Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 65 - Doa Yg Tulus


__ADS_3

Semua pelayan sudah di kumpulkan untuk di introgasi, mereka bahkan di ancam dan di takut takuti oleh Gio namun tak ada satupun dari mereka yg mengaku telah masuk ke kamar Gabriel.


Mereka bahkan memiliki alibi yg kuat di saat kejadian dan rekaman cctv juga membuktikan hal itu.


"Itu arti nya ada orang luar yg menyamar menjadi salah satu dari kalian, apa kalian membawa orang lain masuk?" tanya Gio dan semua pelayan menggeleng dan mengatakan tidak.


Setelah memindahkan Firda ke kamar nya dan memastikan keamanan nya, Gabriel meninggalkan Firda dan mendatangi Gio.


"Sudah kau temukan pelaku nya?" tanya Gabriel dan Gio menggeleng pasrah "Aku tidak bisa menerima jawaban tidak, Gio. Cari sampai dapat!" tegas Gabriel.


"Aku janji akan menemukan nya sebelum matahari terbit, Don Gabriel" ucap Gio dan Gabriel pun kembali ke kamar nya.


...


Firda terbangun di pelukan Gabriel seperti biasa, Firda mengucek mata nya yg masih terasa berat untuk di buka, ia menggeliat malas sambil memperhatikan sekeliling nya.


"Sudah di kamar" gumam Firda menarik nafas dalam, Firda memperhatikan Gabriel yg saat ini sedang tertidur pulas.


Firda merasa aneh dengan sikap berlebihan Gabriel yg selalu membicarakan keselamatan Firda, seolah Firda adalah tawanan penjahat yg bisa di bunuh kapan saja.


Mengingat bagaimana Gabriel marah sekaligus cemas dan takut hanya karena ada ponsel asing di kamar nya membuat Firda semakin bingung dan rasa penasaran nya semakin kuat akan kehidupan apa yg Gabriel jalani. Dari tabrakan mobil, orang di resort, ponsel. Semua nya membuat Gabriel sangat marah seolah itu adalah sebuah serangan yg di sengaja.


"Mungkin cuma kebetulan saja kali ya" gumam Firda lagi. Ia pun mengguncang pundak suami nya itu dan membangunkan nya


"Om Gabriel..." panggil Firda sementara Gabriel yg di bangunkann oleh Firda pun langsung membuka mata dan malah dengan sigap ia mengambil sebuah pistol yg ada di bawah bantal nya, membuat Firda menganga dan langsung bergidik ngeri.


"Ada apa, Firda? Kamu baik baik saja?" tanya Gabriel cemas dan Firda menggeleng lemah.


"Om yg bikin aku takut..." rengek Firda dan seketika Gabriel langsung menurunkan senjata nya.


"Maafkan aku, Sayang. Aku hanya terlalu khawatir" ujar Gabriel sementara Firda masih tampak shock.


"Firda, kamu tidak apa apa kan?" tanya Gabriel lagi.


"Kalau khawatir langsung ambil senjata ya, Om? Itu senjata benaran? Awas engga sengaja ke tarik pelatuk nya, Om. Nanti kepala Om sama seperti lemari tuh nasib nya..." ujar Firda sembari menunjuk lemari yg masih bolong karna ulah nya.

__ADS_1


Gabriel pun menoleh ke lemari yg belum ia ganti itu dan kemudian Gabriel terkekeh geli.


"Tidak, aku bisa menggunakan senjata dengan baik" ujar Gabriel, ia melirik jam dan ia pun menyuap "Masih pagi sekali, tidurlah" seru nya.


"Om sholat dulu..." pinta Firda.


"Tapi kan kamu tidak sholat, Fir"


"Ya kan karena aku lagi halangan, Om. Kalau Om kan tidak halangan" ujar Firda lagi.


"Jadi aku harus tetap sholat?" tanya Gabriel dan Firda mengangguk


"Sendirian?" tanya nya lagi dan Firda mengangguk lagi.


Gabriel pun menurut, ia turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk wudhu.


Firda hanya menatap nya dari atas ranjang, Firda tahu Gabriel belum tahu banyak soal ibadah, tapi Gabriel harus tetap belajar sholat. Firda juga tahu, Gabriel mungkin masih melakukan hal yg tidak seharusnya di lakukan apa lagi dengan bisnis yg tak baik, tapi Gabriel masih harus tetap sholat.


Firda hanya berharap, dengan sholat, Gabriel bisa menjalani kehidupan yg lebih baik.


Firda masih memperhatikan dan mengawasi Gabriel saat suami nya itu sholat sendirian, dan setelah sholat, Gabriel langsung melipat sejadah nya dan ia langsung merangkak naik ke atas ranjang.


"Aku tidak tahu" jawab Gabriel sambil menarik selimut dan menarik paksa Firda ke dalam dekapan nya, mengajak Firda kembali tidur. Firda pun memposisikan diri nya senyuman mungkin di dekapan sang suami.


"Masak tidak tahu cara nya doa, Om?" tanya Firda lagi dan Gabriel menggeleng.


"Doa itu kan meminta, Om. Memang nya Om tidak punya permintaan atau keinginan apa begitu?" tanya Firda lagi.


Keinginan?


Yang Gabriel inginkan saat ini adalah keselamatan Firda, ingin selalu bersama Firda dan sangat ingin bertemu putra nya, memeluk nya, mencium nya dan ingin sekali mendengar nya memanggil Gabriel dengan sebutan Daddy.


"Punya tidak?" tanya Firda yg melihat Gabriel terdiam.


"Punya" jawab Gabriel, seketika Firda langsung bangkit duduk dan ia menarik Gabriel supaya juga duduk.

__ADS_1


"Sekarang angkat tangan Om Gabriel begini..." ujar Firda sembari menadahkan tangan nya ke atas, Gabriel pun mengikuti nya.


"Sekarang Om minta sama Allah apa yg apa Om Gabriel inginkan, minta dengan sepenuh hati" ujar Firda lagi namun Gabriel malah diam dan melirik Firda, Firda menutup mata Gabriel dengan tangan mungil nya.


"Ayo, Om... Minta saja, minta seakan akan Allah itu ada di hadapan, Om"


"Ya Tuhan, lindungi Firda dari semua bahaya dari orang orang yg ingin mencelakai nya.


Ya Tuhan, aku tidak ingin kehilangan Firda, aku ingin bersama nya, selama nya.


Ya Tuhan, aku juga ingin hidup bersama putra ku, Michael. Aku ingin memeluk nya, mencium nya.


Ya Tuhan, jika suatu hari nanti Firda tahu masa lalu ku dan tahu bahwa aku memiliki anak, jangan biarkan dia meninggalkan ku. Dan aku janji, aku akan menjalani hidup yg jauh dari kriminal, asal Firda tetap bersama ku"


Firda menatap Gabriel yg masih memejamkan mata, seperti nya Gabriel meminta sesuatu yg sangat serius dan benar benar di inginkan nya. Bahkan kening Gabriel sampai berkerut.


Beberapa saat kemudian, Gabriel membuka mata dan menurunkan tangan nya.


"Sudah?" tanya Firda dan Gabriel mengangguk sembari menyunggingkan senyum simpul nya.


"Doa nya baik baik kan?" tanya Firda lagi yg membuat Gabriel terkekeh.


"Tentu saja, aku mendoakan keselamatan mu, aku berdoa supaya kamu selalu bersama ku, selama nya" ucap Gabriel yg membuat Firda tersenyum.


"Aamiin" seru Firda kemudian.


"Aamiin..." Gabriel juga mengaminkan nya.


"Setiap habis sholat, doa saja terus. Insya Allah nanti akan Allah kabulkan kok" ujar nya.


"Semoga saja" gumam Gabriel "Sekarang boleh tidur lagi?"


"Sudah pagi, aku mau masak..."


"Masak?" tanya Gabriel dan Firda mengangguk.

__ADS_1


"Ada pelayan, untuk apa masak sendiri?"


"Ingin masak saja buat suami" jawab Firda kemudian mengecup pipi Gabriel sebelum akhirnya ia merangkak turun dari ranjang dan bergegas ke kamar mandi.


__ADS_2