Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 219 - Jadi Ayah


__ADS_3

Mini uring uringan memikirkan lamaran Gio yang out of the box Itu. Ia pernah nonton sebuah drama, dimana pemeran pria nya menyiapkan kejutan yang sangat indah untuk melamar wanita yang di cintai nya. Dari candlelight dinner, dimana cincin nya akan di masukan di dalam gelas minuman si wanita. Atau acara di pinggir pantai dengan pemandangan sunset yang indah dan pasti romantis. Apalagi kalau sampai di bawa naik balon udara di Cappadocia, saat balon nya di udara si pria akan berlutut sembari memegang sebuah cincin berlian dan menyatakan cinta nya.


"Cincin?" gumam Mini setelah fikiran nya berkelana akibat drama drama romantis yang ia tonton.


"Aku harus menagih cincin nya, baru setelah itu aku terima lamaran nya. Enak saja melamar orang tidak ada manis manis nya" gerutu Mini lagi.


.........


Sementara itu, Micheal sedang asyik main game di temani Grandpa nya bahkan tak terasa sampai adzan maghrib tiba. Dan saat hari mulai gelap, barulah Micheal menyadari bahwa sudah adzan maghrib.


"Yah, gara gara game jadi lupa sholat" gerutu Micheal.


"Kenapa, Mickey?" tanya sang kakek yang sejak tadi duduk di samping Micheal sembari nonton siaran berita.


"Sholat, Grandpa. Kata Mommy, sholat itu harus" jawab Micheal kemudian meletakkan gadget nya di atas meja "Cussss...." teriak nya dan tak lama kemudian sang Suster datang dengan memakai mukena.


"Ada apa, Mickey? Tadi Cus lagi sholat" kata suster nya itu.


"Cus kok sholat tidak ajak ajak Mickey?" tanya nya merajuk.


"Memang nya Mickey mau sholat juga?" tanya Suster nya itu.


"Iya, Cus. Mickey kan sudah besar, apa lagi burung kecil nya sudah di potong sedikit. Mickey bahkan boleh ke masjid di hari Juma'at kata Kenda" tutur Micheal yang tentu saja membuat Suster nya itu tersenyum.


"Oh begitu, pintar nya Mickey..." kata Suster itu sembari mengusap kepala Micheal.


"Ayo, Cus. Sholat, juz Amma nya Mickey juga mau di baca. Kata Kenda harus tetap belajar" kata Micheal sembari berjalan menuju kamar nya, sementara Grandpa nya hanya terdiam memperhatikan Micheal yang banyak berubah setiap kali pulang dari desa Ibu tiri nya.


"Iya, nanti Cus ajarin" kata Suster nya.


Sekarang kedua nya sudah ada di kamar Micheal, suster mengambil sejadah mini milik Micheal dan menghamparkan nya di lantai, tak lupa suster juga menyiapkan peci Michael.


"Cus, cuci muka... Eh bukan, budu cus..." teriak Micheal dari kamar mandi yang membuat Suster nya tertawa.


"Bukan budu, Mickey. Tapi wudhu" tukas nya.

__ADS_1


"Sama saja" jawab Micheal yang tak mau kalah suster nya pun menuntun Micheal untuk wudhu meskipun Micheal tidak hafal bacaan nya.


Setelah itu, Micheal sholat dan ia melakukan urutan gerakan sholat dengan benar dan lagi lagi meskipun ia belum tahu bacaan nya. Bukan hanya itu, Micheal hanya sholat dua rakaat dan ia pun mendapatkan teguran lembut dari pengasuh nya.


"Kurang satu lagi, Mickey. Sholat maghrib itu tiga rakaat" kata Suster nya sementara Mickey yang sudah malas berdiri pun menjawab.


"Nanti lagi satu nya nyusul, sekarang juz Amma nya ajarin ya"


.........


Keesokan pagi nya...


Gabriel terbangun saat adzan subuh berkumandang, sementara Firda sudah terbangun lebih dulu dan ia terlihat pucat.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Gabriel panik sembari meletakkan punggung tangan nya di kening sang istri "Ya Allah, kamu demam"


"Pusing kepala ku, Bang" rengek Firda. Sejak semalam ia memang sudah merasa tidak enak badan, namun Firda mengabaikan nya dan berfikir mungkin itu karena Firda kurang tidur. Namun sejak jam 3 tadi, Firda merasa pusing dan kepala nya juga sangat sakit.


"Kenapa kamu tidak bangunin aku, Sayang?" tanya Gabriel cemas "Ya sudah, aku ambil air hangat dulu ya buat kompres" kata nya dan Firda hanya mengangguk.


Gabriel pun segera bergegas ke dapur, ia mengambil baskom dan mengisi nya dengan air hangat kemudian membawa nya ke kamar nya. Gabriel mengambil handuk kecil dari dalam lemari dan kemudian mencelupkan nya ke air hangat nya.


"Nama nya juga sakit, Bang. Bisa datang kapan saja" lirih Firda sembari melirik putra nya yang masih terlelap.


"Kamu pasti kelelahan, apa lagi tidak pernah tidur nyenyak setiap malam" kata Gabriel sembari membenarkan selimut istri nya itu "Kita pakai baby sitter saja ya buat ngurus Jibril, aku tidak mau kamu sakit begini" lirih nya dengan tatapan yang begitu sendu.


"Untuk apa baby sitter? Di sini banyak orang, aku juga tidak melakukan apapun selain mengurus Jibril" jawab Firda "Sebaik nya Bang Gabriel sholat dulu gih"


"Kamu tidak apa apa kalau di tinggal sendiri?"


"Ya Allah, Bang. Aku cuma demam, Bang Gabriel juga sholat di sini saja"


"Ya udah, nanti aku doain kamu ya biar Allah menyembuhkan mu" Firda tersenyum tipis mendengar ucapan suami nya itu dan kemudian ia pun menganggukan kepala nya.


Mungkin dulu Gabriel adalah pendosa yang bahkan tak perah terbayang untuk bertaubat, tapi ketika Gabriel bertaubat dan berusaha mengenal Tuhan nya. Gabriel justru terlihat seperti anak anak yang sedang belajar hal hal baru, tampak begitu murni dan polos.

__ADS_1


Setelah Gabriel sholat subuh, ia berdoa dengan sangat khusyuk meminta kesembuhan untuk istri nya. Gabriel tidak bisa melihat Firda menderita sedikit saja, itu seperti meremas hati nya.


Dan karena Firda sakit, maka Gabriel menggantikan semua pekerjaan Firda. Di mulai dari memandikan sang buah hati, memakaikan nya baju, membersihkan kamar meraka. Tak hanya itu, Gabriel juga memasak untuk Firda dan kemudian membawakan makanan ke kamar Firda. Gabriel juga meminta Firda meminum paracetamol dan harus banyak minum air putih. Kesigapan Gabriel dalam mengurus istri dan putra nya itu tentu membuat keluarga Firda merasa senang sekaligus tersentuh.


Sementara Firda yang merasa benar benar pusing hanya bisa rebahan di ranjang nya.


"Sayang, aku bawa Jibril keluar ya. Mau jemur..." kata Gabriel setelah Jibril selesai sarapan pagi ini.


"Iya, hati hati ya" kata Firda lemah.


"Cuma sebentar, kamu istirahat ya" kata Gabriel lagi, Firda hanya tersenyum dan mengangguk. Kemudian Gabriel menggendong Jibril dengan sangat hati hati dan ia membawa nya keluar rumah supaya terkena sinar mentari pagi.


Gabriel berjalan di halaman sekolah dan ada tetangga Firda yang juga datang sembari menggendong anak perempuan nya.


"Ngurus anak juga, Gabriel?" tanya pria itu.


"Iya, istri ku demam" kata Gabriel.


"Kalau istri ku sedang sibuk memasak, ini bocah malah rewel. Aku bawa saja jalan Jalan" kata pria itu dan Gabriel hanya tersenyum, karena pada dasar nya ia memang bukan orang yang ramah.


"Susah ya jadi ayah..." kata pria itu lagi.


"Menurut ku tidak, justru aku senang jadi ayah" kata Gabriel.


"Iya, karena anak mu baru satu. Coba kalau anak nya sudah 6 seperti anak ku" kata pria itu lagi


"Enam?" pekik Gabriel seperti tak percaya.


"Iya, ini anak ke 6 ku" jawab pria itu, Gabriel menelan ludah nya dengan susah payah. Tak bisa ia bayangkan bagaimana wanita hamil dan melahirkan sebanyak 6 kali. Sementara Firda saja yang baru hamil dan melahirkan satu kali sudah terlihat sangat tersiksa.


"Enam? Aku juga mau punya anak banyak, tapi kasihan istri ku"


...^^^💞💞^^^...


Selamat pagi pembaca SkySal. Ada yang sudah baca karya Sky yang terbaru yang berjudul A DREAMER?

__ADS_1


...Tentang Zendaya, gadis yang punya sejuta mimpi. Dari pembantu hingga menjadi model. Kisah asmara nya juga seru, dimana Zendaya berusaha menaklukkan sang pujaan yang bernama Kenzo Alvian. Yang punya wajah bak malaikat namun selalu bersikap dingin dan arogan yang tak lain adalah bos nya....


...Tolong tinggalkan jejak nya juga ya, like, comment, hadiah, vote. Thank you 😘...


__ADS_2