Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 79 - Latihan


__ADS_3

Hari hari Firda lalui untuk belajar menembak, belajar bertarung, dan ia juga harus rajin berolah raga supaya tubuh nya kuat dan tidak mudah lelah.


Luka di kepala nya juga sudah berangsur sembuh dan perban nya sudah di lepas, begitu juga dengan luka Gabriel yg kini sudah mulai mengering dan Gabriel sudah mulai beraktifitas seperti biasa. Namun tentu bukan aktifitas yg berat.


Soal Club itu, Gabriel benar benar menutup nya dan ia berencana membuka sebuah restaurant di sana. Firda pun tentu saja mendukung suami nya itu, Firda bahkan ingin belajar berbisnis dan mengelola restaurant itu nanti. Dan tanpa fikir panjang Gabriel langsung meng iyakan.


Seminggu lebih sudah berlalu dari malam mengerikan yg menjadi mimpi buruk bagi Firda, dan juga pengakuan Gabriel yg membuat nya hampir saja kena serangan jantung.


Saat ini Firda sedang jogging di sekitar rumah tentu dengan di temani dan di latih Gio.


Karena sudah merasa lelah, Firda akhirnya langsung menjatuhkan diri nya di tanah, keringat sudah memabasahi seluruh tubuh nya dan nafas nya tersengal hebat.


"Itu baru 25 menit, Nyonya..." ujar Gio sambil terkekeh geli melihat Firda yg ngos ngosan padahal jogging nya baru sebentar.


"Tidak sanggup lagi aku, Gio. Hufff, kaki ku seperti nya mau patah, jantung ku mau copot, haduh" keluh Firda dengan nafas yg masih tersengal.


"Sabar, Nyonya Firda. Anda harus tetap giat, supaya tubuh anda benar benar kuat" Gio menyemangati nya seperti itu setiap hari. Firda hanya mengangguk lemah.


"Baiklah, anda bisa istirahat dan sarapan. Tapi nanti siang kita belajar menembak lagi dan belajar tinju..."


"tinju?" pekik Firda.


"Iya, aku sudah menyiapkan samsak dan ring. Di halaman belakang, nanti anda akan bertarung dengan ku" jawab Gio.


Firda merasa sangat lelah sebenar nya, tubuh nya selama ini terbiasa hanya tidur, makan, belajar, dan sekarang ia harus belajar bela diri dan sebagai nya.


"Ya sudah, aku mandi dulu. Kamu juga, nanti sarapan bersama ya" pinta Firda dan Gio tentu akan mematuhi nya.


"Iya, Nyonya..." jawab nya.


Setelah Firda pergi, Gio hanya bisa menatap nya dengan nanar.

__ADS_1


Di satu sisi ia menargetkan Firda untuk sasaran balas dendam nya, tapi di sisi lain entah kenapa ia benar benar serius menjadi guru bela diri Firda. Gio bahkan menyemangati nya dan memberi nya dukungan setiap hari.


Dan semenjak Firda belajar bela diri, kini Gio semakin dekat dengan Firda dan itu membuat nya merasakan perasaan asing yg menyiksa dalam hati nya.


Apa lagi seperti pagi ini, setelah keduanya jogging, Firda akan mengajak nya sarapan bersama. Bahkan terkadang Firda mengajak Gio membaca buku bersama, hal itu membuat hati Gio seperti sesuatu yg kebingungan akan arah.


"Tidak apa apa, Gio. Ajari saja dia bela diri, kamu pasti masih bisa membunuh nya. Justru bagus kalau dia bisa bela diri, dengan begitu kamu tidak menjadi pengecut yg membunuh wanita lemah" batin nya menyemangati diri nya sendiri, menguatkan tekad nya dan terus menyulut api dendam itu agar terus berkobar.


.........


Saat masuk kamar, Firda melihat Gabriel yg sudah mandi dan suami nya itu tampak sangat segar. Saat ini Gabriel sedang mencari pakaian nya karena ia berniat akan ke kantor.


"Memang nya kamu sudah merasa sehat?" tanya Firda sambil melepas jilbab nya yg basah karena keringat dan melempar nya ke keranjang baju kotor.


"Sudah, Sayang. Sudah seminggu lebih aku tidak ke kantor, ada banyak yg harus aku kerjakan di sana" ujar Gabriel sembari menarik sebuah kemeja berwarna putih dan jas berwarna abu abu.


"Jangan itu..." pinta Firda, kemudian ia menarik kemeja berwarna biru dan jas hitam "hidup mu itu harus berwarna, jangan cuma hitam putih" lanjut nya sembari membantu Gabriel memakaikan kemeja nya.


"Jangan, aku belum mandi dan masih keringatan" ujar Firda dan Gabriel malah langsung menarik pinggang Firda, membuat Firda terpekik kaget apa lagi saat tanpa aba aba Gabriel langsung meraup bibir Firda, dan kemudian ia mencumbu leher Firda membuat Firda terkiki geli.


"Justru aku suka saat kamu keringatan begini, Sayang. Seksi..." bisik Gabriel yg membuat Firda merona.


"Tapi bau" ujar Firda kemudian dan Gabriel tentu langsung menggeleng.


"Wangi kok, aku suka sekali aroma tubuh mu" tukas nya yg kembali membuat Firda merona.


"Ya sudah, aku mandi dulu habis ini kita sarapan ya" ajak Firda dan Gabriel tidak mungkin menolak nya.


.........


Kini, sudah ada tiga manusia itu di meja makan. Gabriel, Firda dan Gio.

__ADS_1


"Nanti kalau luka ku sudah benar benar kering, aku yg akan melatih mu" tukas Gabriel pada Firda.


"Ide bagus..." jawab Firda sambil melirik Gio sekilas "Gio juga guru yg sangat baik, dia sangat sabar dalam mengajari ku"


"Aku tahu, Gio juga sangat cerdas dan dulu dia juga sangat cepat belajar" balas Gabriel sementara Gio hanya tersenyum tipis.


"Aku sudah mendengar kebaikan mu pada Gio, aku yakin kalian pasti sangat dekat ya, seperti saudara" kata Firda sambil sekali lagi melirik Gio.


'Lebih dari itu, Nyonya Firda.... "seru Gio "Don Gabriel sudah merawat ku sejak 10 tahun yg lalu, tentu bagi ku dia lebih dari saudara" tukas nya.


"Mengharukan sekali" gumam Firda dan kemudian ia melanjutkan makan nya begitu juga dengan yg lain.


Setelah sarapan, Firda mengantar Gabriel sampai ke mobil. Tak lupa ia salim dan mencium tangan Gabriel sementara Gabriel juga mencium mesra kening Firda. Firda juga mengingatkan agar Gabriel tidak banyak bergerak, makan tepat waktu dan yg terpenting harus tetap sholat. Firda bahkan membawa kan Gabriel sejadah dan Gabriel iya iya saja.


Setelah Gabriel pergi, Firda dan Gio kembali bersiap untuk latihan.


Gio mengajari Firda cara memukul yg benar, cara mengendalikan kekuatan nya dan harus tahu porsi kekuatan yg di perlukan untuk mumukul lawan. Gio menguasai semua jenis bela diri dan itu membuat Firda sangat takjub.


"Pukul yg kuat, Nyonya. Kerahkan semua kekuatan mu" tegas Gio dan Firda pun memukul samsak itu lebih kuat lagi.


"Ya, seperti itu... Ayo, tetap semangat!!!"


Setelah beberapa menit, akhir nya Firda memilih istirahat karena ia merasa sangat lelah.


Wajah Firda basah karena keringat nya dan tanpa permisi, Gio mengelap keringat Firda dengan sapu tangan nya, membuat Firda tersentak kaget.


"Maaf, Nyonya. Wajah anda basah" ujar Gio.


"Terima kasih, Gio...." ucap Firda kemudian mengambil sapu tangan dari tangan Gio dan mengelap wajah nya sendiri.


Gio juga mengambilkan air minum untuk Firda, mereka beristirahat selama 20 menit sebelum akhir nya Firda mulai latihan lagi dan Gio terus melatih nya dan menyemangati nya.

__ADS_1


__ADS_2