Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 55 - Penasaran


__ADS_3

"Jadi malam ini?" tanya John yg saat ini sedang berada di ruang meeting kantor Gabriel bersama Gabriel.


"Ya, jam 9 malam, tunggu aku di Black Royal" jawab Gabriel masih sibuk dengan laptop nya.


"Aku rasa kita harus pergi sekarang, Tuan. Kita perlu kembali mengecek semua persiapan kita, jika gagal. Kita semua yg akan habis..."


"Tumben kamu selalu takut habis, John" kekeh Gabriel dengan tenang, John hanya tersenyum miring tanpa berniat menjawab ucapan Gabriel.


"Baiklah, kita pergi sekarang..." ujar Gabriel kemudian sembari menutup laptop nya.


"Dimana Gio?" tanya John karena biasanya Gio selalu mengawal Gabriel setiap detik bahkan saat Gabriel ada di ruangan nya.


"Dia sedang mengantar Firda jalan jalan" jawab Gabriel sembari berjalan keluar dari ruang meeting nya, John pun mengikuti Gabriel.


"Kemana?" tanya John lagi.


"Ke mall, kata nya bosan di rumah" jawab Gabriel lagi.


"Tidak ada yg tahu dia istri anda, Tuan. Jadi seperti nya dia akan aman..."


"Aku tahu, aku hanya ingin memastikan keamanan nya"


"Anda mencintai nya?" pertanyaan tiba tiba itu membuat Gabriel langsung menghentikan langkah nya, sementara John kini hanya tersenyum sinis saat menangkap gelagat Gabriel setelah mendengar pertanyaan nya "Cinta hanya untuk orang orang yg hidup dalam permusuhan dan berada di dunia yg bersih, Tuan. Sangat tidak cocok untuk orang orang seperti kita..."


"Aku tahu, tapi aku sudah berhenti, John..."


"Tidak akan bisa berhenti, Tuan. Kerajaan ini akan terus di wariskan turun temurun, bukan kah anda juga sudah berhenti sebelum nya demi cinta itu? Tapi rupa nya cinta itu malah meninggalkan anda dengan luka yg sangat dalam..." papar John yg membuat Gabriel kembali mengingat masa lalu nya, mengingat bagaimana Angeline mencampakan nya tak perduli dengan Gabriel yg terus memohon dengan merendahkan hati dan diri nya.


"Lagi pula, bukan kah pernikahan anda hanya untuk bertanggung jawab jika Firda hamil? Aku rasa, sampai saat ini Firda belum hamil, jadi seperti nya anda sudah tidak memiliki tanggung jawab lagi pada nya, jadi bukan kah sebaiknya anda menceraikan nya?" Gabriel langsung menatap John tajam saat di todong pertanyaan seperti itu.


"Kehidupan pribadi ku adalah milik ku, John" desis Gabriel tajam yg membuat John langsung menundukkan kepalanya dalam.

__ADS_1


.........


Gio membawa Firda pulang setelah Firda terus merengek karena terus di kawal seperti anak presiden kata nya, Firda merasa tidak bisa menikmati waktu nya karena hal itu.


Sesampainya di rumah, Firda mendapatkan telpon dari Gabriel yg memberi tahu kalau Gabriel seperti nya tidak pulang malam ini.


"Tidak pulang?" tanya Firda heran.


"Iya, Firda. Aku ada pekerjaan mendesak" jawab Gabriel dari seberang telepon.


"Pekerjaan apa yg sampai tidak bisa pulang?" tanya Firda heran.


"Pekerjaan di luar kota, Fir. Ini mendadak, maaf ya karena tidak memberi tahu mu sebelumnya"


"Ya... Sebenarnya tidak apa apa, Om. Tapi... Ya sudah lah" ujar Firda pasrah. Padahal ia merasakan perasaan yg gelisah, tidak tenang.


"Aku akan pulang besok pagi pagi sekali, ya..." pinta Gabriel lagi.


"Iya" jawab Firda hambar.


"Entah kenapa aku merasa dia berbohong, apakah dia memang bekerja atau jangan jangan...." Firda langsung bangkit duduk tegak, Firda langsung turun dari ranjang nya dan ia mulai mencari sesuatu di kamar sang suami, berharap ia menemukan petunjuk tentang hidup Gabriel atau bagaimana hidup Gabriel sebelum nya.


"Dia tahu segala nya tentang ku dan keluarga ku, tapi aku tidak tahu apapun tentang dia dan keluarga nya. Itu sangat aneh, dia orang kaya dan tidak mungkin menjalani hidup yg abu abu tanpa keluarga maupun teman" Firda menggumam sembari membuka satu persatu laci yg ada di kamarnya dan memeriksa isi nya dengan teliti.


"Dia orang kaya dan sudah dewasa, jangan jangan dia punya istri banyak..." gumam Firda lagi dan ia langsung menepuk jidat nya dengan keras dan mata nya kembali melebar "Mati aku, kenapa aku engga kefikiran kesana ya? Jangan jangan aku istri simpanan nya?" gumam Firda panik.


Firda pun semakin bergerak cepat untuk menemukan sesuatu yang mungkin akan menuntun nya pada siapa Gabriel dan kehidupan Gabriel.


"Selalu ada banyak bodyguard kemana pun kami pergi, setiap sudut rumah ini ada cctv, dan ada penjaga khusus yg bahkan di persenjatai dengan begitu lengkap. Bahkan orang terkaya di dunia tidak sampai sebegitu nya..." semua kemungkinan sudah Firda fikirkan.


Hingga Firda menemukan sesuatu di sebuah laci yg ada di meja lampu kamar nya, sebuah revolver. Firda mengambil barang itu dan itu terasa cukup berat di tangan mungil nya.

__ADS_1


Firda teringat bagaimana mengaktifkan senjata dari sebuah film yg pernah ia tonton, Firda membuka kunci revolver itu dan kemudian dengan asal menarik pelatuk nya, menimbulkan suara tembakan yg terdengar sampai ke bawah.


Gio yg mendengar suara tembakan dari kamar Nyonya nya langsung bergegas ke sana dan ia bersiap dengan senjata nya, Gio langsung menendang pintu itu dan ia mengacungkan pistol nya dengan sigap.


"Nyonya Firda..." seru Gio.


Sementara Firda saat ini hanya mematung dengan senjata di tangan nya yg masih mengepulkan sedikit asap, ia terlalu shock dengan apa yg baru saja terjadi.


Gio tak kalah terkejut nya saat melihat sebuah pistol di tangan Firda, kemudian pandangan Gio teralihkan ke lemari pakaian yang sudah berlubang karena ulah Firda. Melihat ekspresi Firda, Gio mendung seperti nya Firda tidak sengaja melakukan nya.


"Nyonya Firda, anda tidak apa apa?" tanya Gio sembari mendekati Firda perlahan.


Firda masih terdiam mematung dengan mata yg terbuka lebar dan mulut yg juga terbuka.


"Nyonya Firda, berikan itu pada ku..." pinta Gio lagi dan ia mengulurkan tangan nya perlahan, Gio dengan cepat menyambar pistol Firda dan langsung menyelipkan nya ke celana Gio.


"Anda tidak apa apa, Nyonya Firda?" tanya Gio lagi untuk yg kesekian kalinya, karena Firda masih terlihat begitu shock...


"Itu... Tadi..."


"Oh Tuhan, aku baru saja menggunakan.... Pistol? Pistol beneran?" pekik Firda setelah sadar dari keterkejutan nya. Gio tidak tahu haruskah ia tertawa melihat ekspresi Firda atau justru ia harus khawatir?


"Bagaiamana anda bisa memiliki pistol, Nyonya?" tanya Gio kemudian.


"Nemu di laci sana..." Firda menunjuk ke laci dimana ia menemukan senjata itu "Tapi kenapa ada senjata beneran di rumah?" tanya Firda antara bingung, penasaran dan takut.


"Ini ber lisensi, Nyonya. Jangan khawatir, dan Don Gabriel memiliki ini untuk jaga jaga..." jawab Gio hati hati.


"Gio, berapa lama kamu bekerja dengan Om Gabriel?" tanya Firda dan kini ia memasang wajah serius nya.


"10 tahun, Nyonya..."

__ADS_1


"Apa Gabriel pernah punya kekasih atau istri?" tanya Firda lagi, Gio terdiam sesaat dan mencoba mengingat masa masa ia selama bekerja dengan Gabriel. Namun Gio tidak pernah melihat Gabriel membawa kekasih apa lagi istrinya ke rumah ini mau pun ke publik.


"Setahu ku tidak, Nyonya"


__ADS_2