
Sebuah mobil hitam berhenti di depan rumah Firda, sementara Firda dan keluarga nya sudah menunggu kedatangan tamu mereka di depan rumah.
Gio, Mini dan Gerry turun dari mobil itu. Tatapan Gio langsung tertuju pada Firda, Gio sungguh merindukan wanita itu dan ia tak bisa menyembunyikan rasa rindu nya setelah sekian lama berpisah dari Firda, padahal dulu setiap hari ia bersama Firda, kemana pun Firda pergi selalu bersama nya. Mungkin itu yang nama nya cinta hadir karena terbiasa, apa lagi dengan kabiasaan dari seorang wanita yang polos dan lucu seperti Zeda Firdaus ini. Yang pasti akan membuat pria mana pun meleleh dengan sikap nya yang apa ada nya dan begitu tulus.
Sementara Firda, ia tampak begitu senang saat Melihat Gio turun dari mobil dan Firda langsung berlari menghampiri Gio. Membuat hati Gio langsung berbunga bunga karena berfikir Firda akan memeluk nya namun.
"Aah..."
"Sweetie..."
Firda langsung menarik Sweetie dan menggendong nya, ia bahkan mencium Sweetie. Membuat Gio melongo, bunga dalam hati nya layu seketika. Firda bahkan tidak menatap nya karena sibuk dengan Sweetie yang kini sudah me meaow meaow lirih. Seperti nya Sweetie juga merindukan Nyonya nya.
"Firda..." sapa Mini dengan senyum lebar di bibir nya.
"Mini..." Firda memeluk Mini juga namun kedua tangan nya masih memegang Sweetie.
"Kamu apa kabar?" tanya Firda kemudian.
"Aku baik..." kata Mini sembari melerai pelukan nya.
"Gio..." kini Firda menatap Gio "Kamu apa kabar? Om Gerry juga apa kabar?"
"Kami baik, Nyonya Firda" kata Gio, sementara Gerry hanya menyunggingkan senyum nya sembari menganggukkan kepala nya.
"Jangan di luar saja, ayo masuk..." seru Ummi Aisyah.
"Terima kasih, Tante..." kata Gio, sementara Mini hanya tersenyum sungkan karena ia tidak mengenal keluarga Firda.
"Kamu itu aneh deh, Gio. Ummi di panggil Tante, lah aku di panggil Nyonya..." gerutu Firda dan ia menjaga jarak nya dari Gio.
Karena peraturan yang di berikan pada Gio oleh Gabriel juga di berikan pada Firda, dan sebagai istri yang baik tentu Firda akan menuruti perintah suami nya itu.
"Kan sudah aku bilang, panggil Firda saja, Gio..." lanjut Firda.
__ADS_1
"Benar, biar lebih seperti keluarga" sambung Kakek Firda.
"Silahkan duduk..." ujar Tante Firda.
Mini, Gio, dan Gerry semakin merasa sungkan, mereka tak menyangka akan di sambut sedemikian hangat bahkan seluruh keluarga Firda ikut menyambut nya, menunggu nya di depan pintu.
Mereka di persilahkan duduk di ruang tamu, sedangkan di meja sudah tersedia beberapa macam cemilan dan air kemasan.
"Jangan sungkan ya..." kata Nenek Firda "Kita ini saudara, meskipun tidak saudara seagama, tapi masih saudara se negara. Meskipun tidak se negara, tapi masih saudara sesama manusia. Sama sama keturunan Adam dan Hawa..." tutur Nenek karena ia menyadari kalau ketiga tamu nya itu tampak sungkan, ia ingin mencairkan suasana agar lebih hangat.
Apa lagi Mini yang berpenampilan metal, melihat semua perempuan di keluarga Firda memakai pakaian yang longgar dan tertutup dengan make up yang sangat natural membuat Mini merasa tak nyaman sendiri.
"Di minum air nya..." seru Om nya Firda.
"Iya, terima kasih" kata Gio.
"Mini..." seru Nenek nya Firda "Penampilan mu keren sekali" ucap nya yang memmbuat Mini tersenyum malu malu, sementara yang lain nya hanya terkekeh.
"Menurut ku penampilan nya sangat menyeramkan, Nek" Gio menimpali yang membuat Mini mendelik pada nya.
"Cemilan nya di nikmati, kami membuat ini memang untuk kalian..." ujar Ummi Aisyah.
"Iya, benar. Saat Firda mengatakan Gio akan berkunjung ke desa, kami sangat senang" tukas Abi Farhan.
Sementara Firda masih sibuk dengan kucing nya, terlihat sekali ia sangat merindukan Sweetie nya itu.
"Gio, Sweetie wangi sekali. Kamu merawat nya dengan sangat baik..." kata Firda senang.
"Tentu saja, aku juga sangat menyayangi nya" kata Gio.
"Hem, Sweetie betah ya tinggal sama Om Gio..." kata Firda pada kucing nya itu, membuat Gio tersenyum.
Mereka semua mengobrol panjang lebar, tentu awal nya selalu keluarga Firda yang memulai obrolan karena ketiga tamu nya masih tampak sangat kaku. Namun lama kelamaan ketiga tamu nya itu mulai bisa enjoy dan tampak akrab dengan keluarga Firda. Mereka juga menikmati cemilan yang di sediakan keluarga Firda dan ketiga manusia itu tampak sangat menyukai nya.
__ADS_1
"Tuan Muda, ini enak sekali..." bisik Gerry pada Gio.
"Ssshhtt, jangan banyak banyak makan nya. Malu..." Gio memperingatkan karena Gerry sejak tadi mengunyah tiada henti.
"Om Gerry suka?" tanya Firda yang membuat Gerry tersenyum malu dan mengangguk.
"Makan saja, Om. Nanti kalau kurang, kami buatin lagi" tukas Firda yang membuat Gerry tersenyum senang.
Tak lama kemudian ponsel Firda berdering, Firda segera menjawab panggilan yang ternyata dari suami nya itu.
"Sayang, sebentar lagi aku sampai rumah..." terdengar suara antusias Gabriel dari seberang telfon.
"Berapa menit lagi kira kira, Bang?" tanya nya.
"Paling lima menit lagi..."
"Hem, iya. Gio sudah sampai di rumah juga..."
"Ingat pesan ku, Nyonya Emerson. Jangan dekat dekat dengan nya, jangan biar kan dia memandang mu, jangan bicara banyak banyak..."
Firda terkekeh mendengar ucapan panjang lebar suami nya yang super posesif itu.
"Iya iya, Abang..." jawab Firda.
"Ya sudah, 4 menit lagi seperti nya sudah sampai. Tungguin di depan pintu ya biar nanti aku bisa langsung memeluk mu, aku sudah sangat merindukan mu.."
"Iya, Bang Gabriel..." jawab Firda dengan wajah yang merona.
Firda memutuskan sambungan telfon nya, dan semua orang kini menatap nya.
"Maaf tadi Bang Gabriel. Kata nya sudah mau sampai..." kata Firda.
"Hah, Gabriel mau ke sini?" tanya Gio yang nampak terkejut, Firda hanya mengangguk dan beranjak dari tempat duduk nya. Sementara Gio menghela nafas lesu, ada Gabriel di sini itu membuat nya tidak akan bisa dekat dekat dengan Firda. Meskipun Gio tak pernah memiliki niat buruk sedikitpun dan tulus menyayangi Firda, namun Gabriel takan mengerti hal itu. Karena Don Mafia satu itu sudah di butakan oleh cinta pada Firda.
__ADS_1
Firda segera pergi ke depan untuk menyambut suami nya, tentu setelah permisi pada ketiga tamu nya.