Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 85 - Kecewa


__ADS_3

"Anda jangan khawatir, Tuan Emerson. Nyonya Emerson baik baik saja, dan berita baik nya Nyonya Emerson akan segera jadi Ibu" tukas Dokter yg membuat Firda tercengang begitu juga dengan Gabriel.


Firda bahkan menahan nafas tanpa sadar saat mendengar kabar itu, antara tak percaya dan juga haru. Begitu juga dengan Gabriel, namun suami dari Firda itu terlihat sangat bahagia dengan kabar kehamilan sang istri.


"Apa istri ku sungguh hamil, Dokter?" tanya Gabriel antusias, sementara Firda masih terdiam seribu bahasa.


"Benar sekali, Tuan Emerson. Hanya saja kandung Nyonya Emerson masih sangat lemah, jadi alangkah baiknya jika Nyonya Emerson istirahat total dan tidak melakukan pekerjaan yg berat, jangan sampai stres juga karena itu bisa berbahaya bagi kandungan nya" tutur Dokter itu yg tentu saja langsung di sanggupi oleh Gabriel.


"Tentu saja, Dokter. Aku akan menjaga nya dengan sangat baik" ucap Gabriel.


Firda masih sama, ia senang karena akan jadi Ibu, tapi ia juga tak bisa benar benar merasa bahagia setelah tahu bahwa Gabriel lagi lagi membohonginya dan kali ini kebohongan yg jauh lebih besar bagi Firda.


"Aku mau pulang" tukas Firda dan ia beranjak turun dari branker nya, Gabriel yg tak melihat raut bahagia di wajah Firda menjadi sedih, hati nya terasa sakit dan sesak.


"Firda, aku tidak seburuk yg kamu kira" tukas Gabriel sembari mengikuti Firda yg bergegas keluar dari kamar rawat nya begitu saja, membuat Dokter yg memeriksa nya menjadi bingung. Karena seperti nya kabar kehamilan itu bukan sesuatu yg menyenangkan bagi sepasang suami istri itu.


"Kamu bohong, kamu punya anak, kamu menjebak ku dalam pernikahan. Dan kamu bilang masih tidak buruk?" tanya Firda masih terus sambil berjalan cepat.


"Firda, jalan jalan nya pelan pelan saja, Sayang. Ingat kata Dokter, kandungan mu lemah" tukas Gabriel yg membuat Firda langsung menghentikan langkah nya seketika.

__ADS_1


Firda berdiri mematung sambil memegang perut nya yg masih sangat rata, sekarang ia hamil, mengandung anak Gabriel. Dan Firda sedang sangat marah dan kecewa pada ayah dari bayi nya itu.


Nafas Firda bahkan terengah, menahan segala perasaan yg berkecamuk dalam diri nya. Firda melakukan segala nya demi Gabriel, tapi Gabriel masih saja membohonginya.


"Kenapa kamu sejahat itu sih, huh?" desis Firda akhir nya dengan mata yg berkaca kaca.


"Sayang, maka nya dengarkan aku dulu..." tegas Gabriel sambil menarik tangan Firda dan menggenggam nya dengan erat supaya Firda tidak lagi pergi. Firda pun terdiam dengan mata yg sudah berkaca kaca lagi, entah kejutan apa lagi yg akan di berikan Gabriel pada nya.


"Aku tidak seburuk yg kamu kira, Sayang. Aku tahu aku salah karena sudah membohongi mu dan keluarga mu, tapi semua itu aku lakukan karena aku takut kamu menolak ku, sementara saat itu aku benar benar merasa bersalah sama kamu dan keluarga kamu. Aku juga takut kamu hamil saat itu, karena itu lah aku bersikeras ingin menikahi mu dan aku terpaksa berbohong sama kamu" tutur Gabriel sembari menatap mata Firda tanpa berkedip sedikitpun. Ia ingin Firda tahu bahwa ia sungguh sungguh dan tidak akan berbohong lagi sekarang.


"Terus kenapa kamu tidak mengatakan nya saat kita sudah menikah?" tanya Firda kesal "Kamu berbohong dalam segala hal, dan semua kebohongan mu itu adalah masalah yg sangat besar, Gabriel" kata Firda.


"Dan aku ingin kamu tahu, aku memang seorang kriminal tapi aku bukan pria bajingan seperti yg kamu tuduhkan, Firda. Anak itu hadir setelah pernikahan kami" ucap Gabriel lirih di akhir kalimat nya yg berhasil membuat Firda memekik kaget.


"Apa???"


"Me.. Menikah?" tanya Firda dan Gabriel mengangguk lemah "Astagfirullah" gumam Firda sambil mengelus dada nya yg berdebar hebat setelah mendengar pengakuan Gabriel.


"Jadi kamu sudah menikah?" tanya nya dengan tatapan nyalang.

__ADS_1


"Lagi lagi kamu bohong, Gabriel" tukas nya semakin kesal.


"Sudah aku jelaskan aku terpaksa berbohong, Firda" Gabriel berkata dengan memelas.


"Aku mohon, maafkan aku, ya? Aku janji setelah ini aku tidak akan berbohong lagi" ia merengek pada istri nya dan Firda langsung menarik paksa tangan nya dari tangan Gabriel, menggemaskan nya dengan kasar.


"Kamu mengawali semua nya dengan kebohongan, Gabriel. Entah bagaimana pernikahan kita akan berjalan ke depan nya" desis Firda dengan rasa kecewa yg teramat dalam.


"Kebohongan mu bukan hanya membuat ku tidak percaya pada mu lagi, Gabriel. Tapi aku juga merasa tidak percaya pada diri ku sendiri, aku benar benar kecewa sama kamu" desis Firda kemudian ia berlari menjauh dari Gabriel.


"Firda, jangan lari..." teriak Gabriel khawatir namun Firda tak memperdulikan nya.


Rasa kecewa nya sungguh besar pada Gabriel dan ia merasa tak bisa lagi mempercayai Gabriel. Gabriel kehilangan jejak Firda karena orang yg lalu lalang di halaman rumah sakit.


Firda keluar dari rumah sakit, menghentikan sebuah taksi dan memasuki nya.


Firda menangis dalam taksi sambil memegang perut nya, ia benar benar sudah kecewa pada Gabriel yg terus dan terus saja membohonginya. Firda terus menangis sesegukan mengingat bagaimana ia terjerat pada Gabriel, bagaimana ia mencintai Gabriel dengan begitu tulus, tapi ini yg selalu Gabriel lakukan pada nya.


"Ummi, semua nya bohong..." lirih Firda dengan suara tercekat "Seharusnya aku percaya sama Ummi sejak dulu, seharusnya aku mengikuti perintah Ummi. Tapi sekarang? Semua nya sudah terlambat, maafin Firda, Abi, Ummi. Maaf..."

__ADS_1


__ADS_2