Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 176 - Perlu Menjaga Diri Sendiri


__ADS_3

Setelah selesai menjenguk Abi nya, Gabriel membawa Firda untuk kembali beristirahat di kamar nya. Ummi Aisyah pun masih setia menemani suami nya dan menunggu nya sadar, tadi Dokter juga datang dan memeriksa keadaan Abi Farhan.


Gabriel pun keluar dari ruangan Firda untuk menunggu kedatangan Angeline dan Frank.


Sementara Gio membawa Angeline dan Frank untuk menemui Gabriel. Dan saat melihat Gabriel, Angeline begitu terkejut saat melihat Gabriel yang terluka.


"Gabriel..." Angeline hendak menyentuh wajah Gabriel yang terluka namun Gabriel dengan kasar menghempaskan tangan Angeline.


"Kamu kenapa? Micheal dimana? dia tidak apa apa kan?" tanya Angeline. Sementara pandangan Gabriel kini tertuju pada Frank, ia menatap Frank penuh permusuhan membuat Frank merasa terintimidasi.


"Kamu melakukan kesalahan yang sama, Frank" desis Gabriel mengepalkan tangan nya kuat kuat, jiwa nya memberontak ingin menghajar Frank namun Gabriel teringat posisi nya yang berda di rumah sakit, selain itu ada keluarga mertua nya di rumah sakit ini dan ia masih dalam pengawasan polisi.


"Apa maksud mu?" tanya Frank.


"Masih sempat bertanya?" desis Gabriel di depan wajah Frank "Kamu yang mengirim pria monster itu ke desa ini kan?" Frank tak bisa menjawab, Frank memang tidak pernah mengatakan secara langsung dimana Gabriel pada Edward, namun mengingat Angelien lah yang mengatakan nya dan saat itu ada Edward di sana yang menyamar menjadi sopir nya membuat Frank tak bisa berkata apa apa.


"Aku tidak berniat bekerja sama dengan nya" ujar nya kemudian "Dia menculik ayah ku dan sampai sekarang aku tidak tahu dimana ayah ku, dia mengancam ku" seru nya. Gabriel juga bisa mengerti posisi Frank, siapapun akan takut jika di ancam seperti ini namun Gabriel juga tak bisa memaafkan Frank yang selalu menjadi jembatan antara Edward dan diri nya.


"Kamu jangan menyalahkan kami, Gab" sambung Angeline "Kami bahkan ingin menyalahkan mu karena yang Edward inginkan itu kamu'


"Benar..." jawab Gabriel sambil tersenyum kecut "Tapi jika kalian cerdas sedikit, semua ini tidak akan terjadi. Kalian mau lihat hasil dari kebodohan kalian?" desis nya, kemudian Gabriel menarik tangan Frank dan Angeline menuju kamar Firda, Gabriel menyuruh mereka mengintip ke kamar Firda dan mereka melihat Firda yang terbaring di atas bangsal.

__ADS_1


"Kami hampir kehilangan janin kamu, dan bukan hanya itu..." Sekarang Gabriel menarik Frank dan Angeline ke ruangan Mini dan meminta mereka melihat Mini dari kaca pintu.


"Lihat, bahkan orang asing hampir merenggang nyawa. Dan bahkan ayahhhh mertua ku. Ayo lihat keadaan nya..." Frank dan Angeline hanya bisa tercengang dan tak bisa melewan ketika Gabriel terus menyeret nya berjalan dari satu ruangan keruangan yang lain, Gabriel terlihat marah dan itulah yang membuat mereka ikut saja, sekarang mereka sampai di depan kamar Abi Farhan dan Gabriel menghempaskan tangan Frank dan Angeline.


"Lihatlah keadaan nya..." desis nya, mereka berdua juga mengintip dan kedua nya hanya bisa menahan nafas "Mereka semua hampir mati, dan itu semua karena kebodohan kalian..." desis nya dengan mata yang sudah memerah.


"M.. Micheal, dimana Micheal, Gab?" tanya Angeline cemas. Gabriel pun berjalan menuju kamar Micheal dann kali ini ia tak perlu menyeret Frank dan Angeline lagi.


Sesampai nya di depan kamar Micheal, Angeline mengintip dan ada Oma Opa nya Micheal yang sedang menjaga Micheal di dalam. Angeline juga menahan nafas melihat anak nya terluka namun di sisi lain ia juga bernafas lega karena ia melihat Micheal yang sadarkan diri, berbeda dengan Abi Farhan dan juga Mini.


"Dia masih hidup karena ayah mertua ku mempertaruhkan nyawa nya untuk menyelamatkan nya, Angeline" tegas Gabriel "Jika saja ayah mertua ku saat itu hanya berusaha menyelamatkan diri nya sendiri, dia pasti akan baik baik saja saat ini, tapi orang pertama yang dia selamatkan adalah Micheal"


Frank dan Angeline hanya bisa meneguk ludah nya dengan kasar, mereka tidak tahu lagi harus berkata apa dan mereka sangat tidak menyangka keadaan nya akan menjadi serumit ini.


Baik Frank maupun Angeline tampak bingung sekarang, Angeline ingin masuk ke kamar putra nya dan memeluk putra nya, namun Angeline malu saat melihat wanita berhijab di sana. Angeline tidak tahu siapa wanita itu namun yang pasti wanita itu tampak sangat sayang pada Micheal. Sementara selama ini Angeline selalu berfikir hal yang buruk tentang Firda dan keluarga nya.


Angeline membuka pintu dengan perlahan, dan hal itu menarik perhatian Micheal juga Oma Opa nya.


"Mommy..." lirih Micheal tak percaya melihat Mommy nya datang. Kedua mata Angeline berkaca kaca melihat putra nya yang terbaring terluka di atas ranjang rumah sakit.


"Hai, Sayang..." sapa Angeline, Frank mengikuti nya dari belakang. Sementara Oma Opa nya Micheal menyambut mereka dengan senyum, Gabriel sudah memberi tahu mereka kalau Ibu dan Om nya Micheal akan datang.

__ADS_1


"Sayang..." Angeline mengecup kening putra nya itu dan air mata menetes begitu saja hingga membasahi kening Micheal. Beberapa hari ia tak bertemu dengan Micheal, membuat nya begitu merindukan Micheal, dan saat bertemu, Micheal justru dalam keadaan yang membuat Angeline sesak nafas.


"Kamu tidak apa apa, Nak?" tanya Angeline sembari mengusap air mata nya. Micheal tersenyum lemah dan menganggu kan kepala nya.


"Sakit ya, mana yang sakit? Micheal yang kuat ya..." ucap Angeline lagi.


"Jangan menangis, Mommy" lirih Micheal "Mickey baik baik saja, tapi badan mickey juga sakit, kepala Mickey sakit..." mata Mickey berkaca kaca dan hidung nya sudah kembang kempis "Ada orang jahat yang datang, hiks..."


"Orang jahat nya sudah tidak ada" Angeline menenangkan putra nya itu yang tampak nya masih trauma, Frank yang melihat keadaan keponakan nya itu merasa bersalah, ia yang ingin menyelamatkan ayah nya justru mengorbankan keponakan nya dan beberapa orang lain nya.


"Mickey tahu..." kata Micheal kemudian "Daddy dan Om Gio mengusir penjahat nya, Mommy Cantik juga sakit karena penjahat nya, untung saja adik bayi nya tidak apa apa" racau nya yang membuat Angeline tak bisa berkata apa apa, ia hanya bisa tersenyum meskipun masih meneteskan air mata nya.


...


Sementara itu, seorang dokter datang untuk memeriksa keadaan Edward. Tangan kanan nya di borgol ke ranjang untuk jaga jaga Edward agar tak lari jika sadar nanti, Dokter itu memeriksa detang jantung Edward yang berangsul membaik, dan tembakan nya itu tepat mengenai dada kiri nya namun meleset dari jantung nya, itulah alasan nya masih di selamat.


Sementara Gabriel duduk di depan kamar Micheal, ia ingin menjaga istri nya namun juga ingin menjaga putra nya dan juga ingin menjaga ayah mertua nya dan juga Mini. Gabriel tampak begitu pucat dan lelah, namun ia tak memperdulikan diri nya sendiri. Dokter masih merawat nya meskipun Gabriel tidak selalu berada di atas ranjang nya, Dokter juga mengganti perban di perut Gabriel dan mengobati luka nya yang masih belum kering.


"Sebaik nya jangan bergerak banyak dulu..." kata Gio dan ia pun duduk di samping Gabriel "Luka jahitan mu itu tidak akan cepat kering atau mungkin tidak akan pernah kering kalau kamu terus saja jalan jalan dari satu ruangan ke ruangan yang lain"


"Lalu apa yang harus aku lakukan, Gio? Aku ingin menjaga mereka semua"

__ADS_1


"Jangan sombong jadi orang..." kata Gio yang memmbuat Gabriel langsung menatap nya dengan heran "Kamu bukan satu satu nya yang mencintai mereka dan perduli mereka, kamu bukan satu satu nya yang kuat dan bisa menjaga mereka" tukas Gio yang membuat Gabriel tersenyum.


"Kembali lah ke kamar mu dan beristirahat lah, jika Ayah mu yang jahat itu sadar, maka dia akan segera di adili di pengadilan dan kita harus menyaksikan itu dalam keadaan yang sangat sehat. Supaya dia sadar, dia tidak akan pernah bisa menyentuh kita"


__ADS_2