
Gabriel masih mendekap Firda yg saat ini sedang tertidur lelap dalam dekapan nya, istri nya itu terlihat sangat cantik dengan rambut nya yg berantakan dan masih menempel di sekitar nya karena keringat. Nafas Firda terdengar begitu tenang dan halus, Firda langsung jatuh tertidur setelah pegulatan mereka yg menguras tenaga itu.
Sekarang Jam menunjukan pukul 14.00, keduanya tidak makan apapun sejak pagi dan sekarang perut Gabriel sudah keroncongan namun Gabriel tak perduli. Saat ini ia hanya ingin memandangi sang istri sepuas nya meskipun seperti nya ia tidak akan pernah merasa puas.
"Pasti kamu sangat lelah ya, Nyonya Emerson..." gumam Gabriel sembari merapikan rambut Firda yg masih lengket di sekitar wajah nya, padahal AC kamar mereka menyala namun mereka masih tetap merasakan panas dan masih berkeringat. Gabriel menutupi tubuh polos keduanya dengan selimut tipis.
"Maaf, seperti nya aku terlalu kasar dan antusias. Mau bagaimana lagi, kamu membuat ku gila" lirih nya lagi dan ia mengecup bibir Firda yg terbuka.
Firda menggeliat saat merasakan ada yg menyentuh bibir nya, perlahan ia membuka mata dan hal pertama yg Firda lihat ada Gabriel yg sedang tersenyum pada nya. Firda tercengang dengan mata yg terbuka lebar sebelum akhir nya ia berteriak nyaring yg membuat Gabriel meringis.
"AAAAHHHHHH..."
Firda langsung menjauhkan diri nya dari Gabriel dan seketika selimut yg semula menutupi dirinya kini langsung terlepas, membuat Firda kembali berteriak histeris dan langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Namun hal itu justru membuat tubuh polos Gabriel langsung terekspos dan Firda kembali berteriak nyaring sembari menutup mata.
"AGGHHH..."
"Berhenti berteriak, Nyonya Emerson..." seru Gabriel dengan tegas yg membuat Firda mengintip dari balik jari jemari yg menutupi mata nya.
Ingatan Firda berputar pada kejadian di hotel itu, dimana ia terbangun dalam keadaan yg sama namun reaksi nya berbeda. Saat itu ia langsung merasa hancur namun sekarang merasa terkejut dan gugup.
"Sayang, ini aku, suami mu... Jangan takut ya, sudah halal kok..." bujuk Gabriel sembari mendekati Firda perlahan namun Firda beringsut mundur. Gabriel hanya terkekeh geli melihat reaksi Firda yg terbilang unik itu, apa lagi Firda masih menutupi matanya dengan jari jemari nya yg renggang renggang.
"Pakai baju mu, mesum..." lirih Firda kemudian yg malah membuat Gabriel tertawa geli.
"Panas..." jawab Gabriel dan ia langsung menarik lengan Firda hingga Firda terjatuh ke dalam pelukan nya.
Sontak hal itu membuat Firda langsung memberontak ingin di lepaskan namun tenaga nya tak sebanding dengan tenaga sang suami.
"Sshhtt, tenang, Sayang..." seru Gabriel dan seketika Firda terdiam dengan tatapan anehnya pada Gabriel "Kenapa menatap ku begitu?" tanya Gabriel.
"Kita melakukan nya?" lirih Firda yg membuat Gabriel mengerutkan kening nya sesaat namun kemudian ia mengangguk saat mengerti pertanyaan Firda.
"Dalam keadaan sadar dan izin dari mu..." ucap Gabriel lembut.
__ADS_1
"Sudah halal juga ya..." gumam Firda seperti orang bodoh saja dan hal itu membuat Gabriel terkekeh geli.
"Iya, sudah halal" Gabriel menimpali.
"Berarti Firda engga hamil, Om?" tanya Firda lagi.
"Iya, mungkin test peck nya rusak" jawab Gabriel "Tidak mungkin kamu hamil sementara sampai tadi pagi kamu masih perawan"
"Bodoh nya Firda..." ujar Firda sembari menepuk jidat nya sendiri.
"Tidak bodoh, Sayang..." ucap Gabriel sembari menarik tangan Firda yg ia tepukan ke jidat nya tadi "Nama nya barang, bisa saja rusak dan tidak berfungsi dengan benar"
"Bukan masalah test peck nya, Om. Tapi hari itu pas Firda pulang, Firda nangis nangis sambil mandi wajib" tukas Firda dengan polos nya.
"Mandi wajib?" tanya Gabriel bingung dan Firda mengangguk "Mandi wajib bagaimana?" tanya Gabriel yg membuat Firda langsung menatap Gabriel heran.
"Habis melakukan hubungan intim ya wajib mandi wajib, Om" ujar Firda "Om tidak tahu?" tanya nya dan Gabriel menggeleng.
"Astagfirullah..." gumam Firda menghela nafas panjang. Ia melirik jam dinding dan seketika mata nya terbelalak "Ya Allah, sudah siang... Belum sholat dzhur..." pekik nya dan ia pun beringsut turun dari ranjang sembari memegang selimut agar tetap menutupi tubuhnya. Namun selimut itu malah terlepas dari tubuh Gabriel dan Firda hanya bisa menutup mata sembari berjalan tertatih tatih menuju kamar mandi.
Sementara Gabriel hanya terkekeh geli, Firda adalah gadis - Ralat - wanita. Gabriel telah membuat Firda menjadi seorang wanita, dan dia adalah wanita yg ajaib, tak bisa di tebak dan selalu apa adanya. Dan yg pasti, sangat menggemaskan.
"Mau aku bantu, Sayang?" tanya Gabriel yg justru terdengar seperti pria penggoda. Firda langsung menggeleng dan enggan menatap Gabriel yg tak memakai apapun.
"Pakai baju, Om. Malu sama malaikat Roqib Atid" seru Firda dan ia menutup pintu kamar mandi nya dengan cepat. Sementara Gabriel hanya tercengang karena ia tak mengerti apa maksud Firda, dan Gabriel pun mengabaikan hal itu.
Gabriel mengambil boxer dan kaos dari lemari nya kemudian ia menekan tombol nomor 9 di telepon yg ada di samping ranjang nya dimana telpon itu langsung tersambung ke pelayan.
"Siapkan makanan untuk ku dan istri ku, dan dua gelas susu segar..." titah nya.
"Baik, Tuan" terdengar suara seorang wanita dari seberang telpon.
Sementara Firda yg kini berada di kamar mandi masih belum juga mandi, ia memegang dada nya yg bergemuruh.
__ADS_1
Mengingat apa yg telah di lakukan nya dengan Gabriel dalam setengah hari ini membuat jantung Firda berdebar hebat. Bahkan sampai detik ini ia masih merasakan darah nya yg berdesir hangat.
Firda berdiri di bawah shower dan menyalakan nya, namun saat Firda hendak membaca niat mandi besar ia malah lupa Karena perasaan dan fikiran nya yg masih melayang pada kejadian yg tak pernah ia bayangkan sedikit pun itu.
"Ya Allah, malah lupa. Please ya, Allah. Ingetin Firda lagi, gara gara gugup nih..."
.........
Setelah selesai mandi, Firda merasa ragu untuk keluar dari kamar mand apa lagi Firda hanya mengenakan bathrobe karena ia lupa membawa baju nya.
Firda malu jika harus berpapasan dengan Gabriel, namun mengingat ia belum melaksanakan sholat Dzuhur Firda pun memberanikan diri keluar.
Firda melihat Gabriel yg masih ada di ranjang nya dan ia seperti menunggu Firda, karena saat Firda keluar Gabriel langsung menatap nya dan melempar senyum yg membuat bulu kuduk Firda berdiri.
"Ehem ehem..." Firda berdeham berharap itu bisa sedikit mengontrol perasaan nya "Mandi, Om..." seru nya kemudian.
"Apa mandi wajib itu ada ritual khususnya?" tanya Gabriel masih dengan senyum misterius nya.
"Tidak ada, hanya ada niat nya" ucap Firda.
"Seperti niat wudhu?" tanya Gabriel lagi.
"Ya, beda sedikit" jawab Firda sembari mencari pakaian nya.
"Aku tidak tahu, ajari aku..." pinta Gabriel yg membuat Firda menghela nafas panjang.
"Padahal malas aku harus jalan lagi, tapi kalau tidak di ajari nanti aku yg dosa..." batin nya berteriak kesal.
"Ya sudah, ayo..." seru Firda dan ia masih jalan tertatih karena pusat dirinya yg masih sangat sakit.
Namun tiba tiba Firda merasakan tubuhnya melayang saat Gabriel mengangkat tubuh Firda ke dalam gendongan nya dengan enteng. Membuat Firda memekik kaget.
"Turunkan aku, Om Gabriel..." pekik Firda.
__ADS_1
"Tidak mau, kamu tidak bisa jalan karena aku, Nyonya Emerson. Aku hanya sedang bertanggung jawab..."