Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 84 - Akan Jadi Ibu


__ADS_3

"Dia... Dia adalah ibu dari putra ku"


Firda seketika langsung menarik tangan nya dari genggaman Gabriel. Ia menatap Gabriel dengan tatapan tak percaya nya dan juga luka yg begitu dalam, Firda tahu apa yg di katakan Gabriel pasti bukan lah gurauan semata.


Firda teringat bagaimana tatapan Angeline pada Gabriel di pesta itu, dan juga bagaimana tatapan Gabriel pada Micheal di rumah sakit saat itu.


Dada Firda kembali terasa sesak, untuk yg kedua kali nya ia mendapatkan sebuah kebenaran yg membuat nya tertampar dengan begitu keras.


Dan untuk yg kedua kalinya ia harus menyadari bahwa suami nya adalah seorang pembohong, berbohong dalam segala hal.


Sementara Gabriel tak bisa menyembunyikan rasa bersalah nya karena telah membobongi Firda, dan juga tak bisa menyembunyikan rasa sedih nya saat Firda kembali menarik tangan nya ketika Gabriel ingin kembali menggenggam nya.


"Jadi... Dugaan ku benar" lirih Firda dan ia beranjak dari sofa, tak terasa air mata menetes begitu saja dari sudut mata nya.


"Kamu bukan hanya seorang kriminal, tapi kamu juga pria bajing*n yg menghamili wanita dan meninggalkan nya" tuduh Firda yg tentu saja membuat Gabriel langsung menggeleng tegas, karena seperti nya Firda salah menanggapi nya dan mengira Angeline di hamili oleh Gabriel tanpa ikatan pernikahan.


"Tidak, Sayang. Bukan begitu cerita nya, Angeline itu..."


"Aku kecewa sama kamu, Gabriel. Berapa banyak lagi kebohongan yg kamu lakukan pada ku, huh?" desis Firda tajam. Gabriel sudah membuka mulut nya hendak menjawab Firda namun Firda tak memberi nya kesempatan sedikitpun, karena Firda sudah sangat kecewa pada Gabriel yg bahkan sudah membohongi seluruh keluarga besar Firda.


"Kamu bilang kamu tidak punya siapa pun, tapi nyata nya apa?" teriak Firda berderai air mata, ia tak bisa lagi menahan sesak di dada nya dan emosi yg sudah memuncak hingga terasa ke ubun ubun


"Kamu punya anak, dan kamu tetap berbohong? Atau jangan jangan kamu juga berbohong soal tidak tahu apakah kamu menyentuh ku atau tidak di hotel itu? Kamu sengaja berbohong supaya bisa menikahi ku?" tuduh Firda lagi penuh emosional yg tentu saja hal itu membuat Gabriel semakin gelagapan.


"Firda, dengarkan aku dulu. Aku bukan pria seperti itu..." tegas Gabriel namun Firda langsung bergegas pergi dari ruangan Gabriel.


Gabriel pun mengejar Firda dan terus memanggil nama istri nya itu tak perduli dengan orang orang yg memperhatikan mereka berdua.


Firda benar benar kecewa pada Gabriel, suami nya, cinta pertama nya, begitu banyak kebohongan yg di lakukan Gabriel. Membuat Firda kembali memikirkan rumah tangga nya yg bahkan tidak di landasi dengan cinta sedikitpun pada awalnya.

__ADS_1


"Firda, tunggu, Sayang..." teriak Gabriel tapi Firda tak menghiraukan nya sedikitpun.


Ia memasuki lift dengan cepat dan meninggalkan Gabriel di sana.


Di dalam lift, Firda kembali menangis sesegukan. Bukan fakta bahwa Gabriel memiliki anak yg membuat ia sakit hati. Melainkan karena kebohongan Gabriel pada nya, pada keluarga nya. Kebohongan yg bertubi tubi.


Firda merasa benar benar di bodohi, ia tak menyangka Gabriel akan setega itu pada nya.


.........


Sementara itu Gabriel juga langsung masuk ke lift yg lain untuk mengejar Firda, hati nya terasa sakit saat Firda menyebut nya sebagai bajingaan, tapi saat mengingat tatapan Firda yg tampak begitu kecewa dan terluka, membuat nya merasa jauh lebih sakit lagi, karena selama ini Firda sudah mencintai nya dengan begitu tulus. Sudah menerima semua kekurangan nya bahkan juga sisi gelap nya, dimana ibu kandung nya sendiri dan juga Angeline sebelum nya tak bisa menerima hal itu. Namun Firda menerima nya karena mencintai nya.


Gabriel harus bisa menjelaskan semua nya pada Firda, mendapatkan maaf dari nya dan tidak akan membiarkan Firda pergi dari nya.


.........


"Nyonya Firda, ada apa?" tanya Gio cemas yg melihat Firda datang dengan berderai air mata.


"Nyonya Firda..." seru Gio panik.


"Nyonya Firda, bangun..." pinta Gio sambil menepuk pipi Firda namun Firda tetap tak merespon sedikitpun.


Gio pun langsung memasukkan Firda ke dalam mobil nya dan bersamaan dengan itu Gabriel datang dan langsung memanggil Gio.


"Gio, ada apa?" teriak Gabriel panik sambil berlari ke arah Gio.


"Nyonya Firda pingsan..." jawab Gio sambil menidurkan Firda di jok belakang.


"P...pingsan?" tanya Gabriel dan ia langsung mendorong Gio untuk bisa melihat Firda.

__ADS_1


"Oh tuhan, ada apa dengan nya, Gio?" tanya Gabriel cemas "Kerumah sakit sekarang, Gio..." titah Gabriel dan ia pun masuk ke mobil dari sisi yg lain. Gabriel meletakkan kepala Firda di pangkuan nya, menghapus sisa air mata Firda di pipi nya dengan begitu lembut.


Gio pun masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi, sebelum menjalankan mobil nya, Gio sempat melirik Firda sekilas karena ia juga merasa cemas dengan Firda yg menangis dan tiba tiba pingsan.


Gio menjalankan mobil nya dengan kecepatan tinggi atas perintah Gabriel.


"Sayang, kamu kenapa? Maafkan aku ya, ku mohon" lirih Gabriel sambil mengusap pipi Firda, ia menunduk dan mengecup kening Firda.


"Sayang, ayo bangun..."


"Sayang, kamu tidak apa apa kan?"


Gabriel sungguh tidak bisa mengendalikan diri nya karena ia begitu cemas kepada Firda, sesekali Gio juga mencuri pandang pada Firda. Bahkan tanpa sadar hati nya juga mendoakan Firda, hati nya tak bisa di bohongi bahwa ia juga mencemaskan Nyonya muda nya.


"Semoga kau baik baik saja, Nyonya Firda"


Sesampainya di rumah sakit, Gabriel langsung menggendong Firda sementara Gio langsung memanggil Dokter untuk segera menangani Firda.


.........


Gabriel menunggu hasil laporan Firda setelah Dokter memeriksa nya, sementara sekarang ia sedang duduk di samping Firda yg masih belum sadarkan diri. Gabriel menggenggam tangan Firda dengan erat, mengecup nya berkali kali.


"Sayang, kenapa tidak bangun juga. Aku tahu kamu marah, izinkan aku menjelaskan nya, Sayang. Aku tidak mau kehilangan mu" lirih Gabriel dan ia merasakan tangan Firda yg bergerak.


Bersamaan dengan itu, Dokter datang dengan senyum di bibir nya.


Firda sudah membuka mata dan ia memegang kepala nya yg masih terasa pusing, Firda berusaha duduk dan dengan sigap Gabriel membantu namun sayang nya Firda enggan di sentuh oleh Gabriel. Membuat hati Gabriel terasa sakit.


"Dok, bagaimana keadaan istri ku?" tanya Gabriel cemas.

__ADS_1


"Anda jangan khawatir, Tuan Emerson. Nyonya Emerson baik baik saja, dan berita baik nya Nyonya Emerson akan segera jadi Ibu"


__ADS_2