Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 62 - Teror Lagi


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang, Firda terdiam dan terus memikirkan John. Pria paruh baya itu membuat Firda penasaran, dari tatatapan nya terhadap Firda dan juga senyum nya yg tampak sinis. Ingin rasa nya Firda mengatakan pada Gabriel bahwa ia mencurigai John lah yg ada di kamar itu, namun Firda yakin Gabriel tak kan percaya pada nya mengingat bagaimana tanggapan Gabriel tentang bisnis itu.


Sementara Gabriel malah mengartikan kediaman Firda di karena kan apa yg Gabriel katakan soal bisnis nya, hal itu membuat Gabriel sedikit merasa bersalah.


"Kamu marah?" tanya nya kemudian dan Firda pun langsung menoleh, menatap suami nya dan kemudian menggeleng. Karena Firda memang tidak marah sedikitpun pada Gabriel, hanya saja Firda memang sedikit bingung dengan Gabriel itu apa lagi setelah bertemu dengan John, membuat daftar pertanyaan pertanyaan dalam kepala nya semakin banyak.


"Aku minta maaf, Firda. Aku tidak bermaksud menyakiti mu" ucap Gabriel kemudian yg membuat Firda tersenyum simpul dan ia mengangguk mengerti.


"Aku sungguh minta maaf" Gabriel kembali berbicara karena Firda tidak kunjung bersuara.


"Tidak apa apa" jawab Firda kemudian "Aku tidak marah, aku hanya menjalankan kewajiban ku untuk mengingatkan mu jika ada sesuatu yg salah. Mungkin kau fikir ini tidak penting dalam dunia bisnis, tapi sebagai seseorang yg beragama, tentu aturan agama lah yg paling penting"


Kata kata Firda berhasil membuat Gabriel terdiam, bukan nya ia setuju dengan apa yg di katakan Firda melainkan ia tahu apapun yg berhubungan dengan agama maka ia seharus nya mentoleransi nya dan menghargai nya.


"Apa yg aku makan, yg aku pakai dan sebagai nya, itu berasal dari uang mu dan aku hanya ingin itu adalah uang yg baik" ucap nya lagi.


Gabriel kembali hanya terdiam dan mencoba memahami apa yg Firda maksud kan. Kedua nya pun sama terdiam hingga mobil berhenti di depan mansion Gabriel.


"Masuklah, aku akan ke kantor" ujar Gabriel tanpa turun dari mobil.


Firda pun mengangguk mengerti, kemudian dia menarik tangan Gabriel dan mengecup punggung tangan suami nya itu, membuat Gabriel tercengang bahkan saat Firda mengecup pipi nya. Perlakuan Firda kian melembut dan sungguh menghangatkan perasaan nya.


"Hati hati..." ucap Firda lembut yg tentu saja membuat hati Gabriel terasa hangat. Gabriel pun mengecup kening Firda sebelum Firda turun dari mobil.


..........


Setelah berganti pakaian dengan pakaian rumahan, Firda turun dari kamar nya dan ia melihat Gio yg sedang berjalan ke kanan kiri di ruang tengah dengan ponsel di tangan nya.


"Gio, kau tidak ikut Gabriel?" tanya Firda sembari menghampiri Gio yg sedang melakukan sesuatu dengan ponsel nya.


"Tidak, Nyonya. Don Gabriel memerintahkan ku untuk menjaga mu'' jawab Gio.

__ADS_1


" Oh ya? Kenapa? bukan nya di rumah banyak penjaga? "tanya Firda lagi sembari ia berjinjit, guna mengintip apa yg di lakukan Gio di ponsel nya.


Gio terkekeh dengan tingkah laku Firda yg selalu tampak menggemaskan, apa lagi saat ini Firda yg berjinjit bahkan setengah melompat lompat kecil karena Gio dengan sengaja meninggikan tangan nya yg memegang ponsel.


"Gio, aku ingin melihat nya. Memang nya apa yg kamu lakukan? chatting an sama pacar mu ya?" tuduh Firda yg membuat Gio semakin terkekeh.


"Anda ingin melihat nya, Nyonya Firda?" tanya Gio.


"Iya, kamu terlihat sangat sibuk. Mondar mandir dengan ponsel di tangan, seperti mencari sinyal saja" ujar Firda asal.


"Aku hanya sedang memantau keadaan sekitar rumah, Nyonya Firda" jawab Gio kemudian.


"Kenapa memang nya? Apa ada bahaya?"


"Hanya untuk jaga jaga, Oh ya jika aku boleh tahu, apakah anda baik baik saja? Maksud ku, setelah kejadian di resort kemarin" tukas Gio.


"Aku baik baik saja, mungkin itu hanya orang iseng" Jawab Firda namun ia kembali teringat pada John.


"Anda tidak tahu?" tanya Gio heran.


"Tidak, memang nya kenapa?"


"Don Gabriel dan Tuan Gio itu sudah seperti saudara, Nyonya. Sebelum aku bekerja dengan Don Gabriel, Tuan John sudah bekerja dengan Don Gabriel. Bahkan perintah Tuan John sama seperti perintah Don Gabriel"


"Perintah dalam hal apa?" tanya Firda lagi.


"Dalam hal bisnis" jawab Gio santai.


Firda semakin bingung setelah mendengar cerita Gio, firasat nya mengatakan ada hal yg tidak baik tentang pria bernama John itu namun Firda tak bisa menyimpulkan nya saat ini. Apa lagi Firda hanya merasa bahwa pria yg ada di kamar itu adalah John hanya berdasarkan aroma parfum nya saja. Dan saat itu Firda juga tidak di sakiti sedikitpun, sekali lagi Firda berfikir mungkin itu hanya orang iseng.


"Tapi bagaimana anda tidak tahu kedekatan tuan John dan Don Gabriel, Nyonya Firda? sedangkan anda adalah istri Don Gabriel" tukas Gio kemudian, menatap Firda seolah menyelidiki.

__ADS_1


"Aku memang tidak tahu banyak tentang Gabriel, Gio" jawab Firda jujur.


"Jika kau ingin tahu sesuatu atau membutuhkan bantuan ku, katakan saja, Nyonya Firda. Aku akan membantu mu" ujar Gio kemudian.


"Terima kasih" ucap Firda sambil tersenyum manis, membuat Gio juga tersenyum


.........


Gabriel pulang lebih cepat dari kantor nya karena ia terus memikirkan Firda, Gabriel bahkan seolah melihat bayang bayang Firda di depan mata nya.


Namun di perjalanan jalan pulang, Gabriel melihat Angeline dan Michael sedang berada dalam sebuah mobil.


Gabriel pun mengikuti mobil mantan istri nya itu karena ia sangat merindukan putra nya, sudah beberapa hari ini Gabriel tidak melihat putra nya.


Mobil Angeline berhenti di depan rumah nya sementara Gabriel hanya memantau dari kejauhan.


"Aku senang kalian baik baik saja" gumam Gabriel kemudian ia pun kembali melanjutkan perjalanan pulang nya.


..........


Di rumah, Firda membersihkan diri karena hari sudah sore. Dan karena ia sedang libur sholat, maka Firda menghabiskan waktu nya dengan membaca buku hingga tiba tiba terdengar suara dering ponsel di salah satu laci yg ada di kamar nya. Firda mengernyit bingung, kira kira ponsel siapa itu?


Firda menemukan sebuah ponsel jadul di laci itu, ponsel itu masih berdering dan Firda mencoba menekan tombol hijau itu, Firda meletakkan ponsel itu ke telinga nya dan terdengar suara berat seorang pria.


"Don Gabriel, semua nya sudah siap. Kami hanya menunggu perintah dari anda untuk eksekusi"


Kerutan di dahi Firda semakin dalam mendengar kata kata aneh itu.


"Eksekusi apa?" tanya Firda kemudian namun tak ada jawaban, dan ternyata sambungan telpon nya sudah terputus.


Firda mencoba menghubungi nomor itu lagi namun ternyata tidak bisa.

__ADS_1


"Apa yg dia katakan? Eksekusi apa?"


__ADS_2