
"Om, Gio boleh makan bersama kita?"
Tanya Firda sembari mempersilahkan Gabriel duduk di kursi nya. Gabriel pun menganggukan kepala nya.
"Asyik... Makan rame rame deh" ujar Firda antusias yg membuat Gabriel tertawa gemas.
Sementara Gio juga duduk di kursi nya dan Firda meyodorkan piring kosong untuk Gio.
"Om, nanti Firda pergi ke pasar ya. Firda mau beli ikan asin sama pete" ucap Firda yg kini menyajikan makanan untuk suami nya itu.
"Suruh pelayan saja, Firda. Hari ini kamu jangan keluar rumah dulu..." pinta Gabriel karena ia masih sangat mengkhawatirkan keadaan Firda yg kini menjadi incaran orang orang yg punya dendam pada nya.
"Tapi mau nya pergi sendiri, Om. Boleh ya..." pinta Firda memelas.
"Saya akan menjaga nya, Don Gabriel..." sambung Gio kemudian.
"He'em, kan ada Gio, Om. Gio pasti jagain aku, kan Gio teman yg baik. Ya kan, Gio?" tanya Firda sambil tersenyum lebar menampilkan gigi gigi putih nya yg tersusun rapi.
"Iya, tentu, Nyonya Firda" jawab Gio menyunggingkan senyum simpul nya.
"Tidak, Fir..." ujar Gabriel bersikeras "Minta pelayan saja ya, pokok nya aku tidak mengizinkan mu keluar rumah hari ini" tegas Gabriel yg membuat raut wajah Firda langsung layu.
"Iya deh..." jawab Firda akhir nya sambil cemberut.
Firda memindahkan satu ekor ikan ke piring kecil kemudian ia mencampurnya dengan nasi. Setelah itu, Firda meminta pelayan untuk memberikan nasi yg sudah campur ikan itu untuk kucing kucing nya.
Gabriel memperhatikan Firda dan ia merasa kasihan jika harus memaksa Firda tetap di rumah.
"Baiklah, kamu boleh ke pasar tapi jangan terlalu lama" ujar Gabriel akhirnya yg membuat Firda memekik senang.
"Cuma sebentar kok, janji..." ucap Firda girang, Gio yg melihat Firda tampak senang pun juga hanya bisa ikut tersenyum sambil menikmati ikan bakar Firda yg terasa sangat nikmat di lidah nya.
__ADS_1
"Cuma mau beli itu kan... Ikan? Sama apa?"
"Pete" ujar Firda.
"Iya, sama pete. Habis itu langsung pulang"
"Siap!!!!" jawab Firda
Setelah sarapan, Firda mengecek kucing kucing nya yg juga sarapan. Kedua kucing itu tampak berebut makanan dan sesekali saling menggeram.
"Kalian ini jangan begitu, makan tuh yg akur. Ya, Ciu Ciu dan sweety .." ucap Firda sembari mengelus punggung Ciu Ciu dan kucing Gabriel yg entah siapa nama nya itu sebenarnya. Tapi Firda memanggil nya sweety. Benar kata Firda, kucing Gabriel itu kurang perawatan dulu sehingga kucing itu kurus, semenjak ada Firda, Sweety jauh lebih gemuk dan berisi.
"Montok sekali kau, doyan makan sih" ujar nya sambil membelai punggung sweety yg semakin hari semakin berisi.
Hal itu juga tidak luput dari perhatian Gio yg memang di perintahkan Gabriel untuk selalu memantau Firda sekali pun sedang di dalam rumah.
.........
Jam sudah menunujukan pukul 10, Gabriel tentu sudah pergi ke kantor nya dan Firda sedang menghitung duit di dompet nya.
Dengan di temani Gio, satu pelayan dapur dan yg pasti beberapa bodyguard. Firda pun akhirnya pergi ke pasar tradisional dan ia juga membawa kedua kucing nya itu, karena entah kenapa Ciu Ciu sejak tadi terus mengikuti Firda bahkan sesekali menjilati kaki Firda.
Sesampainya disana, Firda meminta salah satu bodyguard untuk menjaga Ciu Ciu dan Sweety agar tetap berada di mobil sementara Firda langsung membeli ikan asin dan pete yg ia mau dan setelah itu ia pun ingin bergegas pulang.
"Hanya ini saja, Nyonya Firda?" tanya Gio heran karena jauh jauh ke pasar, Firda malah cuma membeli dua barang ini saja.
"Butuh nya memang cuma ini saja, Gio. Om Gabriel juga meminta ku untuk langsung pulang kan?" tukas Firda. Gio hanya tersenyum simpul dan mempersilahkan Firda berjalan di depannya.
Saat Gio membukakan pintu mobil untuk Firda, tiba tiba Ciu Ciu malah melompat dari mobil dan berlari menjauh dari Firda. Firda yg terkejut pun langsung ikut berlari untuk menangkap kucing nakal nya itu. Gio dan beberapa bodyguard lain nya juga berlari mengikuti Firda.
"Ciu Ciu, tunggu..." seru Firda dan saat ia hampir menangkap Ciu Ciu, tiba tiba ada sepeda motor yg melintas dan langsung menabrak kucing Firda. Membuat Firda langsung berteriak histeris.
__ADS_1
"Ciu Ciu...." teriak Firda dan ia langsung berlari lebih cepat, sementara sang pengendara motor langsung berhenti dan ia juga sangat terkejut dengan kecelakaan itu.
Kucing Firda tergeletak tak berdaya di tanah dengan tubuh yg bersimbah darah.
"Gio..." teriak Firda sambil menangis karena ia melihat kucing nya itu menutup mata dan tidak bergerak sama sekali, tangan Firda gemetar dan ia tak sanggup untuk menyentuh kucing kesayangan nya yg sudah berdarah.
Gio langsung berlari dan ia juga terkejut melihat kucing Firda yg seperti nya sudah mati.
"Gio, kucing ku..." lirih Firda sambil menangis. Gio memeriksa kucing Firda dan ia melihat perut nya yg masih bergerak walaupun sangat pelan, setidaknya itu tanda nya kucing Firda masih bernyawa.
"Bawa Ciu Ciu ke Dokter hewan, sekarang!" titah Gio pada salah satu anak buah nya.
"Maafkan aku, Mbak... Tadi aku buru buru" ujar sang pengendara yg sudah menabrak kucing Firda.
Firda yg masih shock tidak bisa menanggapi nya dan ia benar benar menangis, seperti menangisi manusia yg sangat ia sayangi.
Mereka pun bergegas menuju klinik Dokter hewan, Firda menggendong sweety sedangkan Ciu Ciu di gendong oleh salah satu bodyguard Firda sementara Gio yg menyetir saat ini.
"Cepat, Gio..." pinta Firda yg semakin cemas. Gio pun mempercepat laju mobil nya hingga mereka sampai di klinik hewan terdekat.
Ciu Ciu langsung di bawa masuk dan langsung mendapatkan penanganan dari Dokter namun sayang nya, saat Dokter memeriksa nya ia malah menyatakan Ciu Ciu sudah meninggal.
Membuat Firda semakin sedih dan tangis nya semakin menjadi.
"Hiks hiks... Seharusnya aku tidak pergi ke pasar" lirih Firda penuh penyesalan dan rasa bersalah. Firda sungguh tidak bisa menerima kenyataan bahwa Ciu Ciu nya kini sudah berpulang ke Rahmatullah.
"Nyonya, jangan menangis. Itu kan hanya kucing" ujar Gio se lembut mungkin.
"Tapi bagi ku lebih dari itu.." ujar Firda lagi "Aku sayang sama kucing ku, Gio" lanjut nya masih sesegukan.
"Sekarang kucing ku sudah mati, kenapa jadi begini? semua ini salah ku" lirih Firda dan ia tampak sangat terpukul.
__ADS_1
Gio yg menyaksikan kesedihan Firda hanya karena seekor kucing itu pun hanya bisa tercengang, bingung, sekaligus merasa sangat takjub dengan ketulusan Firda dalam menyayangi.
"Jika kucing saja sangat dia cintai, lalu bagaimana dengan manusia?"