Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 43 - Test Peck


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Gabriel memerintahkan Firda kembali ke kamarnya. Dan itu pun dengan nada perintah tegas, membuat Firda merasa heran namun ia menurut saja karena saat ini Firda masih terlalu shock dengan apa yg baru saja terjadi.


Sementara Gabriel langsung mengumpulkan semua bodyguard nya di ruangan khusus yg adi di sayap kanan mansion nya.


"Tidak ada yg tahu kepergian ku hari ini, karena memang tidak terjadwal. Lalu bagaimana masih bisa ada penyerangan?" tanya Gabriel menggeram marah, karena Firda ada bersama nya dan nyawa nya terancam. Sementara semua bodyguard nya hanya bisa menunduk takut, karena Gabriel tidak pernah terlihat semarah ini sebelum nya.


"Ada pengkhianat di sini, mengaku atau aku akan menghabisi kalian semua!!!" tegas Gabriel sembari mengacungkan pistol nya pada semua anak buah nya.


"Don Gabriel..." seru Gio "Aku rasa pengkhianat nya bukan di antara para bodyguard ini..."


"Lalu siapa???" teriak Gabriel marah "Kita bahkan pergi ke arah yang tak pernah kita lewati sebelumnya, apa kalian tahu di dalam mobil ada istri ku?" seru nya.


"Kami tidak membocorkan rahasia apapun kepada siapa pun, Don Gabriel..." seru salah satu bodyguard.


"Benar, Don Gabriel..." yang lain saling menyahut "Sebelum berangkat, Gio sudah memeriksa kami. Tidak ada pelacak atau pun ponsel pribadi kami yg kami bawa..."


Sekarang Gabriel langsung menatap curiga pada Gio, karena memang Gio lah yg menyiapkan para bodyguard sebelum berangkat. Mendapatkan tatapan kecurigaan dari bos besar nya, Gio langsung bertekuk lutut di depan Gabriel dan ia menyerahkan pistol yg ia miliki.


"Aku tidak akan berkhianat pada pria yang sudah aku anggap ayah ku sendiri, aku selalu mengingat bagaimana anda memungut ku dari gang sempit dan kemudian merawat ku, hingga menjadikan ku seperti sekarang. Aku tumbuh seperti anda tumbuh, Don Gabriel. Aku hidup seperti apa yg anda ajari untuk hidup" tukas Gio dengan begitu tulus.


"Kalau begitu cari tahu siapa dalang nya, Gio!!!"


.........


Di kamar, Firda mengambil laptop nya dan ia mencari tahu di Internet siapa itu Gabriel Emerson.


Firda hanya bisa menganga lebar melihat apa yg terpampang di layar laptop nya yg memuat kabar betapa kaya nya keluarga Emerson. Bisnis dan usaha nya bukan hanya ada di seluruh negeri tapi bahkan ada di seluruh dunia.


Namun tak ada berita mengenai kehidupan pribadi nya di sana, bahkan tak ada yang memuat berita biografi Gabriel, dimana ia menempuh sekolah dan sebagainya. Yg di muat di berita itu hanya dunia bisnis nya, pencapaian dalam bisnis dan kekayaan nya.


Firda kembali mencari tahu siapa keluarga Gabriel, namun tak ada yg memuat tentang keluarganya kecuali nama ayahnya.


"Lalu siapa ibu nya? Dimana ibu nya?" gumam Firda dan bersamaan dengan itu pintu terbuka, Firda langsung menutup laptop nya saat melihat Gabriel yg memasuki kamar nya.


"Bagaiamana keadaan mu, Fir? Apa kau baik baik saja?" tanya Gabriel khawatir.


"Ya" jawab Firda singkat.

__ADS_1


"Kamu masih takut?" tanya Gabriel lagi.


"Aku takut pada mu..." Firda hanya bisa berkata dalam hati sembari menatap Gabriel. Sementara Gabriel yg tak mendapatkan jawaban dari Firda melangkah mendekat dan saat itu ponsel Firda berdering.


"Ummi telpon..." seru Firda kemudian ia pun menjawab telpon dari ibunya itu. Sementara Gabriel mengangguk mengerti dan ia malah duduk di samping Firda.


"Assalamualaikum, Ummi.."


"Waalaikum salam, Fir. Bagaimana keadaan mu di sana? Apa Gabriel menyakiti mu?" mendengar pertanyaan sang Ummi, Firda melirik Gabriel sekilas sementara Gabriel malah menyunggingkan senyum termanis nya.


"Baik, Ummi... Kami baik baik saja" jawab Firda kemudian.


"Syukurlah, Ummi khawatir karena di sana kamu jauh sama keluarga, Fir. Apa lagi daerah tempat tinggal mu itu cukup jauh juga dari rumah kakak kakak mu"


"Ummi engga usah khawatir, semuanya baik baik saja" jawab Firda lagi dan ia mencuri pandang pada Gabriel yg masih setia memandangi nya sembari tersenyum.


"Ada apa dengan nya?"


"Boleh aku juga bicara?" tanya Gabriel kemudian dan Firda pun mengangguk sembari menyerahkan ponsel nya pada Gabriel.


"Assalamualaikum, Ummi..." sapa Gabriel.


"Firda di sini baik baik saja, aku tidak akan menyakiti nya sedikit pun. Jadi Ummi dan Abi jangan khawatir" ujar Gabriel kemudian yg membuat Firda tersenyum simpul.


"Baguslah, lalu apa saja yg Firda lakukan di rumah mu?"


"Tidak ada, di sini ada banyak pelayan untuk setiap pekerjaan. Jadi Ummi tenang saja, Firda tidak bekerja sedikitpun"


"Oh begitu, lalu apa yg dia lakukan seharian?" Gabriel melirik Firda yg masih mengulum senyum.


"Tidak ada, sebentar lagi kami akan mencari sekolah yg dia mau"


"Memang itu yg kami harapkan, karena Firda masih butuh belajar dan ilmu nya masih sangat minim. Kalau begitu sudah dulu, jaga Firda"


Dan setelah itu sambungan telpon langsung di putuskan begitu saja oleh Aisyah, membuat Gabriel cemberut.


"Tante Aisyah aneh sekali, dulu dia berbicara dengan lembut pada ku. Sekarang dia sangat ketus" ia mengadu pada Firda seperti mengadu pada ibunya saja, membuat Firda tertawa kecil.

__ADS_1


"Menurut mu ibu mana yg akan bersikap lembut pada pria yg di anggap merusak putri nya?" tanya Firda sembari mengambil ponsel nya dari tangan Gabriel.


"Aku sudah meminta maaf dan bertanggung jawab" jawab Gabriel dan ia pun merebahkan diri nya di ranjang.


"Aku butuh test peck..." ujar Firda yg membuat Gabriel langsung duduk seketika.


"Ide bagus, aku akan menyuruh Gio membeli nya"


"Jangan..." pekik Firda kemudian.


"Kenapa?" tanya Gabriel heran.


"Kita baru saja menikah, apa yg akan Gio fikirkan tentang ku kalau aku sudah membeli test peck sekarang"


"Kenapa kamu selalu perduli dengan pemikiran orang lain?" tanya Gabriel


"Aku bukan nya peduli, aku hanya malu..." jawab Firda lirih. Gabriel pun tak bisa berkata apa apa lagi, rasanya wajar jika seorang gadis malu jika harus hamil di luar nikah dan orang lain mengetahui itu.


"Okey, aku mengerti..." ucap Gabriel kemudian "Jadi?"


"Aku ingin membeli nya sendiri, di apotek terdekat"


"Okey, ayo..." seru Gabriel tampak antusias.


"Bagaiamana kalau ada yg mencelakai Kita lagi?"


"Tidak akan, aku janji tidak akan ada yg menyakiti mu".


....... ...


Kini Firda dan Gabriel sudah ada di apotek, Firda membeli satu buah test peck dan Gabriel pun membayar nya.


Walaupun hanya pergi ke apotek dan itu pun hanya dengan jarak 10 menit dari rumah nya, namun bodyguard bodyguard Gabriel masih setia menjaga tuan dan Nyonya mereka.


Firda sendiri merasa sedikit ketakutan sebenarnya bagaimana jika ada yg mencelekai mereka lagi, namun Firda melihat Gabriel tampak santai saja. Seolah penyerangan seperti itu bukan hal baru bagi nya.


Setelah membeli test peck, mereka pun langsung bergegas pulang.

__ADS_1


Dan sesampainya di rumah, Firda langsung bergegas ke kamar mandi untuk melakukan tes. Apakah dia hamil atau tidak?


__ADS_2