Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 36 - Bayi Kita????


__ADS_3

Gabriel bersiap siap pulang ke Jakarta, karena masalah ini sangat serius dan tak bisa di tunda lagi.


Sedangkan Firda saat ini sedang berada di kamar mandi, ia mual mual dan memuntahkan cairan bening dari mulut nya.


"Mati aku..." gumam Firda dengan lemas, ia berfikir pasti dirinya sudah hamil sekarang.


Sementara itu, Gabriel yg masih ada di kamarnya mendengar suara Firda yg muntah dari dalam kamar mandi. Gabriel langsung bergegas masuk tanpa permisi, dan ia melihat Firda yg kembali memuntahkan cairan bening. Wajah Firda terlihat memerah dengan mata dan hidung yg sudah berair.


"Fir, kamu kenapa?" tanya Gabriel panik, ia langsung mendekati Firda tak peduli Firda yg berteriak supaya ia keluar.


"Keluar, jangan melihat kesini" seru nya dan ia langsung menyalakan kran, menyiram sisa muntahan nya dan juga membersihkan mulut nya.


Namun Gabriel tak menghiraukan permintaan Firda, ia memijat tengkuk Firda dan tampak sekali ia mengkhawatirkan Firda.


"Kita kerumah sakit ya..." ujar Gabriel dan tentu saja Firda langsung menggeleng.


"Tapi kamu sakit, Fir. Sampai wajah mu merah begitu..." seru Gabriel lagi namun Firda tetap menggeleng.


"Pusing..." Firda tiba tiba merengek manja sembari memegang kepala nya, dengan sigap Gabriel langsung menggendong Firda dan membawa nya ke ranjang.


"Kamu sakit, kamu perlu Dokter..." seru Gabriel dan Firda kembali menggeleng.


"Aku.... Aku hamil" lirih Firda yg membuat Gabriel langsung terbelalak kaget, bahkan ia merasa kaki nya gemetar dan jantung nya berdebar debar.

__ADS_1


"Ha... Hamil?" tanya Gabriel dengan suara yang tak kalah lirih nya dan Firda mengangguk dengan wajah sedih.


"Bagaiamana kamu tahu? Kita... Kita periksa ya" bujuk Gabriel kemudian namun Firda lagi dan lagi menggeleng.


"Malu... Kita baru menikah dua hari yg lalu, masak iya sekarang aku sudah hamil" lirih Firda menunduk sedih, hati Gabriel terkesiap mendengar penuturan Firda. Ia kembali merasa bersalah, Gabriel pun duduk di sisi Firda dengan wajah lesu.


"Baiklah, kita tidak akan memberi tahu siapapun. Kamu jangan sedih, ya..." Gabriel berkata dengan lembut dan Firda pun tak bisa membendung air matanya yg sejak tadi ia coba tahan.


"Jangan kasih tahu Abi dan Ummi juga ya, nanti mereka panik dan kefikiran" pinta Firda dan Gabriel langsung mengangguk.


"Tidak akan, kamu jangan khawatir" ucap Gabriel kemudian ia pun menghapus air mata Firda dengan tangan nya dan Firda tak melarang hal itu "Sudah, jangan menangis. Nanti bayi kita juga menangis di sana..." lirih Gabriel yg langsung membuat Firda mendongak dan menatap Gabriel dengan mata bulat nya.


"Bayi kita?" ia juga bersuara lirih, walaupun tampak kesedihan di wajah Gabriel, namun ia tetap mengangguk.


"Aku juga benar benar kesal sama kamu" Firda berkata setengah menggumam "Tapi mau bagaimana lagi? Semuanya sudah terjadi, dan benar benar ada bayi di sini..." Firda memegang perutnya yg masih sangat rata. Ia kembali meneteskan air mata, tak menyangka ia akan jadi ibu di usia yg masih sangat muda dan ia akan memiliki anak karena sebuah kecelakaan yg yg tak seharusnya terjadi. Betapa besar dosa yg harus aku pikul, batin Firda berkata sedih.


"Aku janji akan jadi ayah baik buat bayi kita, dan aku akan berusaha untuk menjadi suami yg baik buat kamu" ujar Gabriel dan Firda hanya bisa menatap Gabriel. Mencari keseriusan di mata nya.


Karena baru Firda sadari, sejak tadi mereka berbicara dengan begitu lirih dan tanpa emosi. Seolah mereka sedang berbicara dari hati ke hati.


"Jadi sekarang bagaimana? Kamu masih mau kembali ke pesantren atau ikut dengan ku? " tanya Gabriel kemudian karena sejak tadi ia melihat Firda yg hanya diam dan menatap nya. Firda terlihat bingung dengan hal itu, di satu sisi ia masih sangat ingin melanjutkan sekolah nya namun di sisi lain, bagaimana ia bisa menyembunyikan kehamilan nya?


"Entahlah..." lirih Firda "Kepala ku pusing" ia kembali merengek.

__ADS_1


"Sebaiknya istirahat dulu, jangan terlalu di fikirkan. Kalau kamu stress, nanti bayi kita juga stress" Ujar Gabriel dan ia memaksa Firda merebahkan diri, kemudian Gabriel menyelimuti Firda.


"Kamu butuh sesuatu? Atau ingin sesuatu?" tanya Gabriel kemudian dan Firda menggeleng lemah "Mangga muda? Biasanya orang hamil suka mangga muda, kan?" tanya nya lagi dan Firda menggeleng lagi.


"Lemas" hanya satu kata itu yg keluar dari mulut Firda.


"Mau makan?" tanya Gabriel dan Firda kembali menggeleng "Ya sudah, sebaiknya kamu tidur ya" bujuk Gabriel yg seperti menyuruh putri kecilnya tidur, dan aneh nya Firda malah mengangguk patuh. Ia memejamkan mata nya sementara Gabriel tetap duduk di sisi nya, menjaganya.


Setelah beberapa menit kemudian, terdengar dengkuran halus dari Firda yg menandakan ia sudah tertidur. Gabriel memperhatikan wajah ayu Firda, dan ia teringat saat Firda tidur di mobil nya dan insiden itu pun tak terelakkan. Saat itu Firda memang terlihat begitu ayu dan polos, sama seperti sekarang.


Dan ternyata benar, Gabriel melakukan nya pada gadis polos itu.


"Sekitar tiga minggu yg lalu, dan sekarang benar benar jadi bayi" gumam Gabriel dan kini tatapan nya tertuju pada perut Firda "Pasti usia bayi nya sekitar 2 mingguan kan? Laki laki atau perempuan?"


Gabriel tidak tahu apakah ia merasa sedih dan semakin merasa bersalah karena kehamilan Firda ini, atau kah dia malah senang?


Karena hati kecil nya tidak bisa di bohongi, ia malah tak sabar ingin tahu bayi dalam rahim Firda itu laki laki atau perempuan?


Firda mengerang lirih dalam tidur nya, ia bergerak gelisah dan muncul Kerutan yg dalam di dahi nya.


Gabriel mengelus dahi Firda dan memberikan pijatan lembut di sana, hingga perlahan lahan Kerutan itu menghilang.


"Kamu pasti memikirkan banyak hal, Fir. Kehormatan mu, kehormatan keluarga mu, masa depan mu. Semua nya terancam karena ulah ku, maafkan aku..." lirih Gabriel dan ia memberanikan diri menggenggam tangan Firda, mengusap punggung tangan Firda dengan lembut "Aku tidak akan pernah meninggalkan mu apapun yg terjadi, aku akan berusaha mebebus dosa ku yg begitu besar itu. Yg aku butuhkan saat ini hanyalah kesempatan dari mu, Fir"

__ADS_1


__ADS_2