Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 136 - Kondangan Ala Don Mafia


__ADS_3

Lima hari sudah Firda dan Gabriel berada di desa Firda, dan kedua nya merasa sangat senang bahkan Gabriel sudah merasa begitu betah. Walaupun begitu, senang tak membuat mereka tenang. Masih ada satu akar masalah yg belum bisa mereka selesaikan, yaitu mertua Firda.


Gabriel juga sudah berbelanja segala keperluan nya selama di desa.


Dan saat ini, Gabriel sedang sibuk dengan laptop nya di meja belajar Firda.


"Bang..." seru Firda yg membuat Gabriel tersentak kaget karena sebelum nya ia sangat fokus pada laptop nya, ada begitu banyak pekerjaan yg harus Gabriel handle dari kejauhan.


"Ada apa, Sayang?" tanya Gabriel kembali fokus pada laptop nya.


"Di ajak Abi pergi ke kondangan..." ujar Firda yg membuat Gabriel menakutkan kedua alis nya dengan kening berkerut.


"Kemana?" tanya nya lagi.


"Kondangan...." Firda memperjelas.


"Dimana itu? untuk apa?" tanya nya penasaran karena Gabriel bahkan tidak tahu apa itu kondangan.


"Kondangan ya di rumah orang yg mengadakan acara, Bang. Acara kawinan seperti nya" Firda menjelaskan.


"Oh, ke pesta pernikahan?" tanya Gabirl mengkonfirmasi dan Firda mengangguk.


"Siap siap ya, Abi tunggu di depan"


"Kamu tidak ikut?"


"Tidak, Bang. Aku mau istirahat di rumah"


"Okey"

__ADS_1


Setelah itu, Firda keluar dari kamar nya dan Gabriel segera menutup laptop nya, kemudian Gabriel mencari pakaian yg cocok untuk pergi ke pesta pernikahan.


Gabriel memilih sebuah setelan jas berwarna biru gelap dengan kemeja putih dan dasi kupu kupu.


Tak lupa ia memakai sepatu nya yg cukup mahal. Setelah siap, Gabriel menyemprotkan parfum yg beraroma sangat maskulin.


...


"Dimana suami mu, Fir?" tanya Abi Farhan pada Firda yg sedang rebahan di sofa sambil menikmati keripik pisang yg ia letakkan di atas perut nya yg mulai membuncit. Firda sedang menonton kartun yg sesekali membuat nya tertawa terbahak bahak.


"Di kamar, lagi siap siap" jawab Firda dengan tatapan yg masih fokus ke layar televisi.


"Haha .. Haha..." ia kembali tertawa saat kartun nya itu menampilkan adegan yg lucu. Abi dan Kakek nya yg melihat itu hanya bisa geleng geleng kepala, seandai nya perut Firda tidak buncit saat ini mereka tak kan percaya kalau Firda sudah punya suami dan sedang mengandung, mereka akan selalu menganggap Firda anak kecil.


"Hahah... Hmmmpppp" tawa Firda terhenti saat melihat Gabriel yg sangat tampan dan kharismatik dalam balutan jas yg baru di beli nya tiga haru yg lalu itu.


"Maksud nya?" tanya Gabriel dengan polos nya. Sementara Abi dan kakek nya hanya bisa menahan senyum sambil garuk garuk kepala.


"Kenapa pakai setelan jas serapi itu?" tanya Firda lagi sambil melangkah menghampiri suami nya itu.


"Mau ke pesta pernikahan kan?" tanya Gabriel dan Firda mengangguk, namun kemudian ia tertawa karena lupa menjelaskan pada Gabriel kalau pesta pernikahan di kota dan di desa itu sedikit berbeda, apa lagi dalam golongan hidup Gabriel. Dimana selama ini Gabriel pasti hanya menghadiri pernikahan orang orang penting dan kaya.


"Ayo, ganti dulu..." Firda menarik tangan Gabriel kembali ke kamar "Nanti orang malah mengira Bang Gabriel itu mempelai pria nya lagi" gerutu Firda.


Sesampai nya di kamar, Firda langsung melepas jas Gabriel dan dasi kupu kupu nya, kemudian Firda juga mengganti sepatu Gabriel dengan sepatu yg lebih casual.


"Sudah, begini saja..." ujar Firda setelah selesai. Gabriel menatap diri nya di cermin dan mengangguk anggukan kepala nya.


"Sesimple ini?" tanya Gabriel heran "Aku tidak pernah pergi ke pesta dengan penampilan seperti ini, ini terlalu casual" protes nya. Firda kembali terkekeh dan mengingatkan Gabriel dimana sekarang Gabriel berada.

__ADS_1


"Di desa ini, tidak ada Tuan Emerson apa lagi Don Gabriel. Hanya ada suami Firda dan menantu Ummi Aisyah dan Abi Farhan..." tukas Firda lagi yg membuat Gabriel tersenyum, Firda pernah mengatakan itu sebelum nya namun tentu saja sangat tidak mudah bagi Gabriel untuk beradaptasi dengan lingkungan baru yg sangat berbeda dengan lingkungan nya sebelum nya.


"Dan pakaian kondangan ala Don Mafia mau pun ala tuan Emerson itu tidak berlaku di sini, okey?" Firda menjelaskan sembari melepas kancing lengan kemeja Gabriel kemudian melipat lengan nya sedikit, tak lupa ia melepas kancing atas kemeja itu atau Gabriel akan terlihat seperti gantungan berjalan.


Firda mengamati Gabriel baik baik dan kemudian ia mengangkat kedua jempol tangan nya.


"Tapi kok masih ganteng ya..." gumam Firda cemas dan Gabriel masih mendengar apa yg di gumam kan oleh istri +nya itu.


"Terus? Kamu mau bikin aku jelek?" gurau nya.


"Bukan sih, cuma kalau ganteng begini terus pergi sendiri, ck, itu membuat ku cemas..." tukas nya yg membuat Gabriel tertawa. Firda segera mengambil gaun nya yg juga berwarna putih.


"Kita pergi kondangan bersama..." ucap nya kemudian.


...


Sekarang mereka sudah sampai di acara pernikahan tetangga jauh mereka itu, dan benar saja, saat sampai, Gabriel langsung menjadi pusat perhatian. Namun Firda terus menggandeng tangan suami nya itu dengan posesif, tidak memberikan kesempatan pada wanita mana pun untuk mencuri pandang pada nya. Sementara Gabriel sedikit tercengang dengan pesta pernikahan di desa Firda yg benar benar berbeda dengan pesta pernikahan yg biasa ia datangi.


"Kenapa, Bang?" tanya Firda karena melihat Gabriel yg melongo kesana kesini.


"sedikt Beda ya acara pesta pernikahan nya" tukas nya.


"Beda lah, beda adat" Jawab Firda.


"Kakek dimana?" tanya Gabriel karena sejak sampai, kakek dan Abi mertua nya hilang entah kemana. Mereka terpisah.


"Kakek mau ceramah, tuh..." Firda menunjuk kakek nya yg sudah berdiri di dekat kuade pengantin.


"Oh, masih ada ceramah nya" gumam Gabriel "Beda beda..." ucap nya yg membuat Firda terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2