Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 194 - Mickey Punya Adik Lora


__ADS_3

"Mommy... Adik Lora nya sudah keluar..."


Angeline yang saat ini sedang sibuk dengan pekerjaan nya langsung di terbuat terlonjak kaget dengan Micheal yang tiba tiba masuk ke dalam ruang kerja nya sambil berteriak tidak jelas, sedangkan suster nya juga berlari masuk mengikuti Micheal dari belakang.


"Mickey, jangan lari lari. Nanti jatuh..." Angeline memperingatkan putra semata wayang nya itu, saat ini mereka memang sedang berada di kantor. Angeline sengaja membawa Micheal kesana karena Angeline ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama Micheal meskipun Micheal tetap bersama suster nya sedangkan Angeline sibuk bekerja.


"Mommy, ayo kita pulang..." Micheal menarik ujung baju Angeline sambil merengek "Ayo pulang ke desa, adik Lora sudah keluar" rengek nya yang membuat Angeline bingung.


"Adik Lora apa, Sayang? Mommy mau bekerja dulu ya" bujuk Angeline.


"Itu Nyonya, Nyonya Firda sudah melahirkan dan tadi Tuan Gabriel menelpon, dia memberi tahu Micheal" kata suster Micheal yang membuat Angeline terkejut.


"Benar, Mommy. Mommy Cantik sudah melahirkan, adik bayi nya laki laki. Nama nya adik Lora" kata Micheal antusias "Ayo, Mommy. Kita ke desa sekarang, Mickey mau ketemu adik Lora, mau gendong adik Lora" Micheal kembali merengek sambil terus menarik baju Angeline.


"Iya, Sayang. Besok ya, kan harus pesan tiket dulu" bujuk Angeline.


"Ya telfon Daddy, biar tidak usah pesan tiket" jawaban cerdas Micheal itu tentu membuat Angeline tak berkutik. Anak nya ini sudah tahu kekuatan dan kekuasaan yang di miliki oleh ayah nya dan dia memanfaatkan nya dengan sangat baik.


"Iya, tapi kan Mommy sedang bekerja. Mommy selesaikan pekerjaan dulu ya..."


"Kan Mommy punya banyak pekerja, suruh mereka saja yang mengerjakan" lagi lagi jawaban itu membuat Angeline tak berkutik


"Ayo, Mommy..." Micheal merengek manja "Mau ketemu adik nya Lora sekarang, Mommy. Ayo..." Micheal kini menarik paksa tangan Angeline dan mau tak mau Angeline pun harus menuruti kemauan putra nya itu.


"Iya iya, tapi telfon Daddy dulu, biar tidak usah pesan tiket"


.........

__ADS_1


Gio turun dari mobil Mercy nya dan ia melangkah angkuh memasuki gedung kampus, lebih tepat nya kampus tempat Mini kuliah. Ia memakai setelan jas hitam dan kaca mata hitam, hanya dalam hitungan detik ia telah mampu mencuri semua perhatian orang yang di lewati nya. Muda, tampan, dan yang pasti seorang billionaire. Siapa yang tak ingin menatap nya?


Bisik bisik memenuhi telinga nya setiap kali ia melewati mahasiswa, mahasiswi ataupun beberapa dosen yang berpapasan dengan nya.


"Aku tebak dia masih di bawah 30 tahun..." tebak seorang mahasiswa yang baru saja dia lewati.


"Muda, tampan, kaya. Pria idaman..." bisik seorang mahasiswi yang menatap nya tanpa berkedip.


"Success before 30, Dia sudah merasakan itu..." gumam seorang dosen yang berpapasan dengan nya.


Namun Gio tak memperdulikan orang orang yang menatap nya dengan tatapan kagum dan memuja, kaki nya yang di balut sepatu super mahal melangkah menuju salah satu kelas di sana. Hingga ia berhenti di depan salah satu kelas dan kemudian masuk ke dalam nya, sontak semua mata yang ada di kelas itu langsung tertuju pada nya.


"Pangeran dari surga tersesat di bumi..." salah satu seorang mahasiswi cantik di sana.


"Dewa Yunani ingin merasakan bangku kuliah..." bisik yang lain nya.


"Apakah Ibu nya adalah dewi khayangan?"


Namun Gio tak memperdulikan bisik bisik penuh puja itu, ia mengedarkan tatapan nya dan berhenti pada satu satu nya wanita yang justru tidak tertarik dengan kahadiran nya, atau bahkan tak menyadari kehadiran nya.


Wanita itu fokus pada laptop nya sambil mengunyah permen karet, bahkan sesekali ia membuat gelembung dari permen karet itu,


sementara kedua telinga nya tertutup earphone.


Gio melepas kaca mata nya dan memanggil wanita itu "Mini..." namun yang di panggil tak mendengar nya karena fokus pada apa yang sedang di lakukan nya. Gio mendengus kesal, ia pun melangkah mendekati Mini yang kebetulan duduk di kursi pojok paling belakang.


Para wanita yang ada di sana melongo melihat Gio dari dekat, mereka bahkan terang terangan menghirup aroma parfum Gio yang menguar dan memanjakan indera penciuman mereka. Aroma maskulin yang membuat mereka terhipnotis, apa lagi tatapan tajam Gio yang menyihir mereka seketika.

__ADS_1


"Mini..." sekali lagi Gio memanggil nya sembari menarik lepas earphone yang di pakai Mini, Mini yang terkejut langsung mendongak dan ia mendengus kesal saat mengetahui siapa yang mengganggu nya.


"Apa sih? Ganggu saja..." desis Mini dan ia hendak kembali memasang earphone nya namun Gio tak membiarkan nya.


"Ayo ikut aku sekarang..." kata Gio tegas dengan suara bas nya.


"Kemana?" tanya Mini masih menampilkan wajah kesal nya, Mini melirik teman teman nya yang sedang menatap Gio tanpa berkedip, membuat Mini semakin kesal saja "Kamu mau tebar pesona, heh?" tuduh nya.


"Aku mau jemput kamu, Firda sudah melahirkan" kata Gio yang membuat Mini langsung memekik girang, ia bahkan langsung berdiri dari kursi nya.


"Wah, beneran?" tanya nya antusias.


"He'em, aku mau ke desa sekarang" kata Gio dengan nada datar.


"Aku pengen ikut, tapi aku banyak tugas" kata Mini dan sekarang ia terlihat sedih karena tak bisa melihat putra sahabat nya itu.


"Itu gampang, nanti aku urus" kata Gio "Ayo pergi sekarang..." lanjut nya dan ia kembali memasang kaca mata nya sementara Mini dengan cepat membereskan barang barang nya dan memasukkan nya ke dalam tas.


Gio melangkah keluar dari kelas Mini dan semua orang masih memperhatikan langkah nya yang begitu tegas dan gagah, sementara Mini melangkah tergesa gesa berusaha mensejajarkan langkah nya dengan langkah Gio yang lebar dan cepat itu.


"Di urus bagaimana?" tanya Mini kemudian "Jangan pakai ancam ancam ala Mafia ya, aku di sini kuliah baik baik, aku terkenal sebagai mahasiswi yang baik dan berprestasi" Mini memperingatkan dengan tegas namun Gio tak mengindahkan nya.


Kedua nya melangkah bersama menuju mobil mercy Gio yang terparkir sembarang. Mini meringis melihat Gio yang tak mematuhi aturan parkir kampus.


"Kenapa kamu parkir di sini? Seharus nya parkir di tempat parkir..." seru Mini namun lagi lagi Gio tak memperdulikan racauan Mini. Ia masuk ke dalam mobil itu dan Mini pun mengikuti nya, lagi lagi hal itu menyita perhatian semua orang di sana.


"Beruntung nya ya Mini, punya pacar bak pangeran Yunani" kata salah satu teman kuliah Mini yang terus memperhatikan Gio, Gio membuka kaca mobil nya sehingga semua orang masih memperhatikan Gio.

__ADS_1


"Dasar tukang tebar pesona!!!"


__ADS_2