Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 64 - Mencari Peneror


__ADS_3

"Ikut aku, Sayang..." ajak Gabriel sembari menarik tangan Firda keluar dari kamar nya, sekarang Gabriel merasa takut bahkan jika harus meninggalkan Firda di kamar nya.


"Mau kemana? Aku mengantuk..." ujar Firda namun ia mau tak mau ikut Gabriel karena Gabriel menggenggam tangan nya dengan begitu erat.


"Gio..." teriak Gabriel memanggil ajudan nya itu dan tak lama kemudian Gio pun bergegas menghadap sang Don.


"Ya, Don Gabriel..." jawab Gio.


"Periksa kamar ku, setiap sudut nya" perintah Gabriel "Dan cari tahu milik siapa ponsel ini, bagaimana mungkin bisa ada di kamar ku?" tanya Gabriel marah, ia benar benar terlihat marah saat ini, membuat Firda kembali terkejut dengan hal itu karena sebelumnya ia tak pernah melihat Gabriel marah seperti ini.


"Ada di kamar anda?" Gio malah balik bertanya membuat Gabriel tampak semakin marah.


"Seharusnya aku yg bertanya, Gio. Apa saja yg kau lakukan? Aku memerintahkan mu untuk menjaga rumah dan melindungi istri ku" teriak nya membuat Firda tersentak, ia menatap bingung sekaligus takut pada suami nya itu.


"Om Gabriel, itu hanya ponsel..." ucap Firda lembut, ia mengelus lembut lengan suami nya "Jangan marah marah ya..." pinta Firda yg membuat Gabriel secara refleks menarik nafas dalam.


"Tadi kamu bilang ada telpon masuk, apa kamu menjawab nya?" tanya Gabriel pada Firda.


"Iya, dia mengatakan semua nya sudah siap, tinggal menunggu perintah untuk eksekusi" jawab Firda jujur yg membuat Gabriel juga menjadi bingung dan semakin khawatir.


"Periksa kamar ku, sekarang!!" tegas nya pada Gio dan Gio pun langsung bergegas ke kamar sang Tuan.


Sementara Gabriel membawa Firda ke ruang kerja nya, Gabriel langsung mengambilkan laptop nya, memeriksa kembali rekaman cctv di setiap sudut di rumah nya itu.


Tidak ada yg mencurigakan, tidak ada yg masuk ke kamar nya. Apa lagi semenjak ada Firda, Firda lah yg membersihkan kamar Gabriel dan bukan lagi pelayan.


"Om..." seru Firda lembut, ia berdiri di samping Gabriel yg saat ini sedang sibuk dengan laptop nya di meja kerja nya "Apa maksud orang itu dengan menunggu perintah untuk eksekusi?" tanya nya.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, Firda" jawab Gabriel jujur, ia sendiri tidak mengerti kenapa seolah ada seseorang yg sengaja ingin menakut nakuti Firda.


"Apa ada pelayan yg masuk ke kamar?" tanya Gabriel lagi.


"Tidak ada" jawab Firda, ia ikut mengintip ke layar laptop suami nya "Memang nya ada apa? Apakah itu masalah yg serius?" tanya Firda lagi.


"Tentu saja, Firda. Ada yg masuk ke kamar kita, meletakkan ponsel dan melakukan teror pada mu. Itu sangat berbahaya" tukas Gabriel, kemudian ia mendongak dan menarik tangan Firda hingga Firda jatuh terduduk ke pangkauan nya


"Kamu tidak apa apa kan? Tidak ada yg menyakiti mu kan?" tanya Gabriel berusaha lembut, meskipun saat ini amarah benar benar menggelitik jiwa nya. Gabriel merutuki diri nya sendiri yg membawa Firda dan memperkenalkan nya sebagai istri pada orang orang. Gabriel tahu ini bisa berbahaya bagi Firda tapi Gabriel tidak menyangka teror itu sampai kerumah nya.


"Aku tidak apa apa" Firda berkata dengan lembut saat melihat amarah dan juga kecemasan di mata sang suami, Firda memberikan pijatan lembut di dahi suaminya yg mengkerut dalam.


"Jangan khawatir, aku baik baik saja. Kan ada kamu, ada Gio" ujar Firda berusaha menenangkan suami nya itu.


Gabriel tersenyum samar, harus ia akui sikap Firda yg membuat nya kembali merasa tenang hanya dengan suara dan sentuhan lembut nya membuat Gabriel merasa takjub.


"Tidur saja di sini dulu sampai Gio selesai memastikan keamanan kamar kita, hm" ujar Gabriel dan Firda mengangguk.


Gabriel membawa Firda ke sofa dan Firda merebahkan diri nya di sana dengan meletakkan kepala nya di pangkauan sang suami, sebelum Firda memejamkan mata, ia sempat menatap Gabriel dan melempar senyum lembut nya. Gabriel pun mengecup kening Firda dan meminta nya tidur.


....... ...


Gio mencari ke setiap sudut ruangan Gabriel, mencari sesuatu yg bisa memberikan nya petunjuk siapa yg telah berani memasuki kamar sang Don. Namun Gio tidak menemukan apapun di sana.


Gio pun mencoba memeriksa ponsel yg di berikan Gabriel, Gio mencoba menghubungi nomor yg ada di daftar panggilan masuk dan nomor itu sudah tidak terdaftar, sehingga Gio tidak bisa menghubungi nya.


Gio pun bergegas ke ruang kerja Gabriel untuk melaporkan hal itu, Gio mengetuk pintu dan terdengar suara Gabriel yg meminta nya masuk. Gio melihat Firda yg sedang tertidur meringkuk di sofa dengan kepala nya yg ada di pangkuan Gabriel.

__ADS_1


Saat tidur seperti ini, Firda tampak sangat cantik, apa lagi saat tiba tiba bibir Firda bergerak seperti mengemut sesuatu, seperti bayi saja yg membuat Gio kembali merasa gemas.


"Bagaiamana? Kamu menemukan sesuatu?" tanya Gabriel.


"Sepertinya orang itu menyusup tadi malam, saat kita berada di resort dan dia salah satu dari pelayan di rumah ini" ujar Gio masih melirik Firda yg masih tertidur pulas.


"Bagaiamana kamu tahu?" tanya Gabriel karena ia sudah memeriksa rekaman cctv namun tak ada jejak rekaman yg memperlihatkan ada yg memasuki kamarnya.


"Aku sudah memeriksa Cctv, Don. Biar aku perlihatkan" ujar Gio dan ia pun mendekati Gabriel, Gio memperlihatkan sebuah rekaman saat seorang pelayan memasuki kamar nya.


"Tapi aku tidak melihat rekaman ini" ujar Gabriel.


"Mungkin anda melewatkan nya, Don Gabriel. Coba periksa kembali..." ucap Gio setengah berbisik karena ia melihat Firda yg menggeliat seperti nya terganggu dengan suara mereka berdua.


Gio mengambilkan laptop Gabriel dan Gabriel pun kembali memeriksa rekaman cctv dari laptop nya dengan lebih teliti dan memang benar, ada seorang pelayan yg masuk ke kamar nya.


"Sialan..." geram Gabriel marah namun Gio langsung memberi nya isyarat untuk tidak berisik, Gio meletakkan jari nya di bibir nya.


"Sshhtt, Nyonya Firda sedang tertidur" bisik Gio dan seketika Gabriel melirik Firda.


"Kumpulkan semua pelayan rumah ini!" titah nya "Apa kamar ku aman?" tanya Gabriel lagi merendahkan suara nya.


"Iya, Tuan" jawab Gio.


Perlahan Gabriel mengangkat kepala Firda dari pangkauan nya dan ia pun menggendong Firda, membawa nya ke kamar nya.


Sementara Gio langsung mengumpulkan semua pelayan rumah nya namun ada satu pelayan yg tak datang.

__ADS_1


Gio memeriksa nya ke kamar pelayan dan dia sudah tidak ada.


__ADS_2