Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 225 - Mulai Posesif


__ADS_3

Micheal melihat ada beberapa anak anak yang main layanan di halaman sekolah, tentu ia sangat tertarik. Micheal pun langsung berlari masuk ke dalam rumah sembari memanggil ayah nya.


"Daddy...."


"Daddy...."


"Ada apa, Mickey?" tanya Oma nya yang melihat Micheal kelimpungan mencari ayah nya.


"Mau main layangan, Oma. Daddy dimana?" tanya Micheal dengan begitu antusias.


"Di kamar nya mungkin, lagian kamu mau main layangan memang nya sudah sholat ashar?" tanya Oma nya.


"Belum, Oma. Habis sholat ashar nya banyak, cuma kalau sholat nya sepeti subuh saja, cuma dua. Mickey mau sholat terus" jawab Micheal yang membuat Oma nya geleng geleng kepala.


"Tidak boleh begitu, sholat itu mau yang dua, tiga, empat, semua nya harus di kerjakan. Biar Mickey dapat pahala" ujar sang Oma lagi.


"Pahala itu apa, Oma?" tanya Michel lagi dan ia menatap Oma nya dengan mata bulat nya.


"Ganjaran" jawab Oma nya dengan sabar.


"Ganjaran itu apa?" tanya Micheal lagi yang membuat Oma nya harus memutar otak nya dengan cepat mencari jawaban yang lain.


"Emm kalau Mickey sholat, Allah kasih pahala atau ganjaran. Kalau pahala Mickey sudah banyak, nanti Mickey bisa masuk surga" jawab Oma nya lagi dan Micheal pun terdiam sembari melirik ke atas sambil mengetuk-ngetukan jari nya ke dagu , seolah ia sedang berfikir keras.


"Masuk surga nya kapan, Oma?"


"Astagfirullah, ya Allah..." Oma nya hanya bisa mengelus dada karena pertanyaan Micheal seperti nya tak akan ada ujung nya.


"Daddy mu di kamar, panggil sana. Kata nya mau main layangan" ujar sang Oma kemudian yang tak ingin lagi mendapatkan berbagai pertanyaan dari Micheal.


"Okey" jawab Micheal dengan tenang nya dan ia langsung berlari masuk ke dalam kamar orang tua nya.


"Daddy..." teriak Micheal.


"Apa, Micheal?" tanya Firda yang saat ini sedang menyiapkan barang barang Jibril karena setelah nya ia akan memandikan Jibril.


"Daddy dimana?" tanya Micheal namun ia merangkak naik ke atas ranjang apa lagi ia yang melihat Lora Jibril yang terbangun dan sibuk dengan dunia nya sendiri.


"Ih, kenapa Adik Lora ketawa ya, Mommy?" tanya Micheal sembari mencolok pipi adik nya itu.

__ADS_1


"Mungkin ngajak Mickey main" kata Firda dan tak lama kemudian Gabriel keluar dari kamar mandi.


"Sayang, air hangat nya sudah" kata Gabriel.


"Adik Lora mau mandi?" tanya Micheal dan dari raut wajah nya sudah di pastikan bahwa ia ingin ikut mandi.


"Micheal mandi nanti ya sama Daddy" kata Firda sembari menggendong Lora Jibril.


"Oh ya, tadi kan Mickey kan mau ke sini karena mau ngasih tahu Daddy kalau Mickey mau main layangan" kata Micheal yang baru teringat dengan niat kedatangan nya ke kamar daddy nya ini.


"Ya sudah ayo, dari pada kamu gangguin adik Lora" kata Gabriel.


"Oh ya, ada lagi yang Mickey lupa" kata Micheal lagi.


"Apa lagi?" tanya Gabriel.


"Kapan kita bisa pergi ke surga?"


"Apa?" pekik Firda dan Gabriel secara bersamaan.. Kedua nya pun hanya bisa saling melempar tatapan dan tak tahu harus menjawab apa, apa lagi tidak mungkin bagi mereka menceritakan tentang akhirat pada anak kecil yang bahkan belum memahami makna rukun iman dan rukun islam.


"Micheal, semua orang itu akan pergi ke surga tapi ada yang tahu kapan" kata Firda kemudian.


"Tadi kata Oma, Mickey itu harus sholat biar dapat banyak pahala dan kata nya kalau dapat banyak pahala, nanti bisa masuk surga" jelas Micheal.


"Oma memang benar, tapi kapan bisa masuk surga itu tidak ada yang tahu" kata Firda lagi.


"Kenapa tidak ada yang tahu?"


"Karena itu kejutan, kalau mickey dapat kejutan senang tidak?" tanya Firda lagi.


"Senang dong, Mommy. Apa lagi kalau kejutan nya di kasih hadiah" ujar Micheal dengan mata yang berbinar.


"Nah, surga itu juga kejutan, Sayang. Biar nanti Mickey senang" jawab Firda dan Micheal pun hanya mangut mangut dengan raut wajah yang sangat serius.


"Jadi, sebaik nya sekarang Mickey sekarang main layangan sama Daddy ya. Tapi harus pulang cepat, mandi dan ikut ngaji ke Mushola seperti biasa"


"Iya, Mommy" jawab Micheal kemudian "Oh ya, Mommy. Nanti di surga apa ada mainan juga?"


"Ada"

__ADS_1


...


"Tamu undangan nya cuma 150" kata Gio yang mencatat nama nama tamu yang akan hadir di pernikahan mereka "Aku mau buat acara nya pprivat"


"Tau engga..." kata Mini sembari menatap Gio "Aku itu anak satu satu nya orang tua ku, seharus nya pernikahan ku itu meriah, megah, mengundang banyak tamu" ujar nya secara asal, bukan karena apa tapi karena Gio memutuskan semua nya sendirian.


"Aku bisa kalau cuma buat pesta yang meriah dengan sekian ribu tamu, cuma masalah nya, semakin banyak yang datang semakin sulit orang orang nya di awasi. Bagaimana kalau ada musuh menyusup? Jadi lebih baik tamu nya sedikit" jawab Gio


"Lagi pula, inti dari pernikahan kan bukan pesta nya, Mini. Tapi dari kesungguhan hati kita untuk menjalani pernikahan ini ke depan nya, percuma pesta meriah tapi kalau akhir nya cerai"


"Terserah lah" ketus Mini.


"Kamu mau mengundang teman teman mu juga?" tanya Gio kemudian.


"Iya, sudah aku catat itu. Ada dua puluh orang" kata Mini sembari menyerahkan list teman teman nya yang akan di undang.


"Apa? Ada 12 cowok?" pekik Gio dan Mini hanya mengangguk tenang.


"Banyak sekali teman cowok mu, Mini" geram Gio tak suka.


"Ya mungkin karena aku tomboy jadi banyak teman cowok nya, itu juga belum semua nya. Cuma yang paling dekat saja"


"Kamu dekat sama 12 cowok?"


"Dekat dalam artian teman, Gio. Engga usah lebay begitu yaaaa"


"Mini, tidak ada pria yang suka wanita nya dekat sama satu cowok sekali pun apa lagi 12 cowok"


"Maksud kamu? Aku tidak boleh berteman dengan mereka lagi, begitu?"


"Iya..."


"Gio..."


"Jauhi mereka atau aku buat menghilang dari dunia ini"


"Gila kamu, Gio"


"Gila karena kamu"

__ADS_1


__ADS_2