Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 183 - Sama sama Kuat


__ADS_3

Ummi Aisyah memaksa Gabriel dan Firda untuk pulang, karena Ummi Aisyah tahu kondisi putri dan menantu nya itu tidak benar benar sehat. Namun Firda tak ingin meninggalkan Ayah nya apa lagi ia merasa bersalah karena diri nya lah yang menyebabkan Ayah nya berada dalam situasi seperti ini.


"Fir, ini perintah Ummi. Kamu sama Gabriel, istirahat di rumah" tegas Ummi Aisyah untuk yang ke sekian kalinya.


"Firda mau di sini, Ummi. Siapa tahu nanti Abi bangun, Firda mau di sini saat Abi bangun" rengek Firda.


"Biar Ummi yang jaga Abi, Fir. Kamu juga harus istirahat, suami mu juga"


"Di sini Firda juga bisa istirahat, Ummi"


"Tapi kamu tidak bisa beristirahat dengan baik, ingat kamu sedang hamil, Firda"


"Tapi, Ummi..."


"Zeda Firdaus!!!" seru Ummi nya yang membuat Firda langsung cemberut, ia yang saat ini duduk di sofa langsung mendongak, menatap Ummi nya yang saat ini berdiri dan berkacak pinggang di depan nya.


Firda semakin cemberut, ia pun berdiri dari sofa. Sementara itu, Nenek yang melihat kelakuan Ibu dan anak itu merasa sedih namun juga senang. Senang karena setelah sekian lama, akhirnya ia kembali melihat debat anak dan Ibu itu karena kenakalan dan kebandelan anak nya, dan ia sedih, karena moment seperti ini hampir tidak pernah lagi terlihat sejak Firda menikah.


Sementara itu, Gabriel yang juga menonton debat istri dan Ibu mertua nya itu tersenyum geli.


"Ya sudah iya, Firda pulang, Bang Gabriel juga pulang" kata Firda memberengut.


"Jaga diri baik baik" ucap Ummi nya dan Firda pun menganggukan kepala nya sebelum memeluk Ummi nya.


"Telfon Firda kalau Abi sadar, Firda mau jadi orang pertama yang Abi lihat saat Abi sadar" kata Firda.


"Sekarang Ummi tahu kenapa Ummi sama Abi tidak bisa romantis..." gerutu Ummi Aisyah sembari melerai pelukan nya.


"Kenapa?" tanya Firda.


"Ya karena ada kamu, kamu orang ketiga dalam hubungan kami" jawab Ummi Aisyah yang membuat Firda langsung memicingkan mata nya.


"Kok Ummi sadis bilang Firda begitu?" tanya Firda.


"Ya bukti nya kayak tadi, seharusnya pas Abi sadar, yang pertama dia lihat adalah kekasih hati nya, yaitu Ummi..." tukas Ummi Aisyah yang membuat Firda tertawa geli.

__ADS_1


"Ummi kekasih hati Abi, dan Firda adalah buah hati nya.." kata Firda lagi "Ya sudah, Firda pulang dulu..." Firda mencium tangan Ummi nya sebelum pergi, tak lupa Firda juga mencium kening dan tangan Abi nya.


"Bi, Firda pulang dulu ya sebentar..." ucap nya "Besok pagi Firda ke sini lagi"


Gabriel pun juga pamitan pada mertua nya itu, dan Ummi Aisyah menunjukkan sikap yang berbeda sekarang setelah mendengar kata kata Gabriel yang menyentuh hati nya tadi.


"Hati hati ya, Nak..." kata Ummi Aisyah sambil tersenyum pada Gabriel, ia sungguh tak menyangka Gabriel ternyata benar benar sangat mencintai Firda.


"Iya, Ummi" jawab Gabriel. Sementara Firda menangkap gelagat aneh sang Ummi, yang sejak tadi siang seperti menatap Gabriel dengan tatapan yang berbeda.


Sebelum pulang, Firda juga berpamitan pada Mini dan Micheal, dan saat menemui Micheal, otomatis Firda akan menemui Angeline dan Frank.


"Besok kesini lagi, Mommy..." rengek Micheal pada Firda.


"Inysa Allah, Sayang. Ya sudah, sekarang Mommy pulang dulu ya..." ujar Firda, ia mencium kening Micheal dengan sayang.


"Besok Daddy ke sini, Mickey mau apa?" tanya Gabriel.


"Tidak mau apa apa, mau cokelat saja" kata Micheal.


"Baiklah, Sayang" jawab Gabriel, ia mengelus kepala Micheal dan mencium kening nya.


"Kami pulang dulu, Kak Angel" Firda juga berpamitan pada Angeline dan Angeline hanya menanggapi nya dengan senyum tipis.


.........


Sementara itu, Gio masih setia menemani Mini begitu juga dengan Gerry.


"Kenapa kamu tidak pulang bersama Firda?" tanya Mini pada Gio yang terlihat sibuk dengan laptop nya.


"Lalu siapa yang akan menjaga mu di sini?" tanya Gio masih tetap fokus pada laptop nya.


"Kan masih ada Tante tante nya Firda, ada Ummi Aisyah juga" jawab Mini.


"Ummi Aisyah itu menjaga pasangan nya, sementara kamu tidak punya pasangan" tukas Gio yang membuat Mini cemberut.

__ADS_1


"Aku tertembak karena mu, Tuan Mafia..." lirih Mini karena masih lemah.


"Siapa suruh kamu keluar dari mobil?" tanya Gio masih tak menatap Mini sedikit pun.


"Aku bisa berkelahi sedikit, aku juga bisa menggunakan senjata. Aku bisa sangat membantu sebenarnya" Mini membela diri yang membuat Gio terkekeh.


"Penampilan mu saja yang galak, tapi ternyata asli nya sangat berbeda" kata Gio.


"Asli nya aku baik dan lembut kan?" tanya Mini yang membuat Gio mendengus.


"Maksud ku, aslinya kamu itu berbeda dari penampilan mu. Penampilan mu galak, metal, rock, seperti gadis tomboy yang bisa segala nya. Tapi baru di tembak sekali saja sudah membuat mu pingsan dua hari, lemah sekali kau" Mini tentu mendengus juga mendengar hinaan panjang lebar Gio itu.


..........


Keesokan harinya, Firda dan Gabriel melakukan aktivitas mereka seperti biasa. Namun ada yang sangat berbeda, dimana rumah itu yang biasa nya ramai kini terasa begitu sepi. Om dan Tante Firda ada di rumah sakit menemani Ummi Aisyah. Yang ada di rumah hanya Kakek, Nenek, Firda dan Gabriel.


Dan jika di Jakarta pagi pagi Gabriel sudah tampan dengan setelan jas nya, maka pagi di desa istri nya itu ia terlihat sangat menggoda dengan kaos oblong, boxer dan apron yang menutupi tubuh bagian depan nya.


Gabriel bergerak lincah di depan kompor untuk membuatkan sarapan untuk keluarga nya, sekalian untuk di bawa ke rumah sakit juga.


Sementara Firda, istri sholehah itu sedang duduk manis di kursi nya dengan beberapa jenis buah yang siap di santap di hidangkan di depan nya oleh sang suami.


"Em, Bang..." seru Firda sembari memakan pisang.


"Apa, Sayang?" tanya Gabriel masih sibuk dengan aktifitas nya


"Yakin nih tidak mau di mau bantuin?" tanya Firda, sejak tadi ia bersikeras ingin membantu Gabriel memasak, namun Gabriel menegaskan bahwa Firda tidak boleh melakukan apapun.


"Yakin, Sayang. Aku tidak mau nanti kamu kelelahan" jawab Gabriel.


"Memang nya Bang Gabriel sendiri tidak lelah? Bang Gabriel juga terluka lho" ujar Firda masih mengunyah pisang nya.


"Aku sudah terbiasa dengan luka seperti ini" jawab Gabriel "Ini masih mending, luka ku sudah di jahit Dokter profesional, sudah di obati dan pekerjaan yang aku lakukan hanya memasak. Dulu aku pernah mendapatkan sayatan di punggung, tusukan di perut dan tangan kanan ku patah, aku masih mampu bertarung dan membunuh 3 orang musuh dengan tangan kiri" tutur Gabriel yang membuat Firda meringis, karena Gabriel sangat enteng menceritakan tentang pembunuhan yang di lakukan nya. Bahkan menurut Firda, Gabriel terkesan bangga dengan diri nya.


"Bang Gabriel kok bangga sih menceritakan pembunuhan begitu?" tanya Firda yang membuat Gabriel terkekeh. Ia menghentikan aktivitas nya, kemudian menghampiri Firda, ia mencondongkan tubuh nya sebelum akhirnya mengecup ujung hidung Firda dengan gemas.

__ADS_1


"Bukan pembunuhan nya yang membuat aku bangga, tapi keberhasilan ku bertahan dalam segala situasi dan kondisi bahkan ketika maut sedang di depan mata" tukas nya.


"Hem..." Firda mangut mangut "Iya sih, semoga Allah mau memaafkan mu, Bang. Memaafkan kita yang berlumuran dosa ini"


__ADS_2