
Di rumah sakit, Firda melakukan USG dengan di temani Gabriel. Gabriel tentu merasa sangat bahagia, meskipun ia sudah memiliki putra, namun Gabriel tidak pernah merasakan bagaimana rasa nya menjadi calon ayah. Yg di tuntut siap siaga dan ternyata juga harus ekstra sabar ketika menghadapi istri nya yg terkadang manja, labil, sensitif dan juga mengidam ini itu, ia juga tak pernah tahu sebelumnya tentang bagaimana rasa nya saat memantau perkembangan anak nya dalam kandungan istri nya.
Namun bersama Firda, Gabriel merasakan segala nya. Firda membuat hidup nya semakin sempurna.
"Anak ku laki laki atau perempuan?" tanya Gabriel penasaran saat sang Dokter melakukan USG, pandangan nya dan Firda lurus ke monitor.
"Untuk saat ini belum kelihatan jenis kelamin nya, Pak. Namun detak jantung nya sudah ada, tapi perkembangan kandungan Ibu Firda ternyata tidak terlalu baik dan kandungan nya masih lemah, karena itulah saya sarankan agar Bu Firda tidak terlalu lelah apa lagi sampai stres, karena itu bisa berbahaya bagi kandungan nya" kata Dokter yg membuat Gabriel sedikit heran.
Karena ia sangat yakin Firda tidak mungkin kelelahan di rumah nya, apa mungkin Firda stres?
Sementara Firda menarik nafas dalam, ia memang tidak lelah secara fisik, Gabriel memiliki pelayan yg sangat lengkap untuk melayani semua kebutuhan Firda. Namun tak ada satu pun yg bisa melayani mental Firda yg selalu di liputi ke khawatiran akan hidup nya, hidup Gabriel dan hidup orang orang yg di cintai nya.
"Sayang, apa kamu mengalami tekanan akhir akhir ini?" tanya Gabriel pada akhirnya. Firda terdiam, ia tahu Firda tidak boleh tertekan seperti ini, demi bayi nya, demi anak pertama nya.
"Aku baik baik saja" kata Firda kemudian sembari tersenyum.
"Aku berjanji akan baik baik saja setelah ini, aku akan merawat bayi ku" Firda berjanji kepada diri nya sendiri.
"Apa kamu takut pada John?" tanya Gabriel lagi, Firda tak bisa menjawab nya, karena yg menyita perhatian nya bukan hanya John tapi juga Gio.
"Kamu jangan khawatir, siapapun dia, dia tidak akan berani menyentuh mu sedikitpun" tegas Gabriel dan ia menatap Firda dengan begitu dalam.
__ADS_1
"Jadi sekarang aku mohon, Sayang. Tenang lah dan jaga lah bayi kita, hm..." bujuk Gabriel dan Firda mengangguk sambil tersenyum.
Dokter memberikan beberapa saran pada Firda agar kandungan Firda tumbuh dengan baik, dan Gabriel tentu mengharuskan Firda mengikuti Saran Dokter.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan, mereka hendak pulang namun sebelum itu, Firda meminta izin Gabriel untuk pergi ke toilet lebih dulu.
"Aku akan mengantar mu" kata Gabriel dan tentu Firda tidak akan bisa menolak.
Gabriel mengantar Firda hingga ke depan toilet wanita, sementara Firda pun masuk dan Mini sudah menunggu nya di sana.
"Apa yg kamu temukan?" tanya Firda setengah berbisik.
"Kamu bilang kamu punya teman perempuan yg kemungkinan memiliki hubungan dengan Gio, siapa perempuan itu?" tanya Firda penasaran.
"Dia teman kampus ku sebenarnya, orang nya memang tertutup dan pendiam. Tapi dia menghilang beberapa bulan yg lalu, nama nya Monica, ini orang nya..." Mini memperlihatkan foto seorang gadis muda pada pada Firda.
"Bisa kau kirimkan itu ke ponsel ku?" Tanya Firda.
"Tentu, Nyonya"
"Terima kasih, Mini. Maafkan aku merepotkan mu, sekarang aku harus pulang, suami ku menunggu di luar, keluar lah 10 menit setelah ku"
__ADS_1
.........
"Apa Gio benar benar ada pekerjaan penting?" tanya Firda pada Gabriel, saat ini kedua nya masih di jalan dan sebentar lagi akan sampai ke rumah.
Sebelum Gio pergi, Gio berpamitan pada Firda kalau dia ada urusan di luar kota. Tapi Firda merasa Gio berbohong, Firda juga mengkhawatirkan nya.
"Mungkin" jawab Gabriel singkat, Gabriel tahu kemana Gio pergi, Gabriel mengawasi gerak gerak Gio dari jauh, dan informasi terkahir yg ia dapatkan, Gio berada di markas Eduardo. Gabriel bahkan berencana akan segera membunuh Gio sebelum Gio kembali ke rumah nya. Tentu tidak ada kesempatan yg jauh lebih baik dari ini untuk menyingkirkan Gio.
"Aku mengkhawatirkan nya..." lirih Firda tiba tiba yg membuat Gabriel terkesiap, apa lagi saat menatap sorot mata Firda yg seolah mengatakan hal yg sama.
"Aku menganggap nya saudara ku, aku akan sangat sedih jika terjadi sesuatu dengan nya" lanjut nya lagi. Membuat Gabriel cemburu dan juga merasa kasihan, suami nya, pria yg di cintai nya adalah seorang Don Mafia. Sementara pria yg ia anggap teman dan saudara adalah putra seorang pembunuh bayaran dan musuh dalam selimut. Gabriel menatap sendu istri nya itu, sungguh ia merasa begitu kasihan dan merasa bersalah pada Firda.
Firda memberi begitu banyak cinta dan kebahagiaan untuk Gabriel mau pun Gio, namun kedua pria itu hanya bisa membuat Firda takut dan sedih.
"Lalu bagaimana jika terjadi sesuatu dengan ku? Apa kau juga akan sedih, Sayang?" tanya Gabriel mengalihkan pembicaraan.
"Aku rela menukar nyawa ku asalkan tidak terjadi sesuatu dengan mu..." lirih Firda sembari menatap Gabriel dengan begitu dalam. Hati Gabriel begitu tersentuh, ia begitu terharu dengan cinta yg di berikan Firda kepada nya.
Gabriel menarik tangan Firda dan membawa nya ke bibir nya, mengecup nya berkali kali.
"Tidak akan terjadi sesuatu pada ku, Sayang. Dan tidak akan aku biarkan terjadi sesuatu kepada mu" ucap Gabriel penuh penekanan. Firda hanya membalas nya dengan senyuman
__ADS_1