Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Epa 32 - Angeline


__ADS_3

Setelah sholat, Firda kembali tidur di ranjang nya. Sementara Gabriel malah pergi keluar dan ia mencari dapur.


Di luar masih sepi, hari juga masih gelap dan cuaca masih terasa dingin.


"Tuan..." Gabriel tersentak mendengar suara itu, seorang wanita paruh baya menghampiri nya "Apa kau perlu sesuatu?" tanya wanita itu.


"Aku ingin ke dapur, aku ingin memasak jika boleh" jawab Gabriel. Karena ia tidak tahu harus melakukan apa sekarang dan entah mengapa tiba tiba ia ingin memasak.


Wanita paruh baya yg tak lain adalah ART keluarga Firda itu menganga tak percaya mendengar jawaban Gabriel.


"Memang nya Tuan Gabriel bisa memasak?" tanya wanita itu lagi.


"Bisa" jawab Gabriel dan wanita itu mengangguk sembari ber oh ria, ia pun membawa Gabriel ke dapur.


"Dimana semua orang?" tanya Gabriel kemudian.


"Jam segini semua orang masih di musholla" jawab wanita itu sembari mengeluarkan beberapa bahan makanan dari kulkas.


Gabriel melihat ada ayam segar, ia pun langsung terfikir untuk membuat chicken lasagna.


Gabriel megobarak ngabrik dapur mencari semua bumbu yg di butuhkan dan isi dapur Firda itu memang cukup lengkap.


Gabriel menyiapkan semua bahan sembari menunggu ayam nya yg masih beku.


Setelah itu, ia pun mulai memasak.


ART yg biasa di panggil Bi Umi itu terpukau dengan cara masak Gabriel yg rapi dan bersih, ia benar benar tidak menyangka suami Neng Firda nya ini sangat pandai memasak.


"Wow, Tuan Gabriel pandai sekali memasak" seru nya namun Gabriel hanya menyunggkan senyum samar nya. Ia tak biasa bertingkah ramah pada siapa pun namun tinggal di tengah keluarga Firda seolah mendorong diri nya untuk ramah pada mereka.


Saat matahari muncul dan semua orang kini sudah keluar untuk beraktifitas, Gabriel sudah menyelesaikan masakan nya dan Bi Umi kembali kagum dengan aroma dan tampilan masakan Gabriel itu.


"Aku minta piring satu, aku akan membawakan sarapan ke kamar Firda" ujar Gabriel dan Bi Uma pun dengan cepat mengambilkan piring untuk Gabriel.


Setelah itu, ia bergegas ke kamar Firda.

__ADS_1


Kini Aisyah dan ibu nya memasuki dapur hendak menyiapkan sarapan namun mereka terkejut karena ternyata di meja makan sudah ada makanan lezat.


"Bi Uma masak chicken lasagna?" tanya Aisyah tak percaya dan ia hendak mencicipi nya namun terhenti saat Bi Uma menjawab pertanyaan nya.


"Bukan saya, Bu. Tapi Suami Neng Firda"


"Hah?" pekik nenek Firda, ia juga tak percaya kalau Gabriel bisa memasak. Dengan tak sabar ia pun mencicipi masakan menantu nya itu dan seketika pupil mata nya melebar sembari ia mengangguk anggukan kepala nya "Hmmmm lezat" ucap nya "Tidak salah kamu memilih menantu, Aisyah" puji nya, sementara Aisyah hanya bisa memaksakan bibir nya tersenyum dan ia enggan mencicipi masakan menantu nya itu.


Aisyah kembali ke kamar nya sementara ibu nya menyajikan sarapan di meja kemudian memanggil suami nya dan juga anggota keluarga lain nya.


Mereka semua menikmati masakan Gabriel dan memuji Gabriel, suami Firda itu bukan hanya pintar mencari uang tapi juga pintar memasak.


"Beruntung nya Firda ya" seru mereka senang.


.........


Di kamar nya, Gabriel meletakkan makanan itu di meja yg ada di dekat tempat tidur Firda setelah itu ia bergegas keluar.


Saat Gabriel keluar, Firda bangun dan melirik makanan yg Gabriel bawa. Makanan itu cukup menggugah selera apa lagi perut Firda memang sudah keroncongan sejak tadi. Firda duduk bersila dan mencicipi makanan itu, tampak nya ia suka karena Firda meneruskan makan nya.


Setelah makan, Firda keluar dari kamar dan mendatangi Ummi nya di kamar nya.


"Ada yg mau Firda bicarain" ucap Firda kemudian.


"Mau bicara apa, Nak?" tanya Aisyah dan ia menarik Firda, membawa nya duduk di tepi ranjang.


"Tentang Gabriel" jawab Firda lirih namun kemudian ia menatap Ummi nya dengan mata melebar "Masak dia engga bisa wudhu, Ummi. Engga tahu niat wudhu, engga bisa sholat, engga hafal fatihah juga" seru Firda kemudian yg langsung membuat Aisyah melotot terkejut.


"Ya Allah, yg benar, Fir?" tanya Aisyah tak percaya.


"He'em" jawab Firda sembari mengangguk berkali kali. Aisyah mengelus dada nya mendengar pernyataan putri nya itu.


"Terus gimana? kamu ajarin dia wudhu kan?" tanya Aisyah lagi.


"He'em" jawab Firda kembali mengangguk berkali kali.

__ADS_1


"Di ajari sholat juga, kan?" Aisyah kembali bertanya dan sekali lagi Firda mengangguk sembari menggumam


"He'em"


"Kok kamu cuma He'em He'em aja sih, Fir?" tanya Aisyah yg malah tampak seperti orang panik.


"Ya terus?" tanya Firda memberengut.


"Ya Allah, padahal Ummi selalu mendoakan mu supaya dapat jodoh yg terbaik, Fir. Lah ini, wudhu aja engga bisa" seru Aisyah dan ia tampak semakin kecewa dengan Gabriel. Firda sendiri hanya bisa menghela nafas panjang, karena memang benar apa yg di katakan ibu nya, Gabriel benar benar bukan suami impian Firda.


"Ya sudahlah, Ummi. Ingatkan kata kakek, takdir Allah itu tidak bisa di tebak. Dan apa lagi tentang jodoh, semua nya menjadi rahasia Allah. Kalau pun Gabriel bukan suami yg baik buat Firda, semoga saja Firda bisa jadi istri yg baik untuk nya. Karena kebaikan itu akan kembali pada diri kita sendiri kan, Ummi. Semoga dengan begitu kami bisa sama sama jadi pasangan yg baik pada akhir nya" tutur Firda panjang lebar yg membuat ibu nya hanya bisa terdiam dengan tatapan lesu.


"Ummi jangan sedih lagi ya..." seru Firda kemudian menyenderkan kepala nya di pundak ibu nya.


"Kesedihan Ummi ketika kamu sedih, Fir. Dan Ummi akan berhenti bersedih ketika kamu sudah berhenti bersedih, Nak. Rasa nya sakit sekali melihat mu menderita" tutur Aisyah sembari mengelus kepala putri nya.


"Doakan kami, Ummi" lirih Firda dan Aisyah hanya bisa mengangguk.


.........


Di sebuah rumah yg begitu besar dan megah, mantan istri Gabriel yg bernama Angeline sedang menemani putra nya bermain. Bibir nya tersenyum dan tertawa, namun mata nya tampak berbeda. Menyiratkan kesedihan dan luka. Tiba tiba Angeline menarik putra nya dan memeluk nya, ia tak bisa menahan air mata nya.


"Mommy kangen Daddy, Sayang" lirih nya sembari mengecup pucuk kepala putra iya itu dan ia menghapus air mata nya.


Angeline teringat kembali saat saat bersama Gabriel dulu, dan sekarang status nya sudah menjadi mantan istri Gabriel.


Mau bagaimana lagi, Angeline tidak bisa menerima sisi gelap Gabriel yg bisa saja melukai nya dan putra nya. Namun tak bisa ia pungkiri, ia masih sangat mencintai ayah dari putra nya itu.


"Hai Mickey..." seru Frank yg baru saja datang dengan membawa beberapa mainan robot robotan untuk Micheal, tentu saja membuat Michael senang dan langsung berlari ke paman nya itu.


"Mainan baru..." teriak Michael senang.


"Yupz, mainan baru untuk Michael Martin" seru Frank sembari melirik kakak nya, Angeline hanya melirik Frank sekilas. Ia mengerti apa yg di maksud Frank, Frank ingin menyindir Angeline karena tidak memberikan nama belakang keluarga Gabriel untuk putra mereka, Angeline malah memberikan nama belakang Martin dan ia menutupi identitas Michael yg sebenarnya.


"Aku senang akhirnya kalian resmi bercerai, walaupun aku sempat heran kenapa tidak dari dulu kamu menggugat cerai tukang selingkuh itu" tukas Frank kemudian.

__ADS_1


"Berhenti mengurus urusan ku, Frank" tegas Angeline kesal. Ia tidak bisa memberi tahu siapapun siapa Gabriel sebenarnya dan kenapa ia memilih berpisah dengan Gabriel.


Selama ini Angeline memang tidak menggugat cerai Gabriel, karena ia tak mampu melakukan nya. Tapi siapa sangka, setelah 4 tahun kini Gabriel yg menggugat cerai diri nya dan Angeline tidak tahu kenapa. Namun ia dengan yakin menandatangani surat cerai itu.


__ADS_2