
Firda dan Gabriel ziarah ke makam ayah Gabriel, Firda me doakan ayah Gabriel dengan tulus. Jika memang jasad yg ada dalam perut bumi ini memang ayah Gabriel, maka Firda berdoa semoga dosa dosa mertua nya di ampuni.
Sementara jika justru yg sedang berjalan di atas bumi itu lah yg ayah Gabriel sebenernya, Firda berdoa semoga kebenaran itu terungkap dan hati ayah mertua nya itu di lembutkan untuk Firda.
Setelah dari pemakaman ayah Gabriel, Firda meminta langsung pulang karena ia merasa begitu mual dan pusing karena hormon kehamilan nya.
Selama dalam perjalanan pulang, Firda menyandarkan kepala nya di pundak sang suami dan Gabriel membelai kepala Firda dengan sayang.
"Sesampainya di rumah nanti kamu harus istirahat, tidak boleh kemana mana, Sayang. Kamu juga pucat" kata Gabriel cemas membuat Firda terkekeh. Ia mencengkram dagu Gabriel dengan gemas.
"Iya, sekarang aku boleh tidur? Tiba tiba aku merasa mengantuk" kata Firda sambil menguap.
"Tidur lah, Sayang" kata Gabriel kembali mengusap kepala Firda.
Gio yg saat ini sedang menyetir sesekali melirik Firda dari kaca spion, sudut bibir nya tertarik dan membentuk senyum samar saat melihat Firda yg perlahan seperti nya terlelap.
Sesampainya di rumah, Gio langsung membuka kan pintu untuk Gabriel sementara Gabriel menggendong Firda yg benar benar terlelap.
Gabriel langsung membawa nya ke kamar dan menidurkan nya di ranjang dengan sangat hati hati, karena Gabriel tak ingin Firda terganggu tidur nya.
Gabriel membuka sepatu Firda dan meletakkan nya di rak sepatu yg ada di belakang pintu, kemudian ia menyelimuti tubuh istri nya itu, Gabriel mengecup kening sang istri cukup lama.
"Kamu bukan hanya kuat, Sayang. Tapi kamu juga berani dan pintar, aku semakin mencintai mu. Karena itu, kamu akan terbangun dan mendapatkan hadiah" kata Gabriel sebelum akhir nya kembali menciut Firda dan meninggalka.
n kamar mereka.
__ADS_1
..........
Firda menggeliat malas, mulut nya menguap sambil membuka mata. Pandangan Firda menyusuri sekeliling nya dan ia tersenyum saat menyadari kini ia sudah di kamar nya.
"Di gendong berarti aku" kata Firda cengengesan.
Tak lama kemudian pintu terbuka dan muncul sosok seseorang yg membuat Firda langsung menganga lebar.
"Ummi..."
"Kejutan...." teriak Ummi nya sambil tertawa.
"Aaaa.... Ummi" Firda malah ikut berteriak, ia pun Langsung merangkak turun dari ranjang nya kemudian berlari untuk memeluk ibu nya itu.
"Kamu sudah bangun, Firda. Lagian kamu itu tidur apa pingsan sih?" kata Ummi nya, sementara Firda kini sudah memeluk nya dengan sangat erat.
"Tidur lah, Ummi" jawab nya kemudian melerai pelukan nya "Tapi kok Ummi tiba tiba bisa ada di sini? Memang nya Ummi bisa terbang?" tanya Firda.
"Bisa dong, berkat jet suami mu, ada Abi dan kakek nenek mu juga" jawab Ummi Aisyah.
"Oh ya? Masya Allah, bahagia deh Firda kalau di jenguk begini" tukas Firda senang.
"Sayang, kamu sudah bangun?" terdengar suara Gabriel yg muncul dari balik pintu.
"Gabriel, terima kasih ya sudah menjemput mereka" Firda mengucapkan nya dengan begitu tulus.
__ADS_1
"Fir, engga sopan banget sama suami panggil begitu. Apa lagi suami itu orang tua lho, Fir. Kan Ummi selalu mengajari kamu untuk menghormati orang yg lebih tua" seru Ummi Aisyah yg membuat Firda malah garuk garuk tengkuk nya.
"Aku juga ingin mendapatkan panggilan yg spesial dari Firda" sambung Gabriel sambil menatap istri nya dengan begitu lembut.
"Iya, Bang Gabriel" jawab Firda dengan tersipu, Gabriel yg di panggil abang untuk pertama kali nya malah tercengang sebelum akhirnya ia tertawa geli.
"Baiklah, sekarang ayo kita keluar. Semua nya sudah menunggu mu" ajak Gabriel.
Di luar, Gio berada di tengah keluarga Firda yg sebenarnya. Sebuah keluarga yg sangat jauh dari ekspektasi Gio, awal nya Gio berfikir Firda memiliki keluarga seperti keluarga orang orang kaya pada umum nya. Bersikap anggun dan kaku, namun tentu jika mengingat seperti apa sikap Firda, pasti lah keluarga nya bukan orang orang yg kaku seperti yg Gio saksikan sekarang.
Mereka begitu ramah, bukan hanya sikap mau pun tutur kata nya, tapi bahkan juga dari cara mereka menatap orang lain. Mereka begitu murah senyum dan sangat nyambung saat diajak ngobrol apapun. Sekarang Gio tahu dari mana sikap manis dan baik hati Firda berasal.
"Firda sering bercerita tentang mu, Nak Gio" kata kakek Firda "Kata nya kamu sangat baik, teman yg baik, bahkan bisa jadi saudara yg baik. Aku akan sangat senang jika nanti kamu mau datang ke desa kami dan tinggal di sana selama beberapa hari"
Gio tersentuh dengan apa yg di katakan kakek Firda, Firda begitu menyayangi nya dengan tulus sementara Gio malah sedang mempersiapkan rencana untuk membunuh Firda.
"Oh ya, Nak Gio. Harap sabar ya jika Firda bersikap sedikit menyebalkan dan manja, habitat nya dia memang begitu. Apa lagi sekarang Firda hamil, pasti semakin ajaib saja anak itu. Tapi dia sebenarnya gadis yg pintar dan baik hati, rasa nya dia menyayangi semua makhluk di dunia ini. Maka nya dia tidak segan membawa kucing yg ia temukan di pinggir jalan" tukas Abi Farhan kemudian yg lagi lagi membuat Gio terenyuh karena apa yg di katakan nya sangat benar.
"Dulu aku pernah melempar ayam dengan sapu karena nakal, Firda malah menegur ku" sambung nenek Firda "Kata nya kasian nanti ayam nya kaget dan malah jantungan" lanjut nya sambil tertawa. Yg membuat semua orang ikut tertawa, sementara Gio hanya bisa memaksakan diri nya tersenyum.
Kini Firda sudah datang, dan ia langsung berlari agar bisa segera memeluk kakek nenek nya juga ayahnya.
"Aa.... Firda kangen sekali" pekik nya di tengah aktifitas nya memeluk ketiga anggota keluarga nya itu bergantian.
Gio dan Gabriel yg melihat itu terkekeh, Firda begitu menggemaskan dan sangat manis.
__ADS_1