Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 157 - Siasat Lagi?


__ADS_3

Seharian ini keluarga Firda benar benar sangat berbahagia karena kedatangan tamu tamu yang sangat istimewa.


Namun, menantu dan salah satu tamu nya ada yang tak bahagia. Siapa lagi kalau bukan Don Gabriel Emerson dan Glatzel.


Gabriel yang merasa tak bahagia karena membayangkan malam ini ia hanya bisa memeluk Firda, dan Gio tak bahagia karena memikirkan Gabriel tidak akan membiarkan dia dekat dengan Firda.


Hari sudah siang, mereka melaksanakan sholat berjemaah kecuali Gio, Mini dan Gerry yang memang non muslim.


Setelah sholat, mereka di ajak untuk makan bersama. Dan karena banyak orang yang otomatis meja makan mereka tak muat, mereka pun makan di lantai.


Dan menu nya?


Menu favorit Gabriel, ikan bakar, pecel, lalapan, dan jangan lupakan tahu dan tempe goreng yang krenyes krenyes saat Gabriel menggigit nya.


Sementara Gio dan Gerry yang baru pertama kali memakan pecel pun tampak menikmati nya, mereka juga suka tempe dan tahu goreng nya yang menurut mereka memiliki cita rasa yang unik.


Sementara Micheal, ia duduk di pangkuan Oma baru nya, Oma nya menyuapi nya dan ia makan dengan sangat lahap. Bahkan beberapa kali ia meminta ikan bakar buatan Ummi Aisyah, dimana itu juga favourit Gabriel.


Gabriel duduk bersila, dengan memangku piring nya.


Sementara Gio, ia melakukan hal yang sama meskipun masih terlihat tak nyaman. Ini kali kedua ia makan rame rame di lantai seperti ini.


"Silahkan di tambah..." ujar Ummi Aisyah menyodorkan bakul yang berisi nasi pada Mini yang juga makan ikan bakar, Mini tanpa ragu dan tanpa malu menambah tiga centong nasi ke piring nya, membuat Gio yang tak sengaja melihat itu langsung melotot terkejut. Apa lagi Mini punya tubuh yang kurus kerempeng.


"Memang usus nya sebesar apa?" Gio bertanya tanya dalam hati. Sementara Mini masih menikmati makanan nya, ia juga mengambil dua sendok sambal yang menurut Gio sangat pedas. Ia mengambil seujung sendok saja dan itu membuat nya sudah sangat kepedesan "Ajaib memang anak rock satu ini.


Gio pun kembali menikmati pecel nya begitu juga dengan Gerry "Tambah pecel nya, Gio. Enak kan?" tanya Firda sambil mengunyah. Gabriel langsung menatap tajam Firda membuat Firda cengengesan, karena seperti nya Gabriel benar benar tidak suka Firda bersikap sangat manis pada Gio.


Firda sendiri makan sepiring berdua bersama Gabriel, dan Gabriel menyuapi nya. Kata nya, Firda ngidam di suapi Gabriel dan tentu Gabriel dengan senang hati akan melakukan nya. Yang ada di sana hanya bisa di buat gerah oleh kemesraan Don Mafia dan Ning Firda ini.


"Aku suka bumbu kacang nya..." kata Gio sambil tersenyum senang "Rasa nya benar benar enak, apa aku bisa membawa nya pulang nanti?" tanya nya kemudian.


"Jangan merepotkan Ibu mertua ku..." kata Gabriel sembari menyuapi Firda "Uang mu banyak, pesan saja" tukas nya cemberut.

__ADS_1


"Tidak apa apa, Gabriel..." ujar Ummi Aisyah sambil terkekeh dan hal itu membuat Gio tersenyum lebih lebar "Nanti aku akan buatkan untuk mu, Gio..."


"Terima kasih, Tante" jawab Gio dengan senyum lebar di bibir nya.


.........


Meskipun ragu dan takut, namun Frank harus menuruti perintah Edward karena ia tak mau Ayah yang sangat di cintai nya di celakai oleh penjahat itu.


Frank mendatangi Gabriel ke kantor nya, namun ia di larang masuk karena belum ada janji dengan Gabriel. Frank tak bisa memaksa, itu sudah peraturan perusahaan.


Dan tanpa Frank sadari, kini ia di awasi oleh Billy. Karena Billy menangkap gerak gerik yang mencurigakan dari Frank. Selama Gabriel pergi, Billy yang mengambil alih perusahaan dan tidak boleh bocor berita bahwa sebenarnya Gabriel tak ada di kota dan sedang pergi ke desa istri nya.


Sementara Frank, ia segera bergegas kembali ke mobil nya dimana sudah Edwards yang menyamar menjadi sopir nya dengan identitas Adrian.


"Bagaiamana?" tanya Edward dingin.


"Aku tidak bisa bertemu dengan nya tanpa janji..." jawab Frank.


"Kalau begitu datangi rumah nya, kau bisa bertemu dengan Kakak dan keponakan mu kan di sana..." ujar nya kemudian.


Ia duduk tegak di jok belakang, sementara Edward yang mengemudikan mobil nya.


Frank tidak bisa melakukan tugas ini seperti dulu, meskipun iming iming setengah harta kekayaan Gabriel adalah milik nya tidak lagi membuat nya ingin mengejar nya karena Frank melihat sendiri bagaimana Gabriel menyiksa Ayah kandung nya sendiri.


Frank sudah tidak tertarik lagi dengan harta jika itu milik Gabriel, karena sekarang ia tahu, Gabriel seperti singa hutan yang liar.


Kini mereka sudah sampai di depan mansion Gabriel, namun mereka tidak izinkan masuk oleh penjaga gerbang. Mereka harus melapor dulu pada Gabriel, peraturan itu membuat Edward menggeram tertahan namun ia tak bisa apa apa sekarang.


Padahal, dulu ia keluar masuk mansion itu dengan begitu bebas nya dan semua orang patuh pada nya sama seperti mereka patuh pada Gabriel, tapi sekarang?


Setelah menunggu sekitar 10 menit, mereka ternyata tetap tak di izinkan masuk meskipun itu adalah Frank.


"Apa kalian mengenal ku?" desis Frank marah dan ia masih berada dalam mobil nya "Kakak ku, Angeline Martin dan keponakan ku, Micheal Martin ada di dalam sana. Aku hanya ingin menemui keluarga ku..." tegas nya.

__ADS_1


"Maafkan kami, Tuan. Tapi ini perintah langsung dari Don Gabriel" seru penjaga itu yang siap dengan senjata lengkap di tangan nya.


"Aku ingin bertemu dengan Angeline, Kakak ku sendiri..." tukas Frank yang sudah setengah berteriak.


"Jangan khawatir, Tuan. Anda masih bisa menemui nya, Nyonya Martin sedang di panggil..." ujar nya.


Tak lama kemudian, Angeline datang dengan di kawal empat pria, Angeline sudah seperti tahanan saja dan itu membuat Frank tak suka.


Frank segera turun dari mobil nya, dan ia memeluk Angeline yang sudah berdiri di hadapan nya.


Sementara Edwards, ia mengawasi nya dari dalam mobil.


"Mereka melarang ku masuk..." kata Frank mengadu.


"Ini perintah langsung dari Gabriel, dia tidak mempercayai siapa pun" ujar Angeline.


"Dia mempercayai mu, kenapa dia tidak mempercayai ku? Kita kan saudara" tukas Frank lagi.


"Gabriel memang begitu, sekali di khianati dia tidak akan percaya lagi" jawab Angeline dan ia sempat melirik sopir baru Frank, Angeline merasa ada yang aneh dengan sopir baru Frank karena ia menangkap basah sopir itu sedang menatap ke sekeliling nya seolah mencari sesuatu atau mengawasi sesuatu.


"Kemana sopir mu yang sebelum nya?" tanya Angeline kemudian.


"Dia sakit, jadi aku mempekerjakan sopir baru" kata Frank.


"Oh ya, dimana Mickey? Aku sangat merindukan nya, Granpa nya juga terus menanyakan nya" tutur Frank.


"Dia pergi ke desa bersama Gabriel..." jawab Angeline yang membuat pupil mata Edward sedikit melebar dan dalam hitungan sepersekian detik, terlihat ia terkejut dan kemudian tersenyum miring. Sebelum akhirnya memasang wajah datar nya kembali.


"Kenapa kamu izinkan? Siapa yang menjaga nya disana? Dan kenapa kamu tidak ikut?" Frank mencecar Angeline dengan pertanyaan.


"Gabriel memaksa, jika aku tidak mengizinkan dia mengancam akan memisahkan ku dari Michael" kata Angeline sedih "Oh ya, Bagaimana keadaan Daddy?" tanya nya kemudian.


"Dia..." Frank melirik Edward, Edward memberi isyrat untuk diam dan pergi.

__ADS_1


"Dia baik baik saja, Angel. Dan seperti nya aku harus pergi, semenjak Gabriel menahan mu di sini, aku mengurus perusahaan sendirian. Rasa nya sangat melelahkan" mendengar itu Angeline merasa kasihan pada adik nya itu.


"Besok aku akan kembali ke perusahaan" ujar nya kemudian yang sekali lagi membuat Edward tersenyum miring.


__ADS_2