Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 235 -


__ADS_3

Sudah satu minggu lebih Firda dan Gabriel berada di Jakarta dan hari ini mereka memutuskan kembali ke desa. Namun sebelum itu, mereka menemui Gio dan Mini di rumah mereka. Firda tercengang melihat penampilan Mini yang berubah 180 derajat.


"Cantik nya kamu, Mini..." puji Firda yang membuat Mini cengengesan sembari menggaruk tengkuk nya.


"Tapi kamu nyaman berubah begini, Mini? Kamu pasti di paksa Gio ya?" tanya Gabriel.


"Iya, tapi aku nyaman kok begini" jawab Mini jujur.


"Kalian kapan lagi akan ke Jakarta lagi? Kenapa kalian tidak tinggal di sini saja?" tanya Gio kemudian.


"Kami lebih nyaman tinggal di desa, Gio. Aku juga tidak mau membahayakan keluarga ku lagi" jawab Gabriel.


"Ya, kau benar juga" jawab Gio.


Mereka pun berbincang sejenak sebelum akhir nya Gabriel dan Firda pamit karena mereka masih harus menemui Micheal dan pamit juga pada nya.


..........


Sesampainya mereka di rumah Micheal, Micheal langsung menyambut orang tua dan adik nya itu dengan begitu girang. Meskipun ia tahu hari ini mereka akan kembali ke desa dan Micheal tidak ikut, Micheal tidak sedih.


"Padahal masih kurang jalan jalan nya" kata Micheal kemudian.


"Inysa Allah, nanti kami kesini lagi lagi, Mickey" kata Firda menghibur.


"Iya, lagi pula nanti Mickey juga bisa ke desa" jawab Micheal.


"Kok sedih ya mau pisah sama Jibril" kata Angeline yang memang sudah merasa terbiasa melihat Jibril selama seminggu ini.


"Ikut yuk, Mommy" ajak Micheal dengan antusias "Biar Mommy tidak sedih..."


"Itu sih alasan kamu saja, Mikail" kata Angeline kemudian yang membuat Firda dan Gabriel tertawa, sementara Micheal tersenyum tanpa dosa.


"Baiklah, kami harus pulang sekarang" kata Gabriel sembari mengusap pucuk kepala Micheal "Baik baik di rumah ya, Nak. Jangan merepotkan Mommy, Uncle dan Granpa. Dan yang paling penting, jangan lupa sholat dan belajar ngaji sama Cus"

__ADS_1


"Iya, Daddy" jawab Micheal "Mau cium adik Lora dulu..." Ia berjinjit dan langsung mengecup pipi adik nya itu.


"Kami pulang dulu ya, Kak Angell" kata Firda dan kemudian Angeline memeluk nya, tak lupa ia juga mencium gemas pipi putra mantan suami nya itu.


"Hati hati di jalan, telfon kami kalau sudah sampai ya"


"Inysa Allah, Kak"


..........


Sementara itu, Edward saat ini sedang berada di toilet dan ia menyerahkan sesuatu yang di bungkus dengan kertas pada seorang kepala gengster di sana.


Pria itu mengambil nya, menuangkan bubuk yang di bungkus kertas itu ke telapak tangan nya kemudian menghisap nya. Edward tersenyum miring melihat pria itu tampak menikmati pupur haram itu.


"Akan aku pasok hal ini ke sini, gratis. Sebanyak apapun yang kamu mau" kata Edward. Pria itu terkekeh, kemudian ia menunduk dan melihat gelang besi yang melingkar di kaki kanan Edward.


"Baru kali ini, aku bertemu dengan orang segila diri mu" ucap nya.


"Besok malam, di dapur"


..........


Di dalam pesawat, Firda tampak merenung dan seperti memikirkan sesuatu. Gabriel yang melihat itu langsung mengusap kepala istri nya dan Firda pun langsung menoleh.


"Ada apa, Sayang?" tanya Gabriel lembut.


"Entahlah, Bang. Perasaan ku engga enak" kata Firda.


"Mungkin kamu cuma lelah, mau aku saja yang gendong Jibril?" tawar nya dan Firda pun memberikan putra nya itu pada Ayah nya, Gabriel semakin terlihat bingung karena biasa nya Firda tidak akan memberikan Jibril selama Firda mampu mengurus nya.


"Kamu ada masalah, Sayang?" tanya nya lagi.


"Engga kok, Bang. Aku cuma mengantuk" lirih Firda.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo tidur" Gabriel mengajak Firda ke belakang dimana di sana ada ranjang. Firda pun ikut dan merebahkan diri nya di sana, sementara meletakkan Jibril di samping Firda kemudian Gabriel duduk di samping istri nya. Gabriel mengelus kepala Firda dengan lembut dan mencium ubun-ubun nya dengan lembut pula.


Sentuhan lembut yang membuat hati Firda sedikit merasa lebih tenang.


"Tidurlah, aku akan membangun kan mu kalau kita sudah mendarat" ucap Gabriel lagi.


..........


"Aku masih boleh kuliah kan?" tanya Mini pada Gio yang saat ini sedang mengecek senjata nya.


"Tentu saja boleh, pendidikan itu penting" jawab Gio


"Terus kenapa kamu tidak kuliah?" tanya Mini.


"Aku tidak butuh kuliah, aku sudah pintar" Mini mencebikan bibir nya mendengar ucapan suami sombong nya itu "Kenapa? Mau bilang aku sombong?"


"Ya memang sombong" ujar Mini yang membuat Gio terkekeh.


Saat ini Mini duduk berselonjor kaki di ranjang nya, sementara Gio berdiri di samping ranjang nya dan ia menodongkan pistol nya ke luar jendela. Namun tanpa melepaskan tembakan, Gio menarik pistol nya dan meletakkan nya di atas nakas. Kemudian ia mencondongkan tubuh nya pada Mini dan mengecup pipi Mini dengan gemas.


"Aku juga berpendidikan, cuma tidak punya ijazah. Aku sudah mempelajari banyak hal sejak kecil, dan otak ku ini kecerdasan nya di atas rata rata tanpa harus belajar matematika atau pun fisika"


"Ish, sombong nya..."


"Engga apa apa sombong, toh memang punya modal sombong"


......💞💞......


Selamat pagi pembaca SkySal. Ada yang sudah baca karya Sky yang terbaru yang berjudul A DREAMER?


Tentang Zendaya, gadis yang punya sejuta mimpi. Dari pembantu hingga menjadi model. Kisah asmara nya juga seru, dimana Zendaya berusaha menaklukkan sang pujaan yang bernama Kenzo Alvian. Yang punya wajah bak malaikat namun selalu bersikap dingin dan arogan yang tak lain adalah bos nya.


Tolong tinggalkan jejak nya juga ya, like, comment, hadiah, vote. Thank you 😘

__ADS_1


__ADS_2