Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 89 - Kebaikan Firda


__ADS_3

Firda menghubungi kedua orang tua nya dan memberi tahu nya bahwa saat ini ia sedang mengandung, hal itu tentu membuat orang tua nya sangat terkejut karena mereka tidak menyangka Firda bisa hamil secepat itu. Mereka berfikir Firda masih terlalu muda dan belum siap menjadi ibu.


Dan saat ini Firda sedang video call dengan Ummi nya sembari memperlihatkan perut nya yg masih sangat rata dan belum ada perubahan sedikit pun karena kehimilan nya baru memasuki minggu ke 4.


"Ummi kok gitu sih?" Firda yg merengek manja seperti biasa pada ibunya. Sementara Aisyah yg saat ini sedang bersama nenek Firda hanya mendengar kan dengan seksama dan menatap cucu tersayang nya itu dari layar ponsel.


"Ummi itu beda sama nenek nenek lain nya yaa, engga ada terharu nya, engga ada senang nya karena akan jadi nenek" Nenek Firda tersenyum geli mendengar penuturan cucu nya itu.


"Bukan begitu, Fir. Tapi masalah nya kamu sendiri masih seperti bayi, apa mungkin kamu bisa mengurus bayi?" tanya Ummi Aisyah yg membuat Firda langsung merengut.


"Assalamualaikum, Ummi..." Gabriel muncul di samping Firda


"Waalaikum salam" jawab Ummi Aisyah dan Ummi nya bersamaan.


"Apa kabar?" tanya Gabriel.


"Kami baik, Alhamdulillah. Oh ya, Firda beneran hamil, Gab?" tanya Ummi Aisyah yg membuat ibu nya tertawa.


"Memang nya kenapa kamu tidak percaya kalau Firda Hamil, Aisyah?" tanya ibunya.


"Ya habis nya dia masih kecil, Ummi" ujar Aisyah.


"Tapi kan Firda sudah memasuki usia 19 tahun sekarang, Aisyah. Ya tidak apa apa"


"Usia nya 19 tahun, Ummi. Tapi kelakuan nya seperti anak 9 tahun"


....... ...


Firda dan Gabriel memperhatikan mertua nya yg sedang mengobrol itu, Gabriel terkekeh mendengar apa yg di ucapkan ibu mertua nya tentang Firda sementara Firda kembali merengut kesal.

__ADS_1


"Firda sudah dewasa, Ummi. Maka nya sudah bisa bikin bayi" kata Firda yg membuat wajah Gabriel langsung tersipu sementara ibu dan nenek mertua nya tampak melongo.


"Terserah kamu lah, Fir. Tapi jaga itu anak baik baik ya, jangan sampai kamu salah asuh"


"Inysa Allah, Ummi. Oh ya, Ummi dan Abi mau ke sini engga? Firda kangen" rengek Firda kembali manja.


"Insya Allah nanti kami kesana, Ndok" kata nenek Firda "Nanti kami kabarkan kehamilan mu ke Abi dan kakek mu, sekarang mereka lagi pergi ke kondangan"


"Iya, Nenek. Firda juga rindu Nenek, rinduuuu sekali" kata Firda.


Gabriel memperhatikan Firda yg tampan sangat bahagia saat berbicara dengan keluarga nya, tentu kebahagiaan itu menular ke Gabriel. Apa lagi keluarga Firda yg ramah dan sangat baik pada Gabriel, membuat Gabriel merasa begitu sempurna.


Firda dan masih mengobrol bersama ibu dan nenek nya selama beberapa menit, sementara Gabriel terus menemani Firda di samping nya saat akhir nya mereka selesai bicara.


"Sudah?" tanya Gabriel dan Firda mengangguk sambil tersenyum lebar.


"Kamu bahagia sekali, Sayang" kata Gabriel.


"Belanja" rengek Firda tiba tiba yg membuat Gabriel terkekeh.


"Iya, Sayang. Besok ya..."


..........


Keesokan harinya, Gabriel memilih tidak bekerja karena ia ingin membawa Firda belanja seperti keinginan wanita nya itu.


Firda tentu senang dengan hal itu dan dia segera bersiap bersiap siap.


Seperti biasa Gio yg menjadi sopir sepasang suami istri itu.

__ADS_1


Sesampainya di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota itu, Firda dengan antusias langsung masuk bahkan ia setengah berlari lari kecil.


"Firda, jangan lari" tegas Gabriel dan ia langsung merangkul istri kecil nya itu. Sementara Gio mengambil trolly.


"Nyonya Firda mau belanja apa?" tanya Gio yg membuat Firda langsung garuk garuk kepala sambil cengengesan.


"Aku juga bingung, Gio. Di rumah sudah lengkap semua barang nya" jawab Firda.


"Kita belanja keperluan calon anak kita saja" kata Gabriel.


"Masih terlalu dini kalau mau belanja keperluan bayi" kata Firda.


Firda pun mengambil alih trolly, kemudian ia berjalan ke tempat sembako.


"Gio, ambil trolly lagi ya" pinta Firda.


Kemudian Firda meminta Gio mengambil beras, minyak, gula dan sebagainya.


"Untuk apa semua itu, Firda?" tanya Gabriel.


"Sedekah" jawab Firda setengah berbisik "Habis nya aku ingin belanja, tapi semua nya di rumah lengkap. Ya sudah, kita belanjakan orang orang yg membutuhkan saja ya. Boleh?" tanya Firda dan tentu Gabriel langsung mengangguk senang. Begitu juga dengan Gio.


Apa lagi saat Firda meminta Gio mengambil barang barang yg paling bagus tak perduli dengan harga nya.


"Anggap saja ini syukuran atas kehamilan ku dan juga ulang tahun Gio" kata Firda yg membuat Gio mengernyit bingung.


"Dari mana Nyonya Firda tahu aku akan segera berulang tahun?" tanya Gio.


"Itu hal mudah bagi Nyonya Emerson" jawab Firda kemudian tertawa geli, membuat Gio Gabriel ikut tersenyum.

__ADS_1


"Gio, setiap kali aku memasuki usia lanjut, Ummi Abi ku selalu memberikan sedekah pada orang orang atas nama ku. Berharap dengan begitu aku berusia panjang, berkah, dan menjalani hidup yg lebih baik lagi. Karena itu lah, aku ingin juga ingin bersedekah atas nama mu, karena bagi ku kamu sudah seperti saudara ku"


Kata kata Firda menusuk tepat di hati Gio, membuat Gio semakin ragu untuk melanjutkan misi balas dendam yg sudah ia rencanakan selama 10 tahun.


__ADS_2