
Kabar tentang lamaran pria kota yg kaya raya untuk Firda sudah menyebar dengan begitu cepat, seluruh kerabat dan tetangga sudah mendengar kabar itu. Dan bukan nya berfikir negatif dengan Firda, keluarga Firda malah terus terusan mengejek Firda. Mengatakan Firda sakit karena tak sanggup berpisah dengan Gabriel, ada yg juga mengatakan pantas saja Firda tidak kembali ke pesantren, rupa nya karena mau menikah to.
Mereka tidak terkejut jika yg melamar Firda adalah Gabriel, karena mereka pernah melihat Gabriel di desa itu selama beberapa hari dan ia memang dekat dengan Firda, bahkan juga keluarga Firda. Mereka juga tahu bahwa Gabriel pernah ikut Aisyah ke pasar dan bahkan makan siang bersama keluarga Firda. Tentu cerita itu mengalir dari mulut ke mulut, sehingga semua orang mengira bahwa hubungan Firda dan Gabriel sudah ada sejak saat itu.
Dua minggu setelah lamaran itu, Farhan memutuskan untuk menikahkan putri nya dengan Gabriel. Kerabat jauh mereka juga di kabarkan hal itu, dan mereka juga menyambut gembira pernikahan Firda karena Firda sendiri yg menginginkan nya. Mereka juga tak mempermasalahkan usia Firda yg masih muda, mereka justru bangga pada Firda yg mau memilih jalan serius dan bukan nya hanya pacaran seperti remaja pada umum nya.
Dan soal Gabriel, beruntung sekali Karena saat itu Gabriel tinggal di rumah Pak Mansur yg sudah pindah ke Jakarta. Gabriel juga mengakui bahwa Pak Mansur adalah salah satu karyawan nya di perusahaan nya dan ia bukan keluarga istri Pak Mansur. Dari Pak Mansur, keluarga Firda mulai tahu sedikit banyak tentang Gabriel. Para tetangga yg tahu bahwa Gabriel adalah orang yg sangat kaya bahkan memiliki perusahaan membuat mereka semakin heboh dan mengatakan betapa beruntung nya Firda.
"Ciee... Yg jatuh cinta sampai sakit" goda kakak kakak sepupu Firda yg membuat Firda terpaksa menampilkan senyum, namun ia enggan menanggapi itu dan lebih memilih kembali ke kamar nya. Apalagi godaan seperti itu sudah terjadi sejak dua minggu y lalu.
Hari ini semua orang sibuk di rumah nya untuk mengadakan akad nikah Firda. Dan Farhan harus mengajarkan Gabriel untuk mengucapkan akad dengan benar.
Aisyah dan kakak kakak sepupu Firda masuk ke kamar Firda dan mulai merias Firda, mereka juga membawakan gaun pengantin yg sangat cantik. Jika gadis lain nya akan terharu saat di bawakan dan di pakaikan gaun pengantin, beda hal nya dengan Firda yg terus memasang wajah datar.
Gabriel pun juga bersiap untuk akad, walaupun ini pernikahan kedua nya. Entah mengapa Gabriel merasa begitu gugup, seperti pria yg baru saja akan melepaskan masa bujang nya.
Saat semua sudah siap, mereka berkumpul di musholla dan bersiap siap untuk untuk akad.
Sementara Firda memilih tetap di kamar menunggu sampai akad selesai. Ingin rasa nya Firda menangisi nasib malang nya lagi namun air mata nya sudah tak mau keluar lagi.
"Nak Gabriel, sudah siap?" tanya kakek Firda yg bertindak sebagai penghulu. Sementara Gabriel yg merasa gugup tak bisa menjawab apa lagi tak ada Firda di samping nya, Gabriel terus menoleh, berharap Firda datang dan duduk di samping nya.
__ADS_1
"Gabriel....." seru Farhan.
"Dimana Firda?" tanya Gabriel dengan suara berat nya. Farhan melirik ibu mertua nya, meminta jawaban.
"Firda di kamar bersama Aisyah, dia akan keluar saat akad sudah selesai" jawab nenek nya Firda.
"Tapi....tapi aku tidak bisa kalau tidak ada Firda, aku merasa gugup" jawab Gabriel jujur yg membuat Farhan menggeram tertahan. Karena ia tahu betul kenapa Firda tidak mau keluar, karena ia sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini.
Farhan mendekati Gabriel dan berbisik pada nya "Jangan aneh aneh, laksakan saja akad ini" tegas Farhan marah.
Gabriel mentap Farhan kemudian calon kakek mertua nya itu. Sang kakek mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan Gabriel, Gabriel menerima dengan gugup namun kemudian ia menarik tangan nya kembali.
"Aku ingin Firda di samping ku" ucap Gabriel kemudian yg malah membuat semua orang menertawi nya, berfikir Gabriel benar benar sudah cinta mati pada Firda.
Farhan pun pergi ke kamrar Firda dan di sana ia melihat Firda dan Aisyah yg sama sama melamun, membuat Farhan hanya bisa menghela nafas berat.
"Sayang..." seru Farhan lembut yg menyadarkan kedua wanita itu dari lamunan nya.
"Ada apa, Mas?" tanya Aisyah langsung berdiri dan menghampiri Farhan yg berdiri di ambang pintu. Sementara Farhan malah berjalan masuk dan mendekati Firda yg duduk di meja rias nya. Farhan mengelus lembut kepala putri nya itu.
"Sayang, Gabriel ingin kamu duduk di samping nya" ucap Farhan lirih yg membuat Firda langsung mengerutkan kening nya dalam dan ia tampak sangat kesal.
__ADS_1
"Apa dia gila?" seru Firda marah.
"Ini perintah kakek juga, Nak. Karena sejak tadi Gabriel tampak sangat gugup dan dia tidak bisa memulai akad, dia terus menanyakan mu" jawab Farhan yg membuat Firda semakin kesal, ia meremas gaun pengantin nya.
"Awas saja nanti" geram Firda dan ia berjalan dengan penuh amarah, hendak keluar menuju pelaminan namun Aisyah dan Farhan segera menyusul nya.
"Nak, jangan begini. Apa kata orang nanti kalau kamu pergi ke pelaminan dengan amarah" seru Aisyah lembut yg langsung menyadarkan Firda dan ia pun berusaha mengontrol emosi nya.
"Tarik nafas, Sayang...." pinta Aisyah dan Firda pun melakukan nya "Hembuskan perlahan" lanjut Aisyah dan Firda menghembuskan nafas nya perlahan.
"Ayo..." seru Farhan.
Farhan dan Aisyah menuntun Firda, membawa nya kepelaminan dan siap menyerahkan Firda pada calon suami nya.
Gabriel yg melihat kedatangan Firda langsung terpana pada kecantikan Firda dalam balutan gaun pengantin nya itu. Jantungnya berdebar kencang, dengan tak sabar ia menunggu Firda segera duduk di samping nya.
Setelah duduk di samping nya, Gabriel langsung menyunggingkan senyum namun di balas tatapan dingin oleh Firda. Tentu saja hal itu membuat hati Gabriel seperti tergores, perih. Namun ia tahu, rasa perih itu tak sebanding dengan apa yg sudah di lakukan nya pada Firda, dan rasa sakit nya tak sebanding dengan rasa sakit yg di rasakan Firda dan keluarga nya.
"Sekarang Firda sudah di samping mu, siap melaksanakan akad?" tanya sang kakek dan Gabriel mengangguk yakin, mereka pun berjabat tangan.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau wahai Gabriel Emerson Bin Edward Emerson dengan gadis pilihan engkau, yaitu Zeda Firdaus binti Muhammad Farhan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan emas masing masing seberat 10 gram dan juga uang sebesar 10 juta rupiah di bayar tunai"
__ADS_1
"Saya terima nikah dan kawin nya Zeda Firdaus binti Muhammad Farhan dengan mas kawin tersebut, tunai"