Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 132 - Tidak Kesurupan


__ADS_3

Ummi mengantar Firda dan Gabriel ke kamar mereka, dan lagi lagi Ummi Aisyah merasa ada yg aneh dengan putri dan menantu nya yg pulang tak membawa apapun.


"Kalian niat pulang apa cuma niat mampir?" tanya Ummi Aisyah sembari Merapat kan horden yg tidak tertutup rapat. Lagi lagi Firda melirik Gabriel, dan Gabriel lagi lagi menoleh pada Kakek mertua nya yg saat ini berdiri di ambang pintu bersama Nenek. Kakek nya menarik nafas dalam, ia fikir Gabriel adalah pria pemberani karena dia adalah seorang Don Mafia, namun siapa sangka, Gabriel takut pada wanita paruh baya yg tak lain adalah ibu mertua nya.


"Iya, kalian juga tidak bisa di hubungi selama beberapa hari ini, sudah lebih dari seminggu" sambung Abi Farhan yg membuat Firda lagi lagi menatap Gabriel dengan putus asa. Dan Gabriel lagi lagi langsung menatap kakek nya membuat kakek nya hanya bisa menghela nafas berat.


"Kalian kenapa kalau di tanya tidak pernah langsung jawab?" Aisyah berseru pada ketiga orang itu, seorang wanita itu sangat peka dan dia tahu ketiga orang itu sejak tadi saling melirik, seperti orang yg sedang bekerja sama dalam menyembunyikan sesuatu "Kalian menyembunyikan sesuatu?" tanya nya lagi.


"Aisyah..." seru sang kakek "Mereka pasti lelah, biarkan mereka istirahat dulu, jangan di tanya terus" ujar kakek nya yg membuat Ummi Aisyah menghela nafas dan mengangguk.


"Baiklah, kalian istirahat saja. Ummi akan memanggil kalian saat makan malam" ujar nya.


"Terima kasih, Ummi" kata Gabriel sambil tersenyum yg membuat Firda mendelik.


"Istirahat ya, Nak" kata Abi Farhan sambil mengelus kepala Firda dan Firda mengangguk sambil tersenyum.


Setelah semua orang keluar dari kamar nya, Firda langsung menutup pintu nya rapat rapat, ia menatap tajam suami nya itu sambil berkacak pinggang.


"Kenapa tidak jujur aja sih tadi, Bang? Kata nya mau jujur..." tegur nya sambil memberengut.


"Ya bukan nya tidak mau jujur, Sayang. Cuma... Masak iya langsung kasih tahu begitu saja, cari waktu yg pas ya..." jawab Gabriel dan Firda menghela nafas kasar.


"Iya sih" gumam nya kemudian.


Firda pun melepas hijab nya dan ia garuk garuk kepala sampai rambut nya berantakan, karena Firda sedikit cemas dengan reaksi keluarga besar nya terutama Ummi dan Abi nya jika tahu yg sebenernya tentang hidup yg di jalani nya selama seminggu ini.


"Sudah, jangan cemas begitu..." kata Gabriel dan ia kembali merapikan rambut istri nya, Gabriel menatap Firda dengan dalam, membuat Firda sedikit tenang karena ia mengira Gabriel akan bertekad berkata jujur pada Ummi dan Abi nya namun apa yg Gabriel katakan selanjutnya...

__ADS_1


"Kan ada kakek yg bisa kasih tahu Abi Sama Ummi..." dan saat itulah Firda sadar, sekuat apapun seorang Don Mafia, ternyata masih takut sama ibu mertua, Firda melotot pada suami nya itu, namun Gabriel malah cengengesan "Hehe..."


"Kata nya berani, mau berkata jujur" gerutu Firda kemudian sambil berjalan ke lemari pakaian nya dan mencari pakaian ganti.


"Bang, kamu di sini tidak punya baju lho. Cuma ada kaos" ujar Firda kemudian.


"Ya sudah, besok kita belanja" jawab Gabriel dengan santai nya.


Kedua nya pun mandi bergantian.


.........


Firda ke dapur saat ibu nya menyiapkan makan malam..


"Sudah lapar, Fir?" tanya ibu nya.


"Sebentar lagi siap makanan nya" ujar Ummi nya.


Firda membuka kulkas untuk mencari sesuatu yg bisa mengganjal perut nya, ia mengambil satu buah apel, mecuci nya dan mengupas nya, namun tiba tiba seseorang memegang pundak nya dan karena terkejut, Firda langsung menarik tangan itu, membanting si pemilik tangan ke lantai dan langsung mengarahkan pisau buah nya ke leher nya dan itu adalah...


"Aaa... Abi..." lirih Firda.


Akhir akhir ini adalah masa masa yg sangat menegangkan bagi Firda, semua orang bisa mengancam keselamatan nya dan karena itu lah ia tetap merasa tak aman meskipun di rumah nya sendiri. Atau ia lupa sedang berada di rumah nya?


Sementara Abi nya hanya bisa menganga lebar dengan mata yg melotot sempurna, ia menatap tak percaya pada Firda yg telah membanting nya dan mengarahkan pisau ke leher nya.


Tak hanya Abi Farhan, bahkan Ummi Aisyah yg saat ini sedang memegang mangkuk dan centong hanya bisa melongo sempurna melihat apa yg di lakukan putri nya pada ayah nya. Dan kakek nenek nya juga Om dan Tante nya yg sudah datang ke dapur untuk makan malam menyaksikan apa yg di lakukan Firda, mereka hanya bisa menelan ludah dengan tatapan tanpa berkedip sedikitpun melihat apa yg di lakukan si nakal Firda. Sementara Gabriel yg juga ada di dapur hanya bisa menepuk jidat nya, ia tak menyangka Firda akan bereaksi seperti ini setelah menguasai ilmu bela diri.

__ADS_1


Abi Farhan dengan takut melirik pisau Firda yg mengkilat yg masih mengarah ke leher nya, Abi Farhan masih terjerambab di lantai dan ia menelan ludah nya kasar. Firda yg menyadari hal itu langsung menjauhkan pisau nya dan berdiri tega.


"Ma..maaf, Bi. Abi tidak apa apa kan? ' tanya Firda mengulurkan tangan nya pada Abi nya, hendak membantu Abi nya berdiri namun Abi Farhan menolak dan dengan pelan pelan ia berdiri sendiri. Firda hanya bisa cengengesan melihat keterkejutan keluarga nya, sementara keluarga nya masih melongo, menatap tak percaya. Abi Farhan melirik pisau yg masih ada di tangan Firda.


"Sayang...." ia memanggil Firda dengan lembut sambil mengulurkan tangan nya "Berikan pisau nya pada Abi ya, Nak..." pinta nya tak kalah lembut nya, seperti merayu seseorang yg sedang mengamuk saja. Firda pun memberikan pisau nya itu dan Abi Fadlan dengan cepat mengambil nya.


"Audzubillahi minasysyaithonirrojim...." ia mengucapkan taawudz dengan lirih sambil menatap mata Firda membuat Firda mengernyit bingung apa lagi ketika Abi nya memegang ubun ubun nya sambil membaca ayat kursi.


"Bi, Firda tidak kesrurupan..." seru Firda sambil berusaha menyingkirkan tangan Abi nya dari ubun ubun nya namun Abi nya tak mengindahkan ucapan Firda.


Abi nya memang mengira Firda seperti nya kesrurupan, karena Firda tak pernah berlaku kasar pada siapa pun, apa lagi pada orang tua nya yg bahkan di banting oleh Firda dan dari mana Firda mendapatkan kekuatan untuk membanting ayah nya yg memiliki berat badan kurang lebih 75 kg?


Sementara Gabriel dan kakek malah terkekeh melihat Farhan yg mendoakan Firda karena mengira Firda kesrupan. Dan yg lain masih bengong karena terkejut dan heran.


"Farhan, Firda tidak kesurupan" seru sang kakek sambil berjalan menghampiri Firda dan Abi nya.


"Tidak kesurupan bagiamana? Aku di banting nya, Bi" ujar Abi Farhan.


"Firda tidak sengaja, Bi. Tadi cuma reflek saja..." sanggah Firda membela diri.


"Tapi kamu membanting Abi lho, Fir..." bantah ayah nya.


"Nama nya juga reflek" Firda masih kekeh membela diri.


"Farhan, sudah, jangan di perpanjangan, sebaik nya kita makan, ada yg mau Abi bicarakan sama kalian semua nanti" tukas nya. Farhan sudah membuka mulut nya untul membantah Abi nya lagi namun Abi mertua nya itu menghentikan nya.


Semua orang pun berkumpul untuk makan malam, dan semua orang menatap Firda dengan aneh, membuat Firda menghela nafas berat berkali kali.

__ADS_1


__ADS_2