
Keluarga Firda, terutama Abi dan Ummi nya hanya bisa saling melempar pandangan setelah mendengar apa yg di katakan Kakek nya dan berita itu di benarkan oleh Gabriel dan Firda.
"Don..... Mafia?" cicit Ummi Aisyah sambil meringis, saat ini mereka semua sedang berkumpul di ruang keluarga dengan ketegangan karena kabar yg tak pernah mereka bayangkan.
Gabriel dan Firda mengangguk bersamaan.
Semua keluarga nya terlihat masih bingung dan juga tak percaya akan kenyataan bahwa Gabriel adalah seorang Don Mafia.
"Yg... Menjadi kepala gengster?" tanya Abi Farhan. Lagi lagi Firda dan Gabriel hanya bisa mengangguk pelan.
Mereka semua langsung menghela nafas berat, kemudian mereka tampak berfikir keras, dan kemudian mereka semua malah tertawa, membuat Gabriel dan Firda langsung tercengang bingung.
__ADS_1
"Ada ada saja kalian ini..." ujar sang nenek.
"Canda nya tidak lucu" sambung Tante Firda.
"Kenapa tidak buat film sekalian, film bertema Mafia favourit ku..." ujar Ummi Aisyah sambil tertawa namun tiba tiba ia terdiam karena ia melihat Firda dan Gabriel diam tanpa ekspresi.
"Kami jujur..." kata Gabriel dan Firda bersamaan.
Mereka semua pun langsung serempak terdiam "Tolong maafkan aku..." lirih Gabriel kemudian dan saat itu lah mereka percaya apa yg di akui Gabriel itu benar. Seketika suasana nya kembali tegang, mereka kembali saling melempar tatapan sambil menatap Gabriel dan Firda bergantian.
"Tapi sekarang Gabriel sudah bertaubat, dia sudah akan meninggalkan dunia hitam nya dan dia berencana akan tinggal di sini..."
__ADS_1
"Apa dia juga membunuh?" tanya Ummi Aisyah tiba tiba dengan suara yg bergetar, membuat Firda dan Gabriel terhenyak. Gabriel hanya bisa menundukan kepala nya, dan Firda langsung menggenggam tangan Gabriel. Membuat Gabriel langsung mendongak dan menatap nya.
"Sekarang tidak akan lagi, Ummi..." jawab Firda tegas. Namun sepertinya Ummi dan Abi nya sudah terlanjur kecewa.
"Dia telah melakukan dosa besar, Firda" tukas sang ayah kemudian, yg tentu membuat Gabriel hanya bisa menelan ludah susah payah. Diri nya sadar, bahwa dia adalah seorang pendosa, berbeda dengan keluarga Firda.
"Farhan..." tegur ayah mertua nya "Tidak boleh kita menghakimi seseorang, apakah dia telah melakukan dosa atau telah melakukan pahala. Itu urusan dia dan Tuhan nya Nak..." tegas nya.
"Tapi, Bi. Dia seorang penjahat, dia menipu kita, dia membuat hidup Firda dalam bahaya" tukas Ummi Aisyah lagi. Sementara yg lain hanya bisa diam mendengarkan, mereka ingin berbicara, tapi takut salah dan semakin memeperkeruh suasana.
"Nak..." Ayah nya itu menepuk pundak Aisyah "Semua orang punya kesempatan untuk berubah, untuk bertaubat. Kita tidak bisa menghakimi seseorang karena masa lalu nya, bisa jadi dulu dia adalah pembunuh, penjahat, tapi jika suatu malam dia menangis menyesal pada Tuhan nya, menyesali perbuatan nya dan memohon ampun, siapa yg tahu jika mungkin Tuhan nya akan menjadikan dia kekasih Nya... " sang kata berkata panjang lebar, berharap keluarga nya mau membuka hati untuk Gabriel. Mereka terlihat merenungi ucapan sang kakek, kemudian menatap tak tega pada Gabriel dan Firda yg berpegangan tangan dengan begitu erat.
__ADS_1
"Ummi..." Firda turun dari tempat duduk nya dan ia bersimpuh di depan Abi dan ibu nya, Firda menggenggam tangan Abi dan Ibu nya dan meletakan nya di kening Firda, Firda menunduk dalam di hadapan mereka.
"Firda juga sangat kecewa saat tahu hal ini dulu..." lirih nya "Firda juga marah dan menganggap Bang Gabriel adalah pendosa. Tapi Firda ingat apa yg di katakan Kakek, sebanyak apapun kekurangan suami mu, sebesar apapun keburukan nya, tapi dia bukan Firaun. Dan bahkan Firaun saja mendapatkan kesempatan kedua dari Tuhan, masak suami Firda tidak?