Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 114 - Masa Persembunyian 2


__ADS_3

"Tidak mungkin Gabriel tidak ada di rumah itu, Frank..." tukas John yg saat ini sudah berada di rumah nya, ia langsung menuju kamar nya dan ia melihat pintu rahasia itu sudah terbuka lebar. Ia sedang berbicara di telpon dengan Frank saat ini untuk memantau perkembangan Frank dalam pencarian Firda dan Gabriel.


"Aku sudah mencari ke semua tempat yg tempat yg kamu sebutkan, tapi dia tidak ada. Menurut ku, mungkin mereka pulang ke desa istri Gabriel"


"Itu tidak mungkin..." seru Frank yg kini berjalan memasuki ruang rahasia nya "Aku sangat mengenal putra ku, dia tidak mungkin pergi kesana Karena dia tahu itu bisa berbahaya untuk keluarga istri tercinta nya itu..."


Frank tercengang saat melihat ruangan itu sudah sangat hancur, kemarahan sudah memenuhi jiwa nya saat ini.


Ia pun memutuskan sambungan telpon itu tak perduli dengan Frank yg sedang berbicara pada nya.


"Oh Tuhan..." gumam John panik, sekarang Gabriel pasti tahu kalau selama ini John mengawasi mereka.


.........


Gabriel menyiapkan makan malam untuk istri dan anak nya, baik Gabriel maupun Firda terlihat sangat tidak berselera dengan makanan di depan mereka. Namun Gabriel tahu ia butuh menjaga stamina nya untuk melindungi keluarga kecil nya. Sementara Firda harus tetap memaksakan diri untuk menjaga pola makan nya demi janin yg ada dalam perut nya.


"Om..." Micheal bersuara setelah Firda menyuapi nya "Mickey ingin pulang, mau Mommy..." ujar nya lirih dengan mata berkaca kaca.


Hati Firda terkesiap mendengar itu, ia benar benar merasa kasihan dengan anak itu, yg tidak mengerti apapun.


"Sayang..." Gabriel menatap lembut putra pertama nya itu "Mommy sedang pergi bekerja, kata nya Mickey di titip sama Tante dan Om. Cuma sebentar kok" bujuk nya namun Micheal kini malah menanyakan baby sitter nya.


"Terus ncus dimana?" tanya nya.


"Dia lagi sakit, Sayang. Jadi untuk sementara, Mickey sama Om dulu ya. Sampai ncus sehat dan Mommy selesai bekerja" Gabriel kembali membujuk nya dengan kebohongan demi kebohongan.


Sementara Firda hanya bisa menatap nanar ayah dan anak itu.

__ADS_1


"Terus uncle daddy frank Dimana? Sama opa?" tanya Micheal lagi, Gabriel terlihat sudah tidak tahu untuk mencari kebohongan yg lain, Gabriel menatap Firda dengan sendu.


"Mereka sedang sibuk..." Firda menyambung, ia membelai kepala Micheal dengan lembut dan menatap kedua mata anak tiri nya itu "Memang nya Mickey tidak suka ya kalau tidur dan main sama Tante dan juga calon adik bayi?" tanya Firda kemudian. Micheal terdiam sejenak sebelum akhirnya tersenyum.


"Mickey suka, Tante cantik dan baik..." ujar nya yg membuat Gabriel dan Firda bernafas lega dan ikut tersenyum. Malam ini mereka berhasil membohongi Micheal, entah bagaimana besok dan seterusnya.


Setelah makan malam, Gabriel membawa Micheal ke kamar nya dan menidurkan nya di ranjang.


"Om, Mickey ingin mendengar dongeng..." kata Micheal tiba tiba yg membuat Gabriel bingung.


"Dongeng apa?" tanya nya bingung. Gabriel tidak pernah di bacakan dongeng sebelum tidur, masa kecil nya berbeda dengan masa kecil anak anak pada umum nya. Dan ia juga tidak punya pengalaman mengurus anak.


"Tentang pangeran gagah berani..." ujar Micheal kemudian.


Firda yg tadi membereskan sisa makanan mereka kini ikut masuk ke kamar, Gabriel langsung menatap Firda seolah meminta tolong pada istri nya itu.


Firda pun duduk di samping Micheal dan tersenyum pada anak itu.


"Baiklah, biar Tante yg membacakan dongeng..." ujar Firda kemudian ia melirik Gabriel sekilas "Ini tentang seorang pangeran yg sangat baik dan tampan, dia memiliki sebuah kerajaan dimana ada beberapa orang yg tidak baik di sekitar nya..."


Micheal mendengarkan cerita Firda dengan seksama, dan Gabriel pun melakukan hal yg sama.


"Tapi, dia tetap melakukan hal hal yg baik, meskipun pada mereka yg tidak baik pada nya. Dia punya hati yg luas sehingga dia mudah memaafkan orang, dan mencintai Orang orang. Ia berusaha menaklukan semua orang dengan cinta. Sehingga, orang yg tidak baik itu luluh dengan kebaikan nya.... "


"Jadi, apakah pangeran akhir nya bahagia dengan orang yg sudah berubah baik?" tanya Michael dan Firda mengangguk.


"Pangeran selalu bahagia karena di hati nya..." Firda menyentuh dada Micheal "Selalu ada cinta"

__ADS_1


"Apa itu cinta?" tanya Micheal lagi yg membuat Gabriel terkekeh.


"Cinta itu adalah keperdulian, seperti yg di lakukan Mommy pada Micheal, dan juga..." Firda melirik Gabriel sebelum akhirnya berkata "Yg akan di lakukan Om tampan pada Micheal, dan cinta itu rasa nyaman. Bukan kah Micheal merasa nyaman dengan Om tampan?" tanya Firda kemudian, Gabriel langsung menatap Micheal antusias karena ia sangat ingin tahu jawaban putra nya itu dan ia tahu putra nya takkan berbohong.


"Iya..." jawab Micheal kemudian yg membuat Gabriel langsung tersenyum penuh haru, ia pun mengecup kening Micheal cukup lama.


"Sekarang sudah waktunya tidur, Nak" ucap nya kemudian.


Micheal mengangguk dan mulai memejamkan mata, Firda menepuk nepuk punggung Micheal yg tidur miring. Hingga perlahan terdengar dengkuran halus dari anak itu.


Setelah memastikan Michael tertidur, Firda dan Gabriel keluar dari kamar.


Mereka duduk di sebuah sofa yg ada di depan kamar meraka. Gabriel memangku Firda dan Firda meletakkan kepala nya di dada sang suami yg membuat nya merasakan perasaan nyaman. Gabriel membelai kepala istri nya yg masih terbungkus jilbab nya.


"Maafkan aku, Sayang. Aku belum bisa mengeluarkan mu dari masalah ini..." lirih Gabriel.


"Jadi kamu benar benar tidak tahu soal John itu?" tanya Firda.


"Tidak sama sekali, Sayang" jawab Gabriel lirih.


"Bagaiamana jika dia benar benar ayah mu?" tanya Firda lagi.


"Aku tidak perduli" tegas Gabriel "Dia sudah lancang, Sayang. Aku tidak bisa terima itu"


Firda tak menanggapi, karena ia juga memikirkan hal yg sama dengan apa yg Gabriel fikirkan.


"Aku punya alamat John..." ujar Firda kemudian yg membuat Gabriel langsung menatap nya bersamaan dengan itu Firda mendongak "Aku mendapatkan nya dari Mini..."

__ADS_1


"Apa Mini dan ayah nya bisa di percaya?" tanya Gabriel.


"Inysa Allah..."


__ADS_2