Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
167 - Be Strong


__ADS_3

Abi Farhan menyetir sembari menangis, ia sudah memohon pada putri nya agar putri nya yang pergi dan menyelamatkan diri. Tapi Firda begitu keras kepala dan memaksa Abi Farhan pergi, Firda berjanji akan pulang dengan selamat.


"Firda pernah menghadapi tiga orang pria seperti mereka sendirian, Bi. Dan dengan izin Allah, Firda selamat. Dan sekarang, ada suami Firda, ada teman teman Firda. Firda janji akan pulang dengan selamat, Inysa Allah" kata Firda dengan suara yang bergetar.


"Sekarang Abi punya tanggung jawab yang jauh lebih besar, yaitu menyelamatkan Mini dan Micheal. Ayah Mini kehilangan nyawa nya demi menyelamatkan Firda, Bi. Ini tidak adil jika kita membuat Mini bernasib seperti ayah nya" bujuk Firda yang membuat Abi Farhan tak bisa lagi menolak.


Ia pun masuk ke dalam mobil setelah menyerahkan senjata yang tadi di pegang nya, senjata itu milik Gabriel yang di pegang oleh Gio, kata Gio, Gabriel meninggalkan nya saat menjemput Firda dan Gio memberikan senjata itu pada Abi Farhan, sekarang Abi Farhan memberikan nya pada Firda.


Abi Farhan tak berani menatap putri nya saat itu, karena ia tak mau Firda melihat nya meneteskan air mata. Sementara Firda tampak begitu tegar dan kuat.


Abi Farhan tidak bisa fokus menyetir, sesekali ia masih melihat melirik spion untuk melihat putri nya.


Hingga ia melihat Firda yang berlari dan seperti berteriak pada nya. Abi Farhan langsung menginjak rem dan keluar dari mobil,


"Abi...." teriak Firda.


"Keluar dari mobil..." Firda memberi isyrat dengan tangan nya.


"KELUAR DARI MOBIL!!!!" Gerry ikut berteriak begitu juga dengan Gio.


"Ada bom di mobil, Om. Keluar!!!!"


Abi Farhan yang mendengar itu langsung mengeluarkan Micheal dari mobil.


"Lari, Mickey..." seru Abi Farhan "Lari pada, Mommy dan Daddy, Nak" pinta nya dan Mickey yang tidak tidak mengerti apapun langsung lari, sementara Abi Farhan kembali ke mobil untuk menyelamatkan Mini.


Abi Farhan segera menggendong Mini yang sudah tak sadarkan diri, ia berlari sekuat tenaga menghampiri Firda namun baru beberapa langkah kemudian mobil nya meledak, yang membuat Abi Farhan langsung terlempar akibat ledakan itu.


"ABI....." Firda dan Gabriel langsung berteriak histeris. Micheal yang berada di jarak kurang lebih dua meter pun ikut terkena bagian bagian mobil yang meledak. Hal itu membuat semua nya menjadi semakin panik.


Sementara anak buah Gabriel yang menjadi helikopter segera menurunkan helikopter, ada beberapa orang terlatih di sana. Tak hanya terlatih untuk menaklukan musuh namun juga terlatih untuk menangani hal seperti ini.

__ADS_1


"Abi...." Firda berteriak histris yang melihat tubuh Abi nya terlempar dengan sebagai luka bakar di tubuh nya. Mini mengalami nasib yang sama, sementara Micheal juga terluka meskipun tidak separah mereka berdua.


"Cepat, Sialan!!!!" teriak Gabriel pada anak buah nya yang kini sudah turun dari helikopter dengan membawa tandu.


Melihat mertua dan putra nya dalam keadaan seperti ini membuat Gabriel hampir gila, sementara Firda kini seperti nya sudah hampir gila.


Firda berlari menghampiri Abi nya yang sudah bernafas dengan berat.


"Tidak..."


"Abi...."


"Abi harus bertahan..."


"Firda mohon, Abi..."


Gio dan Gerry membantu anak buah Gabriel mengangkat Abi Farhan, Mini dan Micheal.


...


Gabriel mendekap Firda yang masih histeris, ia menguatkan istri nya itu meskipun diri nya begitu takut dan terluka. Yang bisa Gabriel lakukan saat ini hanya berdoa dan berdoa, saat ini tidak ada yang bisa menolong nya selain Tuhan. Yang maha segala nya.


Sementara itu, Firda yang begitu terpukul akan apa yang terjadi membuat nya sampai pingsan dan pendarahan. Hal itu membuat Gabriel semakin kalut, namun ia harus berusaha tetap kuat. Demi keluarga nya, demi orang orang yang di cintai nya.


Dokter dokter itu bekerja dengan cepat dan hati hati, semua orang terluka. Bahkan Gio dan Gerry juga terluka akibat pertarungan, namun luka itu tak sebanding dengan luka Mini dan Abi Farhan.


Gabriel yang juga terkena luka tusukan tak mau di obati.


"Ini hanya luka kecil..." teriak Gabriel "Seharus nya kalian fokus obati istri ku, putra ku, ayah mertua ku dan Mini" ia berteriak histeris seperti orang gila.


"Gabriel..." Gio mencoba menenangkan nya. Mini, Micheal, Abi Farhan dan Firda kini sudah di tangani Dokter ahli "Kamu jangan khawatir, mereka di tangani Dokter ahli..." kata Gio berusaha bersikap lembut "Luka mu juga perlu di obati, Gabriel. Kamu harus tetap kuat, kamu kekuatan istri mu dan putra mu" lanjut nya meyakinkan.

__ADS_1


Bahu Gabriel yang tadi tegak langsung terturun, ia menunduk dan air mata menyeruak keluar begitu saja mengalir di pipi nya.


"Aku takut, Gio..." akhir nya ia berkata jujur untuk pertama kali nya dalam hidup, ia mengakui ketakutan nya pada orang lain. Gio begitu prihatin melihat kondisi Gabriel yang begitu terpuruk seperti ini, begitu lemah dan tak berdaya.


"Jangan takut..." ujar Gio lirih "Kata Firda, Tuhan selalu bersama hamba Nya"


Gabriel semakin menangis membayangkan istri nya, istri yang memberi nya banyak cinta dan warna dalam hidup. Tapi yang bisa Gabriel berikan hanya satu, pertumpahan darah yang tiada henti.


.........


Sementara itu, Ummi Aisyah yang saat ini sedang mengajar di Madrasah nya menjadi tidak fokus. Hati nya terasa begitu resah, berkali kali ia menarik nafas untuk menenangkan hati nya yang gundah. Ia juga membaca sholawat, berharap hati nya membaik. Setelah jam istirahat, ia segera pulang ke rumah nya dengan tergesa gesa. Dia tak sabar ingin menghubungi Firda, apa lagi Firda dan Gabriel belum pulang.


Saat memasuki rumah nya, Ummi Aisyah melihat Ummi nya yang menangis sesegukan sementara Abi nya tampak begitu tegang.


"Ada apa?" tanya nya dengan cemas.


Abi dan Ummi nya mendapatkan kabar apa yang terjadi dari Gio, namun mereka tak berani memberi tahu pada Ummi Aisyah.


"Ummi, Abi. Kalian kenapa?" tanya Ummi Aisyah dengan suara yang bergetar.


"Nak..." Ibu nya memegang pundak nya dengan lembut "Kita kerumah sakit ya, Farhan..."


"Mas Farhan kenapa?" pekik Ummi Aisyah dengan suara yang bergetar, segala fikiran buruk dan perasaan takut kini menguasai diri nya.


"Dia kecelakaan..." lirih Abi nya. Ummi Aisyah tampak begitu shock, namun ia berusaha mengendalikan diri.


"Hanya kecelakaan kecil kan?" tanya nya, dengan terpaksa kedua orang tua nya mengangguk.


"Lalu Firda?" tanya Ummi Aisyah lagi. Kedua orang tua nya hanya bisa membuka mulut tanpa bisa memberikan jawaban.


"Firda bagaimana, Ummi? Abi? Dia baik baik saja kan?" desak Ummi Aisyah tak sabar "Seharus nya dia baik baik saja, tadi dia satu mobil sama Gabriel" lirih nya.

__ADS_1


"Kita kerumah sakit sekarang, Nak. Semoga Allah melindungi mereka" ucap Abi nya dengan suara yang juga bergetar.


.........


__ADS_2