Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 207 - Sudah Jadi Rahasia Umum


__ADS_3

Mini membuka kulkas mini yang ada di rumah nya, perut nya sudah keroncongan dan memang sudah waktu nya makan malam. Namun di kulkas nya ia hanya menemukan satu biji telur dan setengah buah jeruk yang entah kapan ia makan setengah nya lagi.


"Huf, makan apa ya?" gumam Mini sembari mengusap perut nya dimana cacing cacing di sana sudah pada demo meminta asuapan makanan.


Mini mengambil ponsel nya dan mem foto satu buji telur itu, kemudian ia mengirimkan nya pada Gio.


Me


"Telur sisa satu, enak nya di buat apa ya? lapar"


Tak butuh waktu lama setelah pesan terkirim


Ting..


Gio sudah membalas nya.


^^^Tuan Muda Mafia^^^


^^^"Kau ingin makan yang lain? Aku bisa menjemput mu untuk dinner"^^^


Mini langsung tersipu membaca pesan ajakan dinner itu, pipi nya bahkan sudah memerah dan ia bingung kenapa semua ini terjadi pada nya. Ia selalu kesal jika melihat Gio, bahkan kedua nya selalu berada mulut. Namun entah kenapa, jika mereka jauh, Mini merasa rindu. Saling berbalas chat yang tidak jelas pun sudah membuat hati nya berbunga bunga.


Me


"Memang nya Tuan muda tidak sibuk?"


^^^Tuan Muda Mafia^^^


^^^"Tidak, aku akan menjemput mu sekarang"^^^


"Hihhihi" Mini cekikikan membaca pesan dari si tuan muda Mafia.


Me


"Okey, bayar nya pakai duit yang halal ya..."


^^^Tuan Muda Mafia^^^


^^^"Sudah tercampur semua uang ku, yang haram dan halal"^^^


Mini mencebikan bibir nya membaca pesan it dan ia pun membalas pesan sang Tuan muda Mafia.


Me


"Maka nya, taubat"


^^^Tuan Muda Mafia^^^


^^^"Mau ceramah atau makan? 10 menit lagi aku sudah sampai"^^^


"HUH?" pekik Mini dan ia pun dengan cepat bergegas ke kamar nya untuk siap siap.


....

__ADS_1


Sementara itu, Gabriel tak henti henti nya menggerutu gara gara Micheal yang menggagalkan ciuman nya dengan Firda. Bahkan sampai detik ini, saat Gabriel sedang bekerja dan sibuk dengan laptop nya bibir nya itu masih sempat menggerutu.


"Bujuk dong, Sayang. Biar tidur sama Ummi atau Nenek saja" kata Gabriel sementara mata nya fokus pada layar laptop nya dan jari jari nya menari lincah di atas keyboard nya.


"Ya udah sih, Bang. Lagian aku kan juga masih nifas, cuma bisa cium doang, engga bisa lebih juga meskipun Mickey tidak di kamar kita" kata Firda sembari melipat baju baju bayi nya dan memasukan nya ke lemari khusus untuk barang barang bayi nya yang sudah Gabriel beli.


"Ya justru masih nifas itu, kan pengen belai belaian juga. Sudah tidak bisa dapat menu utama, menu pembuka juga tidak dapat" gerutu Gabriel lagi yang membuat Firda terkekeh.


"Ya sabar, semua ada waktu nya kok" kata Firda lagi sementara Gabriel hanya menanggapi nya dengan wajah yang cemberut.


Setelah selesai dengan pekerjaan nya, Firda menghampiri Gabriel yang duduk bersandar di kepala ranjang dengan laptop di pangkuan nya.


"Sudah, jangan cemberut" kata Firda sembari mencubit pipi Gabriel dengan gemas. Gabriel menarik tangan Firda dan mengecup telapak tangan istri nya itu.


"Kangen, Sayang..." rengek Gabriel.


"Kamu sibuk mikirin kangen, lah aku sibuk mikirin Micheal" kata Firda.


"Memang nya kenapa dengan dia? Kamu kesal juga kan?"


"Bukan itu, tapi...tapi aku takut Micheal bilang ke orang rumah tentang apa yang di lihat nya" lirih Firda.


"Kata nya kamu sudah minta dia untuk merahasiakan itu" tukas Gabriel.


"Iya, Bang. Tapi kan nama nya anak anak, mana bisa di percaya. Apa lagi kalau tipe anak nya kayak Micheal" gumam Firda


"Ya juga ya..." gumam Gabriel "Sebaik nya kita keluar sekarang, kita harus mengawasi Micheal" kata Gabriel sembari menutup laptop nya.


Sementara di luar, Micheal sudah duduk manis di kursi nya dan bersiap untuk makan malam.


"Mickey, Mommy dan Daddy mu dimana?" tanya Ummi Aisyah sembari menyajikan ikan yang sudah di buang tulang nya untuk Micheal.


"Di kamar paling" jawab Micheal sudah seperti orang dewasa saja.


"Kok tumben belum keluar?" tanya Abi Farhan.


"Paling Daddy lagi cari semut lagi seperti tadi siang... Upss" kata Micheal namun kemudian ia menutup mulut nya yang sudah keceplosan.


"Cari semut? Di kamar ada semut? Bisa bahaya buat Jibril" kata Nenek yang cemas "Semut nya di kasur, Mickey?" tanya nya namun Mickey tak menanggapi. Ia memasang wajah serius nya, tubuh nya bahkan duduk tegak dan tangan nya ia lipat di atas meja, pandangan nya lurus ke depan.


"Micheal, Oma tanya..." kata Ummi Aisyah.


"Maaf, Oma. Mickey sedang memegang rahasia yang tidak boleh kasih tahu siapa siapa" kata Micheal lagi dengan nada tegas yang membuat semua orang yang ada di meja makan terlihat bingung.


"Maksud nya?" tanya sang Kakek.


"Ini rahasia , Opa. Tidak boleh di tanya..." tegas Micheal lagi.


"Rahasia apa dulu? Opa ingin tahu..." bujuk sang Kakek.


"Hem tapi jangan kasih tahu siapa siapa ya" kata Micheal dan Kakek mengangguk. Micheal pun berdiri dari kursi nya supaya ia bisa berbisik di telinga Opa nya yang memang duduk di samping nya.


"Tadi, Mickey lihat Daddy cari semut di dada Mommy. Wajah nya nempel di dada Mommy, kalau semut nya tidak di cari nanti dada Mommy merah merah seperti dulu lagi, kan sakit, hiiii. Awal nya Mickey kira Daddy mau nyusu juga seperti adik Lora, sudah kesal Mickey karena Mickey tidak boleh nyusu. Tapi kan Daddy sudah punya gigi. Tidak perlu nyusu lagi, bisa makan apa saja. Ternyata cari semut" bisik nya panjang lebar yang tentu saja membuat Opa nya langsung membulatkan mata nya saat mengerti apa yang sebenar nya terjadi.

__ADS_1


"Oh, begitu..." kata Opa nya sambil melirik semua orang yang ada di meja makan, mereka semua menatap Kakek dan Mickey dengan tatapan yang penuh tanda tanya.


"Iya, Opa. Tapi jangan kasih tahu, ini rahasia" kata Micheal.


"Oma juga mau tahu dong, Oma pintar pegang rahasia" kata Nenek yang sangat penasaran apa lagi setelah melihat raut wajah si Kakek.


"Jangan di kasih tahu, Mickey" kata Kakek yang masih ingin menjaga rahasia cucu nya.


"Oma bisa pegang rahasia?" tanya Micheal dan tentu si Nenek langsung mengangguk.


"Ya sudah, Mickey bisikin ya..." kata Micheal yang membuat si Kakek panik.


"Micheal, kata nya rahasia. Ya jangan kasih tahu..." kata sang Kakek.


"Tidak apa apa, Opa. Kan di bisikin, nanti Oma tidak akan kasih tahu juga. Sama seperti Opa, Mickey bisikin dan jangan kasih tahu" ucap Micheal panjang lebar yang tentu saja membuat sang Kakek bingung harus mencegah nya dengan cara apa lagi.


Micheal pun membisikan rahasia itu pada sang Oma dan Oma nya tentu juga melotot terkejut, yang membuat Abi dan Ummi Aisyah juga penasaran.


"Kenda juga mau tahu, Mickey. Memang rahasia apa?" tanya Abi Farhan.


"Kenda bisa jaga rahasia?" tanya Micheal tegas seperti mengintrogasi dan Abi Farhan pun mengangguk.


Micheal pun melompat dari kursi nya dan ia menghampiri Kenda nya, Abi Farhan mendekatkan telinga nya pada Micheal dan Micheal kembali membocorkan rahasia orang tua nya. Reaksi Abi Farhan juga sama, ia bahkan sampai menutup mulut nya dengan tangan nya dan kedua bola mata nya membulat sempurna. Tentu hal itu membuat Ummi Aisyah semakin penasaran.


"Nenda juga mau tahu dong, Nenda bisa jaga rahasia kok" kata Ummi Aisyah dan dengan polos nya Micheal kembali membisikan rahasia itu pada sang Nenda. Ummi Asiayah langsung menganga lebar dengan mata yang melotot sempurna. Sementara si Kakek hanya bisa beristigfar sembari mengelus dada nya.


"Ya Allah, bukan rahasia lagi kalau yang tahu sudah lebih dari dua orang" gumam nya pasrah.


Semua orang yang ada di meja makan pun hanya bisa saling pandang dengan raut wajah yang masih sama, melongo.


"Kalian belum makan?" semua mata langsung tertuju pada pemilik suara itu. Gabriel datang dengan perasaan yang cemas, apa lagi tatapan semua orang tampak sangat aneh pada nya, begitu juga dengan raut wajah mereka.


Gabriel melihat Micheal yang berusaha naik ke kursi nya


"Kamu dari mana?" tanya Gabriel sembari membantu mendudukan Micheal ke kursi nya.


"Dari sini saja" kata Michael cuek.


Gabriel melirik kembali anggota kelarga nya satu persatu


"Kamu tidak mengatakan hal yang aneh aneh kan?" tanya Gabriel berbisik pada Micheal dan Micheal tentu menggeleng tegas tapi itu tak membuat Gabriel tenang "Benaran?" tanya Gabriel lagi.


"Benaran, Daddy" jawab Micheal.


"Good boy" kata Gabriel sambil mengusap kepala Micheal. Ia pun duduk di samping ayah mertua nya yang masih menatap Gabriel dengan tatapan yang aneh.


"Ada apa, Bi?" Gabriel memberanikan diri bertanya. Abi Farhan sudah membuka mulut nya hendak menjawab namun ia menyadari Micheal yang menatap nya dan meletakkan jari nya di bibir nya. Pertanda ia di suruh 'diam'


"Tidak ada apa-apa" jawab Abi Farhan yang membuat Gabriel bernafas lega.


"Alhamdulillah, rahasia kami aman" Gabriel bersyukur dalam hati, sementara di hati semua orang, meraka berkata


"Rahasia yang sudah menjadi rahasia umum"

__ADS_1


__ADS_2