Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 262 - Javeed


__ADS_3

Bukan main senang nya ketika sang mantan Don memberi kabar pada anak anak nya bahwa mereka di izinkan pergi ke Jakarta. Micheal dan Aira bahkan langsung menubruk tubuh Ibu nya dan memeluk nya dengan sangat erat. Beda hal nya dengan cara Jibril, ia hanya melemparkan senyum simpul nya dan mengucapkan terima kasih.


Dan saat ini, Aira sedang menyiapkan barang barang yang akan ia bawa ke Jakarta.


"Al Qur'an nya jangan lupa, Humaira" tegas Firda yang membuat Aira langsung mendongak, ia melihat ibu nya itu berjalan mendekati nya.


"Iya, Ummi. Sudah kok, sudah Aira siapkan semua nya" jawab Aira sambil tersenyum manis.


"Ummi cuma berpesan satu sama kamu, jangan pergi kemana pun tanpa kakak kakak mu. Jangan percaya orang asing, apa lagi kalau sampai mengajak mu pergi ke suatu tempat. Ya?" tegas Firda lagi karena ia sungguh tak ingin apa yang terjadi pada nya di masa lalu juga terjadi pada Aira, meskipun pada akhir nya semua ada hikmah yang sangat luar biasa namun Firda tetap tak bisa melupakan bagaimana Ummi dan Abi nya sedih, kecewa, marah.


"Iya, Ummi. Aira janji tidak akan pergi kemana pun tanpa Kak Jibril dan Kak Mikail" jawab Aira meyakinkan, Firda duduk di tepi ranjang dan Aira pun duduk berhadapan di dengan Ummi nya itu.


"Ummi..." lirih Aira sembari menggenggam tangan apa Ummi nya itu "Apakah Ummi dan Abi ridho jika Aira pergi ke Jakarta?" tanya Aira lirih "Seandai nya Ummi dan Abi tidak ridho, Aira tidak akan pergi. Sungguh itu tidak masalah untuk Aira" tukas nya yang membuat Firda tersenyum.


"Bukan begitu, Nak. Ummi hanya khawatir, Jakarta itu kota besar, dan kamu anak gadis Ummi. Selangkah saja kamu menjauh dari pandangan Ummi, Ummi sudah mencemaskan mu. Tapi Ummi ridho dengan kepergian mu ke Jakarta. Dan ingat, jadi anak yang baik di rumah Mommy Angeline ya. Jangan merepotkan siapapun di sana"


"Iya, Ummi. Aira janji tidak akan merepotkan siapapun, terima kasih ya" Aira memeluk Ummi nya itu dengan erat. Dan tak lama kemudian Gabriel datang, ia mengelus kepala tuan putri nya itu.


"Ayo, kakak mu sudah siap" kata Gabriel "Ingat pesan Abi dan Ummi ya, jangan pergi kemana pun tanpa kedua Kakak mu"


"Iya, Abi. Aira akan selalu ingat pesan Abi dan Ummi" jawab Aira kemudian ia juga memeluk Abi nya itu.


"Gadis pintar"

__ADS_1


...


"Ini permintaan yang aneh, seseorang ingin kuda yang berwarna putih, berjenis kelamin perempuan dan masih muda" tukas seorang pria paruh baya pada teman nya yang saat ini sedang memeriksa kuda kuda mereka yang akan di jual.


"Tapi kita tidak punya kuda warna putih, sudah terjual minggu lalu" Jawab pria yang satu nya.


"Orang ini bersedia membayar mahal, jadi sebaiknya kita harus mendapatkan nya. Dia minta nya besok"


Sementara itu, seorang pemuda yang sejak tadi sibuk memberikan makan kuda kuda bos nya itu menguping pembicaraan mereka dengan seksama.


"Berapa dia mau membayar?" tanya pria itu lagi.


"Berapapun yang kita minta kata nya, karena butuh secepat nya untuk lomba berkuda"


"Kenapa, Javeed?" tanya salah satu pria itu.


"Apa saya boleh minta kontak orang itu? Saya akan menjual kuda saya"


"Apa? Kuda mu satu satu nya itu? Bukankah kamu sangat mencintai kuda mu itu?


"Iya, tapi saya butuh uang untuk biaya kuliah saya, Pak" jawab Javeed memasang wajah memelas nya.


"Baik lah, aku akan berikan kontak nya. Kamu hubungi dia hari ini juga ya"

__ADS_1


...


Javeed pulang ke rumah nya dengan perasaan yang gembira namun juga bercampur sedih. Di satu sisi, ia harus membutuhkan uang untuk melanjutkan kuliah nya, namun di sisi lain ia juga sangat sayang pada kuda yang selama ini sudah ia rawat dengan sangat baik.


Javeed sampai di rumah yang sangat sederhana, ia segera memanggil Mama nya dan tak lama kemudian sang Mama pun datang.


"Ada apa, Jav? Kelihatannya kamu sangat senang" ujar Mama nya


"Iya, karena akhirnya aku bisa melanjutkan kuliah ku, Ma" tukas Javeed dengan mata yang berbinar, namun di detik selanjut binar itu hilang dan tergantikan dengan kesedihan "Tapi aku harus menjual Meethi, Ma" lanjut nya yang tentu saja membuat Mama nya terkejut.


"Kamu serius mau menjual Meethi? Kamu rawat dia dari masih bayi, kenapa mau di jual?"


"Ada orang yang mencari kuda seperti ciri ciri Meethi, Ma. Dan orang itu bersedia membayar berapa pun, kapan lagi ada kesempatan seperti ini?"


"Coba kamu fikirkan sekali lagi, Jav. Nanti kamu menyesal"


"Tidak, Ma. Keputusan ku sudah bulat, aku akan menjual Meethi dengan harga mahal, jadi sebagian uang nya bisa kita gunakan untuk membuka usaha"


Sang Mama hanya bisa menatap putra nya itu dengan begitu sendu, ada perasaan bersalah yang menggerogoti hati nya atas apa yang terjadi pada kehidupan mereka sekarang, yang sangat berbanding terbalik dengan kehidupan meraka yang dulu.


"Terserah kamu saja, Jav. Yang mana baik nya menurut kamu, maaf ya karena Mama tidak bisa menjadi Mama yang baik"


"Ini bukan salah Mama, jangan berbicara begitu lagi"

__ADS_1


__ADS_2