Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Episode 142 - Mickey's Daddy


__ADS_3

Sudah tiga puluh menit berlalu dan Micheal masih terus cekikikan dengan Firda, kedua orang itu seperti teman dekat yang membicarakan banyak hal tak penting bahkan yang tak perna terfikir oleh orang dewasa. Gabriel bahkan terkejut karena Firda bisa berbicara nyambung dengan Micheal yang masih anak anak dan batrei ponsel Gabriel bahkan sudah lowbat sebenarnya namun Micheal masih ingin terus berbicara dengan Tante cantik nya itu. Apa lagi Firda menunjukan pemandangan desa yang sangat indah dan juga ada banyak anak anak yang main di depan sekolah nya.


"Tante cantik, Mickey mau kesana..." rengek nya. Hal itu membuat Angeline mendengus, dan sejak tiga puluh menit yang lalu, Gabriel masih belum berbicara dengan nya karena Gabriel menemani Micheal yang sedang berbicara dengan Firda.


"Minta izin sama Mommy dulu ya..." ujar Firda dan Micheal langsung menatap memelas pada Ibu nya itu.


"Mom, boleh ya? Disana pemandangan nya indah sekali, Mom..." rengek nya.


"Kita akan pergi kesana..." jawab Gabriel mendahului Angeline yang membuat kedua mata Angeline melebar sempurna.


"Tidak" tegas nya "Micheal tidak mungkin pergi ke desa..." tukas nya.


"I'm his father and I have right to take him away" tukas Gabriel setengah berbisik dan dengan sengaja ia menggunakan bahasa inggris agar Micheal tidak menangkap maksud nya namun ternyata dugaan nya salah, Micheal mengerti maksud nya dan itu membuat nya memiliki pertanyaan atas apa yang di katakan Gabriel, sementara raut wajah Firda tampak tak nyaman karena seperti nya ia telah mengatakan hal yang tak seharusnya.


"You are my father?" tanya Micheal dengan polos nya dan itu membuat Gabriel terkejut, sementara Angeline hanya memasang wajah dingin nya dan ia tahu sampai dimana kemampuan bahasa Inggris putra nya yang sudah menginjak usia 5 tahun itu.


Gabriel menatap Angeline bingung, ia tidak tahu harus menjawab apa sementara Firda juga tampak bingung.


"Mickey, nanti Tante cantik telpon lagi ya..." terdengar suara Firda yang di buat seceria mungkin, Gabriel tahu Firda ingin menyudahi panggilan nya pasti karena ia tak ingin ada di antara diri nya dan Angeline yang akan membicarakan hak anak. Gabriel mengambil ponsel nya dan ia menyunggingkan senyum nya pada Firda.


"Sayang, nanti aku telfon lagi ya..."

__ADS_1


"Iya, Bang. Jaga diri ya..."


"Iya, kamu juga. I Love you, Assalamualaikum, my sunshine"


"Waalaikum salam, Abang Gabriel"


Gabriel memanggil pelayan nya dan memerintahkan nya untuk men charge ponsel nya di kamar nya.


"Sekalian bawa Micheal main" titah nya.


"Baik, Tuan...." jawab pelayan nya itu.


"You haven't answered my question, Om tampan..." seru Micheal yang membuat Gabriel bingung, antara mau kesal karena Micheal keras kepala seperti nya atau bangga karena anak nya cukup pintar. Begitu juga dengan Angeline, ia masih belum siap jika harus memberi tahu Micheal kebenaran nya namun ia juga tidak tahu harus berbohong apa lagi pada putra nya itu.


"Yes, Son. I am your father..." tukas nya kemudian penuh keyakinan, Angeline hanya teperangah mendengar jawaban Gabriel. Ia menatap Gabriel dan Micheal bergantian, selama ini berbagai kebohongan di ucapkan Angeline untuk menutupi ayah biologis Micheal dari Micheal dan Gabriel dengan mudah nya mengaku sebagai ayah Michael?


Angeline dan Micheal sama sama terdiam menunggu respon Micheal, sementara Micheal masih menutup bibir nya rapat rapat dan tatapan nya masih lurus menatap kedua mata Gabriel.


"Isn't this good news?" tanya nya kemudian yang di susul dengan senyum lebar, membuat Gabriel dan Angeline terperangah.


"Mickey..." lirih Angeline.

__ADS_1


"Jadi, sekarang Mickey punya Daddy? Apakah ini Daddy Uncle juga atau kah Daddy yang sebenarnya seperti teman teman Mickey?" tanya Mickey antusias. Mengetahui ia punya ayah kandung seperti nya membuat nya sangat bahagia dan Gabriel yang melihat kebahagiaan itu merasa begitu terharu.


Gabriel turun dari sofa, ia berlutut di depan Micheal dan merengkuh Micheal kedalam pelukan nya.


"Daddy..." lirih Micheal yang membuat Gabriel seketika meneteskan air mata nya. Ia begitu bahagia dan terharu, dan ia kembali teringat saat pertama kali Firda meminta nya berdoa, Firda mengatakan Tuhan akan mengabulkan doa nya dan satu persatu doa Gabriel terkabul. Sekarang Micheal sudah memeluk nya, dan memanggil nya Daddy. Gabriel memeluk Micheal dengan begitu erat dan rasa nya ia tidak sabar ingin memberi tahu kabar ini pada Firda.


Angeline yang melihat Gabriel meneteskan air mata nya begitu terkejut sekaligus membuat hati nya tersenyuh, Angeline bisa melihat kebahagiaan Gabriel dan Micheal yang saat ini berpelukan dengan begitu erat.


"Panggil Daddy sekali lagi, putra ku..." pinta Gabriel semakin mengeratkan pelukan nya.


"Daddy..." panggil Micheal yang membuat Gabriel merasakan euforia dalam hati nya.


"Good boy..." Gabriel melerai pelukan nya dan Micheal tampak terkejut saat melihat Gabriel meneteskan air mata.


"Daddy kenapa menangis? Daddy tidak suka menjadi Daddy nya Mickey?" tanya nya dengan tatapan sendu nya, sementara tangan kecil nya menghapus air mata Gabriel membuat Gabriel tersenyum.


"Ini air mata bahagia, Nak. Daddy sangat bahagia karena menjadi Daddy nya Mickey.." ujar Gabriel yang membuat Micheal tersenyum begitu juga dengan Angeline.


"Ye... Mickey sudah punya Daddy..." teriak Micheal melompat girang, kemudian ia berlari lari kecil sambil mengitari sofa dan terus cekikikan girang. Gabriel bahkan kini ikut main lari larian bersama Micheal, tak hanya itu, sekarang mereka main kuda kudaan. Micheal menunggangi Gabriel dan Gabriel menjadi kuda nya. Gabriel merangkak di lantai dan kedua nya tertawa bahagia.


Rasa letih Gabriel karena masalah dan pekerjaan nya seperti menguap seketika, kini yang ada hanya kebahagiaan. Gabriel berjanji pada diri nya sendiri, ia akan memberikan yang terbaik untuk Micheal, dan juga untuk Firda. Karena berkat Firda lah ia merasakan kebahagiaan yang bahkan tak pernah ia bayangkan selama ini.

__ADS_1


"Tuhan, ternyata Engkau memang ada dan penuh kasih. Dan Engkau tetap mengabulkan doa hamba mu yang bermandikan lumpur dosa ini? Bagaimana bisa? Tuhan, Kau sungguh luar biasa, terima kasih karena Engkau mengirimkan Firda pada ku, menjadi lentera dalam gelap nya hidup ku. Memperkenalkan ku pada Mu, menjadi perantara pertemuan ku dengan putra ku. Ini luar biasa indah... "


__ADS_2