Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 59 - Teror


__ADS_3

"Kamu mengerti apa soal bisnis?" pertanyaan Gabriel yg spontan itu membuat Firda langsung terkesiap, apa lagi Gabriel menatap nya dingin saat ini.


"Aku memang tidak tahu apapun soal bisnis, aku cuma memberi tahu mu apa yg tidak baik dalam agama kita" ujar Firda lembut berharap Gabriel tidak tersinggung pada nya.


"Aku tahu apa yg baik dan tidak baik dalam hidup ku, kamu memang istri ku tapi pekerjaan yg aku lakukan bukan urusan mu untuk menilai apakah baik atau tidak" tukas Gabriel kemudian ia pun langsung turun dari ranjang. Membuat Firda merasa bersalah karena seperti nya ia mengatakan hal itu dalam waktu yg tidak tepat, padahal Firda hanya tidak ingin suami nya melakukan sesuatu yg tidak seharus nya di lakukan.


"Mau kemana?" tanya Firda saat melihat Gabriel malah berjalan ke pintu keluar dan Gabriel yg mendengar pertanyaan Firda tak menghiraukan nya sedikit pun. Gabriel tetap berjalan keluar dan Firda segera menyambar jilbab nya, ia menysyul Gabriel keluar kamar.


Firda mencari Gabriel karena kini ia kehilangan jejak suami nya itu, Firda mencoba mencari Gabriel namun ia tak kunjung menemukan nya. Entah dimana suami nya itu sekarang.


''Bodoh nya aku, pasti tersinggung tuh orang"gumam Firda. Karena tak menemukan jejak Gabriel, Firda pun memutuskan untuk kembali ke kamar nya.


Firda mondar mandir di kamar nya sembari memikirkan Gabriel. Dering ponsel yg ada di tas nya mengejutkan Firda. Ia pun merogoh ponsel nya itu dan ia langsung menjawab panggilan dari Ummi nya itu.


"Assalamualaikum, Ummi..." sapa Firda.


"Waalaikum salam, Firda. Kamu di rumah?"


"Lagi di resort nya Om Gabriel, Ummi" jawab Firda lesu.


"Sedang apa kalian disana?"


"Tadi jalan jalan, terus mampir kesini...."


"Memang nya suami mu masih baik, Fir?"


"Alhamdulillah masih baik kok, Ummi. Tapi...."


"Tapi kenapa?"


"Kayak nya tadi Firda ada salah bicara, dosa Firda ya, Ummi. Buat suami tersinggung"


"Memang nya bicara apa, Fir?"


"Itu... Tadi Om Gabriel memperlihatkan foto foto Club nya...


"Klub bola? suami mu suka bola? Wah, cocok sama Abi mu, Fir. Dimana klub nya?"


"Bukan, Ummi. Postif thinking banget Ummi nih...." jawab Firda gemas karena Ummi nya nyerocos begitu saja "Club, seperti di tv tv yg selalu Ummi tonton, yg ada orang menari sambil mabuk"


"Astagfirullah, terus terus? Tadi Ummi memang mikir kesana, tapi masak iya... Eh ternyata beneran iya"

__ADS_1


"Ya memang iya, tadi Firda juga berusaha positif thinking. Terus tadi Firda cuma bilang kalau apapun yg berhubungan dengan miras dan judi itu tidak baik karena club nya Om isi nya begituan, tapi Om Gabriel tersinggung seperti nya"


"Begitu ya, Fir. Maklum aja sih dia tersinggung, secara kamu baru menjadi istri nya tapi sudah berkomentar soal bisnis nya"


"Iya, Firda faham. Cuma kan sekarang dia suami Firda, Ummi. Apa yg Firda makan, pakai, semua nya dari Om Gabriel. Dan Firda cuma mau itu semua halal"


"Ya kamu juga benar, Fir. Mungkin kamu salah waktu atau salah cara penyampaian, Nak. Laki laki itu kadang ego nya tinggi, kalau kamu langsung menyalahkan nya secara gamblang, ya pasti sulit di terima. Coba kamu bicara nya pelan pelan, dengan lembut, hati hati, dan yg pasti cari waktu yg pas. Dan satu hal lagi, kalau bicara sama suami itu jangan bicara seolah kamu menggurui nya, ya"


"Iya, Firda faham. Kayak nya memang Firda yg salah cara penyampaian nya, apa lagi Om Gabriel pasti capek juga"


"Ya sudah, kamu bicara gih sama dia, minta maaf baik baik. Bilangin, kamu itu tidak bermaksud menggurui, hanya mengingatkan"


"Iya, Ummi"


.........


Gabriel benar benar kesal pada Firda saat ini, sudah jatah tidak di dapat masih di komplain soal bisnis nya. Selama hidup, tak pernah ada satu orang pun yg berani mengkomplain apa pun yg Gabriel lakukan. Entah itu benar atau salah,


Gabriel hidup dengan menggunakan logika nya dan juga perhitungan untung rugi nya. Bagi Gabriel, itulah baik buruk nya.


"Tapi kasihan juga Firda, aku malah membentak nya tadi. Mau bagiamna lagi, sudah kesal gara gara harus puasa lagi di tambah komentar nya..." gerutu Gabriel yg saat ini sedang berjalan tanpa arah.


.........


Firda melihat seseorang yg mirip dengan Gabriel, ia pun mengikuti nya dan bahkan setengah berlari. Orang itu masuk ke sebuah kamar dan Firda pun juga memasuki kamar itu namun di dalam kamar itu benar benar gelap.


"Om Gabriel..." seru Firda sembari melangkah pelan pelan. Tak ada nya penerangan dalam kamar itu membuat Firda tak bisa melihat apapun.


"Om, kenapa lampu nya mati?" tanya Firda sembari melangkah lagi dan tiba tiba ia menabrak seseorang "Om..." seru Firda lagi namun orang di depan nya itu hanya diam saja bak patung, namun Firda bisa mendengar deru nafas nya. Firda mulai curiga bahwa pria itu bukan Gabriel, perasaan was was mulai menguasai Firda dan perlahan ia melangkah mundur. Firda pun berbalik dan ia langsung berlari mencari pintu keluar.


Firda menemukan pintu itu namun ia tak bisa membuka nya.


"Tolong... Ada orang di luar, aku terkunci di sini. Tolong aku!!!!" teriak Firda panik, apa lagi saat ia mendengar langkah yg mendekat dari belakang nya.


"Tolong aku, Om Gabriel...." seru Firda dan lagi lagi ia menggedor pintu sekuat tenaga. Firda bahkan sudah berkeringat dan ia sudah hampir menangis ketakutan.


"Gio....." teriak Firda lagi.


"Buka pintu nya aku mohon!!!!"


"Om Gabriel!!!"

__ADS_1


"Gio!!!!"


Langkah di belakang nya terdengar semakin dekat, Firda mencoba membuka pintu namun masih terkunci. Kini air mata Firda tak bisa di bendung lagi, ia pun melorot ke lantai perlahan dengan tubuh yg bergetar karena tangis nya. Dan di saat itu juga, terdengar ceklekan pintu dan Firda langsung mendongak. Di susul dengan pintu yg di tendang dan Firda melihat Gio di depan nya yg sudah siap dengan senjata di tangan nya.


"Gio... Gio, ada seseorang di dalam" adu Firda sambil berdiri dan ia berlindung di belakang tubuh Gio.


Gio pun mengacungkan senjata nya ke depan dan ia masuk ke kamar itu perlahan, Gio meraba raba saklar dan kemudian menyalakan lampu. Saat lampu terang benderang, tak ada siapa pun yg terlihat di sana. Hal itu membuat Firda tercengang dan juga bergidik ngeri, karena Firda sangat yakin ada orang di sana.


"Nyonya Firda, tidak ada siapa pun di sini" ujar Gio sembari berbalik badan dan menghadap Firda.


"Tidak mungkin, Gio. Tadi ada seseorang di sini..."


"Bagaiamana anda bisa di sini?" tanya Gio kemudian.


"Mencari Om Gabriel, tadi aku lihat dia masuk ke sini" ujar Firda panik.


"Nyonya Firda, tenanglah..." ujar Gio lembut "Sebaik nya anda kembali ke kamar"


"Tapi Gio..."


"Aku mohon, Nyonya. Jika terjadi sesuatu dengan mu maka Don Gabriel akan menghukum ku " ucapan Gio itu berhasil membuat Firda tak bisa melawan lagi. Mengingat bagaimana Gabriel hanpir saja memecat Rose hanya karena keluhan enteng Firda.


"Tapi tadi benar an ada orang di kamar ini, aku bahkan tidak sengaja menabrak nya"


"Mungkin hantu..."


"Astagfirullah, bukan Gio. Hantu itu tidak bisa menyentuh tanah, tadi dia jalan, nyentuh tanah"


"Nyonya, lantai ini bukan tanah, ini keramik" mendengar perlawanan Gio membuat Firda berdecak kesal dan ia pun bergegas kembali ke kamar nya. Karena baik Gio maupun Gabriel seperti nya adalah orang orang kaku yg tidak bisa mengerti bahasa manusia.


Saat Firda kembali ke kamar nya, ponsel Gio berdering. Ia pun menjawab panggilan telpon itu.


"Ada apa?"


"....."


"Belum waktu nya..."


"...."


"Tidak, aku yg akan memutuskan"

__ADS_1


"...."


"Aku yg tahu apa yg terbaik dan tidak"


__ADS_2