkejut.


Firda yg tahu porsi makan suami nya sangat sedikit jika itu karbo hanya bisa menahan senyum, ia meminta Gabriel memakan nya untuk menghormati Tuan rumah yg bahkan sampai mengambil kan nya nasi dan Gabriel pun memakan nya.


"Kapan Ning Firda akan kembali ke kota?" tanya wanita itu lagi.


"Masih belum tahu, Bi. Kami masih ingin di sini.." jawab Firda dengan senyum lembut nya.


"Hem begitu..." gumam nya sambil melirik Gabriel dan tersenyum "Suami Ning Firda jarang tersenyum ya" cetus nya yg membuat Firda terkekeh. Gabriel bukan nya jarang tersenyum, tapi memang raut wajah yg selalu dingin. Seperti nya bawaan lahir.


"Masih belum kenal saja, Bi. Orang nya ramah kok" jawab Firda yg membuat Gabriel tersenyum samar, Firda selalu membicarakan hal yg baik tentang nya di mana pun dan pada siapa pun. Membuat Gabriel tersentuh karena ketulusan dan kebaikan istri nya itu.


..........


Angeline memasuki kamar yg di tempati Firda dan Gabriel selama ini. Kamar itu sangat luas dan mewah, membuat Angeline teringat dengan masa lalu nya bersama Gabriel. Dulu sewaktu menjadi istri Gabriel, Angeline dan Gabriel tinggal di sebuah perumahan biasa meskipun rumah itu besar dan mewah juga. Namun tentu tak sebesar dan tak semewah mansion ini. Membuat Angeline tersenyum samar, jika saja dulu ia mau bertahan dan mau menerima Gabriel apa ada nya, mungkin sekarang dia lah yg akan menjadi ratu Gabriel.


Angeline menatap foto pernikahan Firda dan Gabriel, seperti nya pernikahan mereka di adakan secara sederhana.


"Nyonya Angeline..."


Angeline tersentak saat tiba tiba ada seorang pelayan yg masuk ke kamar itu "Maaf, Nyonya mengganggu tapi..."


"Ada apa?" tanya Angeline.

__ADS_1


"Maaf, tapi biasanya Nyonya Firda tidak suka ada yg masuk ke kamar nya tanpa izin..." ucap nya lirih, takut membuat Angeline tersinggung dan marah "Bahkan selama ini Nyonya Firda membersihkan kamar nya sendiri" lanjut nya.


Angeline terdiam sejenak sebelum akhirnya ia mengangguk mengerti dan bergegas keluar dari kamar itu. Walaupun ada sedikit iri di hati nya dengan Firda, dengan apa yg Firda miliki bahkan semua pelayan dan bodyguard Gabriel tetap menghormati Firda meskipun Firda tak ada di depan mereka.


__ADS_2